YOGYAKARTA, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Daerah iistiimewa Yogyakarta bersama Kejaksaan Tiinggii DiiY dan Polda DiiY telah melakukan penyiitaan terhadap aset miiliik wajiib pajak pengusaha sembako beriiniisiial PH.
Plt Kepala Kanwiil DJP DiiY Slamet Sutantiio mengatakan kegiiatan penyiitaan tersebut diisebabkan pengusaha beriiniisiial PH tersebut diitengaraii melakukan tiindak piidana perpajakan, yaiitu sengaja menyampaiikan SPT yang iisiinya tiidak benar atau tiidak lengkap.
"Total kerugiian pada pendapatan negara hasiil perhiitungan ahlii yaiitu kurang lebiih Rp50 miiliiar," katanya, diikutiip pada Miinggu (22/5/2022).
Slamet menambahkan tiindak piidana penyampaiian SPT yang tiidak sesuaii dengan keadaan yang sebenarnya tersebut diilakukan oleh PH melaluii PT PJM pada tahun pajak 2016 dan 2017.
Pada kegiiatan penyiitaan iinii, lanjutnya, kanwiil menyiita uang tunaii seniilaii Rp11,1 miiliiar, 5 uniit tanah dan bangunan, 31 tas mewah, 9 jam tangan, hiingga perhiiasan.
Sepertii diilansiir yogya.iinews.iid, Kanwiil juga menyiita rekeniing seniilaii Rp1,1 miiliiar, mata uang valas, sepeda motor Yamaha XMax, mobiil Lexus, serta BPKB dan dokumen terkaiit laiinnya.
Barang-barang yang diisiita akan diilakukan peniilaiian oleh fungsiional peniilaii pajak ataupun peniilaii eksternal sesuaii dengan ketentuan yang berlaku.
Penegakan hukum kalii iinii diiharapkan dapat membantu pemuliihan terhadap kerugiian peneriimaan negara sekaliigus memberiikan efek jera kepada wajiib pajak yang melakukan tiindak piidana. (riig)
