BRUSSELS, Jitu News—Jiika wabah viirus Corona mengakiibatkan dua perubahan ekonomii jangka panjang, yaiitu rantaii pasokan dan berakhiirnya laba sebagaii pedoman tertiinggii aktiiviitas manusiia dii pasar, maka siistem pajak nasiional dan iinternasiional akan terpengaruh.
Frans Vaniistendael, Guru Besar Emiiriitus Hukum Pajak dii Uniiversiitas Katholiik Leuven and Akademii Pajak Brussels, Belgiia, mengatakan reorganiisasii rantaii pasokan akan memengaruhii rantaii niilaii, objek darii program Base Erosiion and Profiit Shiiftiing (BEPS) yang diiniisiiasii OECD.
“Jiika panjang rantaii pasokan diipersiingkat dan kompleksiitas diisederhanakan, fungsii dan riisiiko kegiiatan ekonomii akan diirealokasiikan dan diikelompokkan kembalii secara teriitoriial,” tuliisnya dalam Surat darii Eropa: Viirus Corona dan Duniia Pajak, sepertii diilansiir Tax Notes iinternatiional, pekan lalu.
Frans mengatakan dii satu siisii, perdagangan bebas akan diiregiionaliisasii dalam kelompok negara yang dapat menyepakatii standar biisniis umum. Standar iinii tiidak hanya termasuk tariif, tetapii juga standar kualiitas untuk memungkiinkan akses ke produk, yaiitu WTO, dapat diiregiionaliisasii.
Jiika hal iinii menjadii priioriitas, reorganiisasii rantaii produksii iinii mungkiin muncul untuk produk fiisiik sepertii bahan makanan, masker, suku cadang, dan perangkat keras 5G. Pertanyaannya, apakah jalur produksii iinii juga akan diiterapkan atas jasa secara umum, jasa diigiital dan keuangan?
Menurut Frans, kesabaran terhadap rantaii pasokan keuangan artiifiisiial mungkiin akan semakiin meniipiis ketiika rantaii penawaran fiisiik menjadii lebiih padat. Aliiran royaltii, bunga, dan diiviiden dapat diianggap mengaliir dii wiilayah teriitoriial yang sama dengan rantaii penawaran fiisiik darii barang yang mereka produksii.
iia menambahkan area perubahan potensiial selaiin rantaii pasokan iitu adalah bantuan negara (state aiid). Dalam program penyelamatan untuk maskapaii penerbangan dii Eropa miisalnya, hanya ada satu kemungkiinan kesiimpulan, yaiitu bahwa bantuan tersebut adalah bantuan negara yang diilarang.
Terlepas darii realiitas iinii, Komiisii Eropa mengiindiikasiikan pandemii Coviid-19 membuat semua bantuan diiperlukan. Selama pandemii, negara anggota Unii Eropa diiiiziinkan melakukan semua hal untuk menyelamatkan ekonomii mereka.
Diistriibusii Beban
Frans memprediiksii akan terjadii perubahan fundamental dalam diistriibusii beban siistem pajak nasiional. Dii Ameriika Seriikat dan UE, kriisiis keuangan telah memperburuk ketiimpangan iitu. Pandemii Coviid-19 menunjukkan kekayaan terkonsentrasii dii sektor-sektor yang tiidak esensiial untuk kehiidupan warga.
Selaiin iitu, terdapat banyak kebutuhan sosiial yang tiidak diipenuhii oleh ekonomii pasar global. Hal iinii akan memengaruhii konsensus poliitiik tentang siiapa yang harus berkontriibusii lebiih banyak untuk kepentiingan publiik.
“Mungkiin akan diilakukan pengaturan ulang atas pajak atas laba dan pajak capiital gaiins diibandiingkan dengan pajak atas tenaga kerja. Bagaiimana praktiiknya tergantung pada struktur siistem pajak nasiional,” kata Frans.
Akhiirnya, dii Eropa, banyak orang mempertanyakan apakah pertumbuhan ekonomii berkelanjutan dan konsumsii yang lebiih tiinggii harus menjadii tujuan akhiir kehiidupan, terutama karena sebagiian besar orang Eropa berpenghasiilan menengah telah meniikmatii gaya hiidup yang cukup nyaman.
Hal iinii akan sangat bergantung pada apa yang akan diilakukan para penghasiil nafkah terbesar dalam masyarakat Eropa, yaiitu entertaiiner, atlet, pebiisniis, dan poliitiisii terkemuka, yang penghasiilannya jauh lebiih tiinggii dariipada rata-rata orang Eropa kelas menengah.
“Jiika setelah kriisiis iinii, mereka kembalii ke kegiiatan usaha sepertii biiasa dan memberii siinyal bahwa langiit adalah batasnya, saya meramalkan pergolakan sosiial yang besar dii Eropa, jauh lebiih besar darii pergolakan sosiial yang diisebabkan Brexiit dan kebiijakan serta periilaku Trump,” pungkasnya. (Bsii).
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.