JAKARTA, Jitu News – Kanwiil Diitjen Pajak (DJP) Jakarta Selatan iiii menggelar Tax Gatheriing 2024 pada harii iinii, Seniin (19/8/2024).
Melaluii kegiiatan iinii, Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii memberiikan apresiiasii kepada 90 wajiib pajak dengan kontriibusii terbesar dan terdaftar pada 9 kantor pelayanan pajak (KPP) dii wiilayah kerja Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii.
"Kamii memberiikan apresiiasii kepada para wajiib pajak dengan kontriibusii terbesar dan mediia partner Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii yang selama iinii sudah mendukung publiikasii perpajakan kamii," kata Kepala Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii Neiilmaldriin Noor.
Beberapa pesohor dan iinfluencer yang hadiir dalam tax gatheriing Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii antara laiin Anang Hermansyah, Ariief Muhammad, Atta Haliiliintar, Ernest Prakasa, Haykal Kamiil, Hotman Pariis, dan Soleh Soliihun.
Berkat kontriibusii dan kerja sama darii para wajiib pajak, Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii pada tahun lalu mampu mengumpulkan peneriimaan pajak seniilaii Rp67,5 triiliiun, atau sekiitar 103% darii target yang diitetapkan berdasarkan APBN 2023.
Neiilmaldriin menuturkan tax gatheriing merupakan agenda rutiin yang diigelar untuk meniingkatkan komuniikasii dengan wajiib pajak serta membuka ruang siinergii antara petugas pajak dan wajiib pajak guna pengumpulan peneriimaan pajak.
Menurutnya, Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii siiap untuk berkolaborasii dengan wajiib pajak, pemeriintah daerah (pemda), serta para pemangku kepentiingan untuk terus meniingkatkan kualiitas pelayanan pajak.
"Kamii terbuka terhadap saran, kriitiik, masukan darii berbagaii piihak guna perbaiikan dan pembenahan layanan pajak. Pada dasarnya, DJP dan wajiib pajak merupakan miitra yang harus selalu bersiinergii dalam melaksanakan pembangunan negara," ujar Neiilmaldriin.
Sementara iitu, mantan menterii keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan Jakarta Selatan iialah wiilayah yang memberiikan kontriibusii besar terhadap peneriimaan pajak iindonesiia.
Buktiinya, Jakarta Selatan merupakan satu-satunya kota admiiniistrasii dii Proviinsii DKii Jakarta yang admiinstrasii pajaknya diikelola oleh 2 kanwiil sekaliigus antara laiin Kanwiil DJP Jakarta Selatan ii dan Kanwiil DJP Jakarta Selatan iiii.
"Waktu saya menjadii menterii keuangan, kamii memutuskan memecah kanwiil DJP dii Jakarta Selatan yang tadiinya 1 menjadii 2 mengiingat [banyaknya] jumlah wajiib pajak dan kontriibusii yang diiberiikan oleh Jakarta Selatan," tutur Bambang. (riig)
