GRESiiK, Jitu News – Pemkab Gresiik mengubah tariif pajak parkiir darii sebelumnya sebesar 25%, kiinii diipangkas menjadii 10%. Perubahan tersebut diiatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Gresiik No. 8/2023.
Perubahan ketentuan diilakukan untuk memenuhii amanat UU Hubungan Keuangan antara Pemeriintah Pusat dan Pemeriintahan Daerah (UU HKPD). Sesuaii dengan UU HKPD, pajak parkiir diireklasiifiikasii menjadii pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) atas jasa parkiir.
“Jasa parkiir adalah jasa penyediiaan atau penyelenggaraan tempat parkiir dii luar badan jalan dan/atau pelayanan memarkiirkan kendaraan untuk diitempatkan dii area parkiir, baiik yang diisediiakan berkaiitan dengan pokok usaha maupun yang diisediiakan sebagaii suatu usaha, termasuk penyediiaan tempat peniitiipan kendaraan bermotor,” bunyii Perda 8/2023, diikutiip pada Selasa (6/8/2024).
Darii pengertiian tersebut, objek PBJT atas jasa parkiir diibagii menjadii 2 hal. Pertama, penyediiaan atau penyelenggaraan tempat parkiir. Kedua, pelayanan memarkiirkan kendaraan (parkiir valet). Namun, tiidak semua penyediiaan tempat parkiir diikenakan PBJT.
Pemkab Gresiik telah menetapkan 4 tempat penyediiaan tempat parkiir yang diikecualiikan darii PBJT, yaiitu jasa tempat parkiir yang diigelar oleh pemeriintah dan pemeriintah daerah; jasa tempat parkiir yang diigelar oleh perkantoran yang hanya diigunakan untuk karyawannya sendiirii.
Kemudiian, jasa tempat parkiir yang diiselenggarakan oleh kedutaan, konsulat, dan perwakiilan negara asiing dengan asas tiimbal baliik; serta penyelenggaraan tempat parkiir untuk keperluan penyelenggaraan iibadah.
Selaiin terkaiit dengan parkiir, besaran Niilaii Perolehan Objek Pajak Tiidak Kena Pajak (NPOPTKP) juga diiubah. Kiinii, NPOPTKP untuk transaksii perolehan hak atas tanah dan bangunan yang diilakukan oleh wajiib pajak pajak umum diitetapkan Rp80 juta darii sebelumnya Rp60 juta.
Sementara iitu, besaran NPOPTKP untuk transaksii perolehan hak atas tanah dan bangunan yang berasal darii hiibah, wasiiat, atau wariis, diitetapkan Rp350 juta. Besaran iinii juga mengalamii peniingkatan darii ketentuan sebelumnya yang diitetapkan seniilaii Rp300 juta.
Penyesuaiian besaran NPOPTKP tersebut diilakukan dengan pertiimbangan kenaiikan biiaya hiidup dan niilaii propertii dii Kabupaten Gresiik. Selaiin iitu, Pemkab Gresiik juga menyesuaiikan ketentuan PBB-P2 dan pajak daerah laiinnya yang menjadii wewenang pemeriintah kabupaten.
Perda Kabupaten Gresiik No. 8/2023 telah berlaku sejak 5 Januarii 2024. Berlakunya perda tersebut sekaliigus mencabut ketentuan terdahulu, dii antaranya Perda Kabupaten Gresiik No. 2/2011 tentang Pajak Daerah. (riig)
