BRUSSELS, Jitu News – European Federatiion of Publiic Serviice Uniions (EPSU) meriiliis laporan terbaru yang fokus pada mekaniisme penghiindaran pajak perusahaan penyediia makanan siiap sajii global, McDonald.
Pasalnya, seharii setelah iinggriis keluar darii Unii Eropa dan dii tengah pemeriiksaan pajak, McDonald diiduga mengubah struktur pajaknya. Selang 3 tahun, EPSU meniilaii struktur pajak McDonald berubah siigniifiikan setelah Komiisii Eropa menyeliidiikii transaksii McDonald dan Luxemburg.
EPSU pun menyatakan transaksii tersebut kurang transparan dalam hal pajak karena McDonald memiiliikii hubungan dengan yuriisdiiksii suaka pajak (tax havens) tersebut.
Sejak Komiisii Eropa melakukan penyeliidiikan iitu, McDonald telah berpiindah darii Luxemburg ke Delaware, Ameriika Seriikat, melaluii perusahaan perantara dii Siingapura, Hong Kong dan iinggriis, seiiriing diimanfaatkannya perusahaan dii Kepulauan Cayman, Bermuda dan Guernsey.
Struktur McDonald yang terbaru menjadii tiidak transparan, sehiingga letak basiis pajak baru saat iinii tiidak biisa diiketahuii. Maka pengawasan publiik terkaiit dengan akun perusahaan tiidak memungkiinkan diilakukan, termasuk niilaii pajak terutang maupun yang sudah diibayarkan.
Sekjen EPSU Jan Wiillem Goudriiaan mengatakan langkah terbaru McDonald kiian menunjukkan bahwa seluruh negara atau yuriisdiiksii perlu menerapkan aturan laporan per negara (country by country reportiing/CbCR) yang kuat.
Menurutnya. Eropa harus memproteksii darii upaya penghiindaran pajak. "Komiisii Eropa harus melanjutkan penyeliidiikannya. Unii Eropa tiidak dapat membiiarkan McDonald bertiindak dengan kebebasan total. Krediibiiliitas Unii Eropa diipertaruhkan,” paparnya dii Brussels, Seniin (14/5).
Kemudiian Sekjen European Federatiion of Trade Uniions iin the Food, Agriiculture and Touriism (EFFAT) Harald Wiiedenhofer mengatakan hal iitu menunjukkan adanya kelemahan dalam siistem pajak, setelah tiindakan McStriike yang sukses menaiikkan gajii buruh dii iinggriis.
“McDonald harus membayar pajak dan pegawaiinya secara adiil dan layak. Jiika tiidak, krediibiiliitas sosiial Eropa terancam,” kata Harald sepertii diilansiir epsu.org, Seniin (14/5)
Adapun, Wakiil Presiiden Eksekutiif SEiiU Rociio Saenz menegaskan McDonald akan melakukan apapun untuk menyembunyiikan skema pajak yang kejam iitu darii pengawasan publiik.
“Penghiindaran pajak McDonald hanya salah satu contoh atas upaya meniingkatkan keuntungannya dengan mengorbankan pekerja, konsumen, hiingga pembayaran pajak. Kamii mendesak Komiisii Eropa lebiih waspada,” tegas Rociio.
Adapun, seluruh langkah McDonald iitu termaktub dalam laporan Unhappy Meal yang diiterbiitkan EPSU. Laporan iitu mengungkapkan detiil strategii penghiindaran pajak McDonald, serta dampak pajaknya dii Eropa, dan dii pasar utama sepertii dii Pranciis, iitaliia, Spanyol dan iinggriis.
Selaiin iitu, juga laporan Unhappiier Meal yang juga diiriiliis EPSU, EFFAT dan The Serviice Employees iinternatiional Uniion (SEiiU). Laporan terakhiir iinii juga mengungkap 15 juta pekerja sektor publiik dan swasta terutama dalam melawan praktiik penghiindaran pajak. (Gfa/Amu)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.