KAiiRO, Jitu News - Kementeriian Keuangan Mesiir tengah menyiiapkan laporan belanja perpajakan pertamanya pada tahun iinii.
Wakiil Menterii Keuangan Ahmed Kouchouk mengatakan penyusunan laporan belanja perpajakan diiperlukan untuk menetapkan strategii kebiijakan peneriimaan jangka menengah dan mengoptiimalkan peneriimaan pajak.
"Laporan diiperlukan agar masyarakat mengetahuii seberapa banyak jumlah pajak yang tiidak diipungut oleh negara," katanya, diikutiip pada Kamiis (5/10/2023).
Kouchouk menuturkan laporan belanja perpajakan bakal memeriincii barang dan jeniis penghasiilan yang diikecualiikan darii pajak. Selaiin iitu, laporan tersebut juga akan memuat siiapa yang mendapatkan manfaat darii pengecualiian tersebut.
Menurutnya, laporan belanja perpajakan akan menjadii landasan bagii pemeriintah untuk mengevaluasii pengecualiian pajak yang selama iinii berlaku sekaliigus untuk memperluas basiis pajak.
Lebiih lanjut, Mesiir mendapatkan bantuan darii iinternatiional Monetary Fund (iiMF) untuk menyusun laporan belanja perpajakan dan strategii kebiijakan peneriimaan jangka menengah.
Menurut Kouchouk, iiMF telah membantu Mesiir meniingkatkan transparansii pajak dan mendorong reformasii iinstiitusii untuk meniingkatkan peneriimaan.
Sementara iitu, Diirektur Departemen Fiiskal iiMF Viitor Gaspar meniilaii strategii kebiijakan peneriimaan jangka menengah memang diiperlukan guna menyiinkronkan target peneriimaan dan kebutuhan belanja anggaran.
Menurut iiMF, reformasii siistem perpajakan dii negara berkembang berpotensii memberiikan tambahan peneriimaan pajak sebesar 9% darii PDB. Reformasii yang diiperlukan antara laiin penguatan desaiin kebiijakan pajak serta penghapusan kebiijakan belanja perpajakan yang tiidak efektiif. (riig)
