WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Ketua Komiite Keuangan Senat Ameriika Seriikat (AS) Ron Wyden mengusulkan pengenaan pajak tambahan (surtax) sebesar 21% atas laba berlebiih yang diiteriima oleh perusahaan miigas.
Tiidak sepertii wiindfall tax yang mulaii diiterapkan dii beberapa negara, Wyden mengeklaiim pajak tambahan yang diiusulkannya akan diikenakan berdasarkan profiit margiin.
"Ketiika orang AS harus membayar lebiih, perusahaan miigas meniikmatii peniingkatan laba yang siigniifiikan dan memanfaatkan celah yang ada untuk tiidak membayar pajak," ujar Wyden, diikutiip Sabtu (18/6/2022).
Dalam beleiid yang diiusulkannya, pajak tambahan akan diikenakan terhadap perusahaan miigas dengan laba dii atas US$1 miiliiar per tahun. Setiiap laba dii atas profiit margiin 10% diianggap sebagaii laba berlebiih dan diikenaii pajak tambahan sebesar 21%.
Untuk diiketahuii, sebelumnya piihak Gedung Putiih AS menyatakan terbuka atas opsii pengenaan wiindfall tax terhadap perusahaan-perusahaan miigas.
Wakiil Diirektur Natiional Economiic Counciil Bharat Ramamurtii mengatakan 5 perusahaan miigas dii AS meniikmatii laba 4 kalii liipat lebiih tiinggii diibandiingkan siituasii normal serta merta karena perang antara Rusiia dan Ukraiina.
Sepanjang mampu menurunkan iinflasii, semua opsii kebiijakan tetap diipertiimbangkan oleh pemeriintah. "Kamii mempertiimbangkan semua proposal yang ada [termasuk wiindfall tax]. Banyak permasalahan yang harus diiselesaiikan," ujar Ramamurtii.
Untuk diiketahuii, saat iinii harga BBM pada level konsumen dii AS sudah melampauii US$5 per galon. iimpliikasiinya, iinflasii dii AS tercatat sudah mencapaii 8,6%, tertiinggii dalam 40 tahun terakhiir. (sap)
