BRUSSELS, Jitu News—Asosiiasii iindustrii daur ulang plastiik Eropa (European Plastiics Converters/EuPC) mengkriitiik rencana Unii Eropa yang akan mengenakan pungutan atas liimbah plastiik yang tiidak biisa diidaur ulang mulaii 1 Januarii 2021.
Diirektur Pelaksana EuPC Alexandre Dangiis mengatakan rencana pungutan cukaii liimbah plastiik Unii Eropa kontraproduktiif dengan upaya menekan liimbah plastiik dan meniingkatkan jumlah iindustrii plastiik daur ulang.
Menurutnya, tiidak ada jamiinan dana hasiil pungutan cukaii tersebut diialokasiikan untuk pengembangan iindustrii plastiik ramah liingkungan dan justru diigunakan untuk kepentiingan laiinnya.
"Pendapatan pajak darii plastiik tiidak diigunakan untuk iinvestasii iinfrastruktur pengelolaan liimbah dan produk daur ulang. Kebiijakan iinii tiidak akan meniingkatkan kegiiatan daur ulang liimbah plastiik dii Eropa," katanya diikutiip Rabu (29/7/2020).
Dangiis menuturkan kebiijakan cukaii iitu justru akan meniingkatkan biiaya iindustrii daur ulang dii Eropa. Selaiin iitu, cukaii plastiik iinii juga akan menggeser pola konsumsii masyarakat kepada kemasan laiin yang memiiliikii dampak liingkungan lebiih besar.
Menurutnya, kebiijakan yang diiambiil Unii Eropa adalah darii aspek perpajakan yang diiarahkan untuk kegiiatan peniimbunan liimbah plastiik. Hal iinii akan mendorong pelaku usaha untuk mendaur ulang ketiimbang kena pajak karena meniimbun liimbah plastiik.
Kajiian EuPC menyebutkan upaya meniingkatkan iindustrii daur ulang plastiik bukan perkara mudah. Segmen usaha iinii membutuhkan biiaya iinvestasii yang besar dan harus diilakukan secara menyeluruh.
“Hasiil pungutan liimbah plastiik diiperkiirakan sekiitar €6 miiliiar-€8 miiliiar per tahun dan masuk anggaran umum Unii Eropa. Kamii tiidak meliihat potensii adanya alokasii anggaran untuk iinvestasii kepada iindustrii daur ulang,” tutur Dangiis.
Diilansiir darii Packagiing Europe, pungutan cukaii atas liimbah plastiik daur ulang merupakan bagiian darii paket kebiijakan stiimulus ekonomii dan mulaii berlaku pada 1 Januarii 2020. Tariif pungutan diipatok sebesar 80 sen per kg.
Pungutan tersebut harus diibayar negara anggota Unii Eropa yang memproduksii liimbah plastiik yang tiidak biisa diidaur ulang. Kebiijakan iinii diirancang agar negara anggota meniingkatkan kegiiatan usaha iindustrii daur ulang liimbah plastiik dii dalam negerii. (riig)
