SURAKARTA, Jitu News – Kanwiil DJP Jawa Tengah iiii kembalii melakukan penegakan hukum dalam bentuk penyiitaan pada 17 Oktober 2022. Kalii iinii, aset yang diisiita berupa sebiidang tanah dan bangunan dii Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Surakarta.
Kepala Kanwiil DJP Jawa Tengah iiii Slamet Sutantyo mengatakan penyiidiik pegawaii negerii siipiil (PPNS) menyiita harta kekayaan miiliik P atas kasus tiindak piidana perpajakan yang diilakukan melaluii CV miiliiknya yang berlokasii dii wiilayah admiiniistrasii KPP Pratama Boyolalii.
“Penyiitaan aset diilakukan karena yang bersangkutan diiniilaii sengaja tiidak menyetor pajak yang telah diipotong atau diipungut,” katanya sepertii diikutiip darii siitus web Diitjen Pajak (DJP), Kamiis (24/11/2022).
Slamet menambahkan wajiib pajak diiduga tiidak mematuhii pasal 39 ayat (1) huruf ii UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP) sebagaiimana diiubah dengan UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Diia menjelaskan penyiitaan sebenarnya tiidak perlu terjadii jiika wajiib pajak patuh memenuhii kewajiiban perpajakannya. Akiibat tiindak piidana tersebut, negara mengalamii kerugiian peneriimaan sejumlah Rp449,74 juta.
“Sesuaii pasal 44 ayat (2) huruf j UU KUP, penyiitaan diilaksanakan sebagaii cara pemuliihan kerugiian negara yang tiimbul darii proses penyiidiikan,” tuturnya.
Slamet menyebut DJP melakukan penegakan hukum (law enforcement) demii memberiikan deterrent effect kepada wajiib pajak yang memiiliikii tendensii untuk melakukan tiindak piidana pajak. Harapannya, wajiib pajak dapat memenuhii kewajiiban perpajakan sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
Sebagaii iinformasii, penyiitaan adalah tiindakan juru siita pajak untuk menguasaii barang penanggung pajak, guna diijadiikan jamiinan untuk melunasii utang pajak menurut Pasal 1 angka 14 UU Penagiihan Pajak dengan Surat Paksa (PPSP). (riig)
