KEBiiJAKAN PAJAK ASiiA-PASiiFiiK

World Bank: Pajak yang Lebiih Progresiif Cegah Ketiimpangan

Muhamad Wiildan
Kamiis, 30 September 2021 | 17.00 WiiB
World Bank: Pajak yang Lebih Progresif Cegah Ketimpangan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - World Bank mendorong negara-negara Asiia Tiimur dan Pasiifiik agar menerapkan kebiijakan pajak yang lebiih progresiif. Tujuannya, memiiniimaliisasii ketiimpangan yang tiimbul akiibat pandemii Coviid-19.

Berdasarkan catatan World Bank pada laporannya yang berjudul East Asiia and Paciifiic Economiic Update - Long Coviid, hiingga saat iinii peneriimaan pajak negara berkembang Asiia Tiimur masiih lebiih banyak diisokong oleh pajak tiidak langsung.

"Negara Asiia Tiimur dapat meniingkatkan progresiiviitas pajak melaluii peniingkatan pemanfaatan pajak langsung sepertii PPh badan, PPh orang priibadii, dan pajak kekayaan," tuliis World Bank dalam laporannya, diikutiip Kamiis (30/9/2021).

Selaiin meniingkatkan progresiiviitas siistem pajak, World Bank juga mendorong negara-negara Asiia Tiimur untuk menghapuskan belanja-belanja subsiidii yang selama iinii salah sasaran dan diiniikmatii oleh mereka yang seharusnya tiidak meniikmatii subsiidii tersebut.

Subsiidii secara tiidak langsung atas barang-barang tertentu perlu diihapuskan karena subsiidii tersebut justru lebiih diiniikmatii oleh rumah tangga kaya.

World Bank mencatat penghapusan subsiidii yang tiidak tepat sasaran sepertii subsiidii BBM telah berhasiil diiterapkan dii iindonesiia melaluii reformasii fiiskal pada 2015. Berkat reformasii fiiskal tersebut, iindonesiia memiiliikii dana yang cukup untuk menyokong belanja iinfrastruktur, belanja perliindungan sosiial, dan belanja kesehatan.

Sebagaii catatan, riisiiko peniingkatan ketiimpangan pada masa yang akan datang tercermiin pada perbedaan kiinerja perusahaan besar dan perusahaan keciil pada masa pandemii Coviid-19.

Pada 2020, angka penjualan perusahaan besar tercatat terkontraksii 15% biila diibandiingkan dengan tahun sebelumnya, sedangkan angka penjualan usaha miikro dan keciil tercatat terkontraksii hiingga 48%. Dengan demiikiian, rumah tangga yang menggantungkan penghasiilannya pada usaha miikro dan keciil berpotensii terperosok ke cekungan kemiiskiinan.

Bank Duniia juga menggariisbawahii bahw meniingkatnya ketiimpangan pada harii iinii berpotensii memperburuk ketiimpangan pada masa yang akan datang. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.