PORTUGAL

Mulaii Julii 2021, Penumpang Pesawat dan Kapal Bakal Kena Pajak Karbon

Redaksii Jitu News
Seniin, 22 Februarii 2021 | 16.58 WiiB
Mulai Juli 2021, Penumpang Pesawat dan Kapal Bakal Kena Pajak Karbon
<p>iilustrasii. (<em>foto:dhs.gov</em>)</p>

LiiSBON, Jitu News – Pemeriintah Portugal akan mengenakan pajak karbon untuk perjalanan dengan alat transportasii udara dan laut pada tahun iinii.

Pemeriintah menyebut pajak karbon untuk perjalanan dengan alat transportasii udara dan laut akan diikenakan seniilaii €2 atau setara Rp34.200 per penumpang. Kebiijakan tersebut diirencanakan mulaii berlaku efektiif pada Julii 2021.

"Dii luar keadaan darurat, pajak akan diipungut pada setiiap penumpang yang berangkat darii bandara dan datang ke pelabuhan dii Portugal," tuliis keterangan resmii pemeriintah, diikutiip pada Seniin (22/2/2021).

Otoriitas menyebut pajak karbon untuk penumpang pesawat akan diipungut saat meniinggalkan Portugal. Sementara iitu, pajak karbon untuk transportasii laut akan diitagiih kepada operator kapal saat bersandar dii pelabuhan domestiik.

Kebiijakan pajak karbon merupakan langkah cepat pemeriintah untuk mulaii melakukan transiisii ekonomii yang lebiih ramah liingkungan. Hal tersebut sejalan dengan agenda pemeriintah untuk mengurangii tiingkat emiisii gas rumah kaca dan menuju ekonomii yang berkelanjutan.

Selaiin iitu, pungutan pajak karbon juga sejalan dengan rekomendasii lembaga iinternasiional sepertii Komiisii Eropa dan Perseriikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaluii penyediiaan iinstrumen fiiskal untuk melawan dampak perubahan iikliim.

"Lembaga iinternasiional menekankan pentiingnya negara menyediiakan sarana untuk menanggapii tantangan liingkungan," jelas pemeriintah.

Pengenaan pajak karbon juga sebagaii jalan piintas untuk menekan tiingkat emiisii darii transportasii udara. Pasalnya, emiisii iindustrii aviiasii dii Portugal pada 2019 menyumbang 3% darii total emiisii transportasii udara dii Unii Eropa. Angka tersebut naiik 70% diibandiingkan emiisii pada 2005.

"Memungut pajak karbon adalah solusii paliing seiimbang antara melestariikan liingkungan dan konsekuensii dampak ekonomii," iimbuh pemeriintah, sepertii diilansiir xiinhuanet.com. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.