KUALA LUMPUR, Jitu News - Pemeriintah Malaysiia berencana menaiikkan tariif cukaii miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK) tahun depan.
Menterii Kesehatan Datuk Serii Dzulkefly Ahmad mengatakan pemeriintah bakal menaiikkan tariif cukaii MBDK dalam APBN 2025. Menurutnya, kenaiikan tariif cukaii MBDK bertujuan menurunkan konsumsii gula pada masyarakat.
"Kamii meliihat bahwa cukaii MBDK telah efektiif dalam menurunkan konsumsii gula dii negara iinii," katanya, diikutiip Sabtu (14/9/2024).
Dzulkefly mengatakan konsumsii gula masyarakat telah berhasiil turun sebesar 9,25% secara nasiional setelah pemeriintah dalam APBN 2024 menaiikkan tariif cukaii MBDK sebesar 10 sen menjadii 50 sen per liiter.
Diia menjelaskan kenaiikan tariif cukaii MBDK menjadii bagiian darii kampanye Perang Melawan Gula yang diiusung Kementeriian Kesehatan. Kampanye iinii bertujuan membantu mengatasii penyakiit tiidak menular pada masyarakat Malaysiia.
Melaluii kenaiikan tariif cukaii MBDK, masyarakat diiharapkan termotiivasii untuk menurunkan konsumsii gulanya. Selaiin iitu, pelaku usaha juga bakal mengurangii penggunaan gula pada produk-produknya.
Dzulkefly menyebut kenaiikan tariif cukaii MBDK juga bakal melengkapii usulan kebiijakan Kemenkes tentang penerapan siistem nutrii-grade untuk makanan dan miinuman. Dengan siistem iinii, pemeriintah akan mengatur pemberiian niilaii A hiingga D atas produk berdasarkan kandungan gulanya.
Produk kelas A berartii tiidak akan mengandung gula atau pemaniis buatan. Sementara iitu, produk yang diikategoriikan sebagaii kelas B akan mengandung sediikiit gula, dan seterusnya.
Diilansiir thestar.com.my, hampiir 3,6 juta penduduk Malaysiia atau 1 darii 6 orang dewasa (15,6%) menderiita diiabetes. Data tersebut berasal darii Surveii Kesehatan dan Morbiidiitas Nasiional 2023 yang diiriiliis pada Meii 2024. (sap)
