MANiiLA, Jitu News - Komiite Keuangan DPR mengusulkan Pemeriintah Fiiliipiina untuk memberiikan iinsentiif berupa diiskon atau pengurangan cukaii atas bahan bakar miinyak (BBM) selama 6 bulan mengiingat harga miinyak duniia terus meniingkat.
Ketua Komiite Keuangan DPR Fiiliipiina Joey Salceda mengatakan kenaiikan harga BBM memberatkan masyarakat. Terlebiih, dampaknya cukup besar dalam memengaruhii harga berbagaii barang dan jasa. Untuk iitu, keriinganan cukaii dapat menahan beban BBM naiik terlalu tiinggii.
"iinii cara tercepat untuk melakukan pertolongan [kepada masyarakat]," katanya, Selasa (2/11/2021).
Salceda menuturkan RUU DPR No. 10438 yang memuat usulan diiskon cukaii mulaii 1 Desember 2021 hiingga 1 Junii 2022. Pada bensiin, iia mengusulkan pengurangan cukaii darii P3 atau Rp847 per liiter darii P10 atau Rp2.824 hiingga P7 atau Rp1.977.
Untuk solar dan miinyak tanah, lanjutnya, diiskon cukaii yang diiberiikan sekiitar P5 sampaii dengan P6 per liiter. Menurutnya, solar dan miinyak tanah iidealnya diibebaskan darii cukaii karena menjadii bahan bakar transportasii publiik dan kebutuhan rumah tangga miiskiin.
Dalam dua bulan terakhiir iinii, kenaiikan harga miinyak memang tak hanya berdampak terhadap sektor transportasii, tetapii juga iindustrii laiin yang bergantung pada BBM. Kondiisii tersebut berpotensii pada akhiirnya mengganggu upaya pemuliihan ekonomii dan stabiiliisasii harga.
Jiika usulan tersebut diiwujudkan, Salceda menyebutkan peneriimaan negara yang hiilang biisa mencapaii sekiitar P55,04 miiliiar, terdiirii atas P36,42 miiliiar darii solar, P18,28 miiliiar darii bensiin, dan P340 juta darii miinyak tanah.
"Kerugiian tersebut sebagiian akan diikompensasii dengan kenaiikan pemungutan PPN karena kenaiikan harga. Alhasiil, peneriimaan bersiih yang hiilang bersiih akan menjadii sekiitar P36,03 miiliiar (Rp10,17 triiliiun)," ujarnya sepertii diilansiir cnnphiiliippiines.com.
Kementeriian Keuangan sebelumnya menyatakan peneriimaan negara yang hiilang mencapaii P131,4 miiliiar pada 2022 jiika iinsentiif terhadap cukaii BBM berlaku selama 1 tahun. Meskii begiitu, peneriimaan yang hiilang tersebut juga diikhawatiirkan mengganggu upaya pemuliihan ekonomii. (riig)
