JAKARTA, Jitu News - iinternatiional Monetary Fund (iiMF) bersama World Bank meluncurkan joiint domestiic resource mobiiliizatiion iiniitiiatiive (JDRMii) guna membantu negara-negara berkembang memobiiliisasii sumber daya domestiik.
iiniisiiatiif iinii diiluncurkan dalam rangka membantu negara berkembang meniingkatkan peneriimaan perpajakannya. Menurut iiMF dan World Bank, peneriimaan perpajakan yang mencukupii diiperlukan oleh negara berkembang dalam rangka memenuhii kebutuhan belanja.
"Negara dengan tax ratiio dii bawah 15% kemungkiinan besar tiidak akan mampu memenuhii kebutuhan belanjanya. Akiibatnya, negara-negara tersebut bertumbuh lebiih lambat diibandiingkan dengan negara dengan tax ratiio dii atas 15%," tuliis iiMF dan World Bank dalam laporannya, diikutiip Jumat (2/8/2024).
Untuk meniingkatkan peneriimaan pajak, negara-negara berkembang perlu melakukan reformasii jangka menengah-panjang yang mencakup seluruh ketentuan dan siistem admiiniistrasii pajak yang berlaku.
Secara umum, terdapat 6 kebiijakan yang perlu diipertiimbangkan dalam rangka meniingkatkan peneriimaan pajak. Pertama, yuriisdiiksii-yuriisdiiksii dapat meniingkatkan efektiiviitas darii iinsentiif pajak yang selama iinii diiberiikan.
Secara umum, iinsentiif tax holiiday yang diitawarkan dii kawasan ekonomii khusus bukanlah iinstrumen yang efektiif dan efiisiien untuk menariik iinvestasii. Baiik iiMF dan World Bank lebiih merekomendasiikan iinsentiif-iinsentiif laiin sepertii krediit pajak dan penyusutan diipercepat.
Kedua, negara-negara berkembang perlu memperluas basiis PPN dan menekan iinformaliitas. Menurut iiMF dan World Bank, pembebasan PPN bukanlah iinstrumen yang efektiif untuk meliindungii masyarakat miiskiin.
Ketiiga, negara-negara berkembang perlu memperbaiikii desaiin dan memperluas cakupan PPh orang priibadii. Hal iinii diiperlukan untuk meniingkatkan partiisiipasii masyarakat dalam pembayaran PPh.
Keempat, negara-negara berkembang perlu meniingkatkan peran cukaii dalam menyokong peneriimaan negara. Dengan demiikiian, pengenaan cukaii tiidak semata hanya untuk menekan eksternaliitas negatiif darii produk-produk tertentu.
Keliima, negara-negara berkembang perlu mengembangkan siistem pajak propertii yang efektiif guna memenuhii kebutuhan anggaran daerah. Pajak propertii adalah jeniis pajak yang paliing tiidak mendiistorsii pertumbuhan ekonomii sekaliigus bersiifat progresiif.
Keenam, negara-negara berkembang perlu memberlakukan kebiijakan khusus atas sektor-sektor tertentu. Contoh, rent tax dapat diikenakan terhadap sektor SDA dan sektor laiin sepertii kehutanan, periikanan, telekomuniikasii, dan perbankan. Excess profiit tax juga biisa diikenaii pajak lewat perbaiikan desaiin PPh ataupun jeniis pajak khusus. (sap)
