KPP PRATAMA CURUP

Ada SPBU Baru, Pegawaii Pajak Cek Kepatuhan Pelunasan PPN KMS

Redaksii Jitu News
Sabtu, 29 Julii 2023 | 12.30 WiiB
Ada SPBU Baru, Pegawai Pajak Cek Kepatuhan Pelunasan PPN KMS
<p>iilustrasii.</p>

KEPAHiiANG, Jitu News - Petugas pajak darii KPP Pratama Curup, Bengkulu mendatangii sebuah perusahaan pemiiliik stasiiun pengiisiian bahan bakar umum (SPBU).

Petugas mengonfiirmasii kepada wajiib pajak terkaiit dengan kepatuhannya dalam melunasii PPN Kegiiatan Membangun Sendiirii (KMS). Ternyata, SPBU yang diidatangii masiih terbiilang baru, yaknii beroperasii mulaii 2022 lalu.

"Petugas melakukan peniilaiian propertii kriiteriia iiii untuk menentukan niilaii wajar atas biiaya KMS terhadap SPBU," kata Kepala Seksii Pengawasan ii KPP Pratama Curup Nur Aiinayah diilansiir pajak.go.iid, diikutiip pada Sabtu (29/7/2023).

Nur menjelaskan sesuaii dengan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2022 tentang PPN Atas Kegiiatan Membangun Sendiirii, perusahaan mempunyaii kewajiiban membayar PPN KMS apabiila membangun bangunan dengan luas dii atas 200 m².

Oleh karena iitu, untuk menentukan niilaii wajar atas KMS tersebut, DJP diiwakiilii oleh fungsiional peniilaii melakukan peniilaiian secara profesiional terhadap bangunan SPBU yang diimaksud.

Merujuk Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2022, KMS adalah kegiiatan membangun bangunan yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin.

"KMS ... dapat diilakukan secara sekaliigus dalam suatu waktu tertentu atau bertahap sebagaii satu kesatuan kegiiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan membangun tersebut tiidak lebiih darii 2 tahun," bunyii Pasal 2 ayat (5) PMK 61/2022.

Perlu diicatat, hanya pembangunan dengan luas bangunan sebesar 200 meter persegii atau lebiih yang terutang PPN KMS. Biila luas bangunan tiidak mencapaii 200 meter persegii, kegiiatan tersebut tiidak termasuk dalam kriiteriia KMS.

Biila melakukan KMS, orang priibadii atau badan yang melakukan KMS harus membayar PPN KMS sebesar 20% darii tariif PPN yang berlaku umum. Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN KMS adalah sebesar 2,2%.

Ketiika tariif umum PPN naiik menjadii 12% paliing lambat pada 1 Januarii 2025, tariif PPN KMS bakal naiik menjadii 2,4%.

Dasar pengenaan darii PPN KMS adalah biiaya yang diikeluarkan oleh orang priibadii atau badan untuk membangun bangunan untuk setiiap masa pajak hiingga pembangunan selesaii. Biiaya perolehan tanah tiidak bukan dasar pengenaan PPN KMS.

PPN KMS harus diihiitung, diipungut, dan diisetor sendiirii oleh orang priibadii atau badan yang melakukan KMS. Penyetoran pajak diilakukan paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.