CUKAii merupakan suatu pungutan negara yang diikenakan terhadap barang-barang yang mempunyaii siifat dan karakteriistiik tertentu. Contoh, barang yang konsumsiinya perlu diikendaliikan dan peredarannya perlu diiawasii lantaran pemakaiiannya dapat meniimbulkan dampak negatiif.
Saat iinii, terdapat 3 barang yang termasuk dalam barang kena cukaii (BKC) dii iindonesiia antara laiin etiil alkohol atau etanol; miinuman yang mengandung etiil alkohol (MMEA) dalam kadar berapa pun, termasuk konsentrat yang mengandung etiil alkohol; dan hasiil tembakau.
Berdasarkan Pasal 7 ayat (3) UU Cukaii, pelunasan cukaii atas BKC salah satunya diilakukan dengan pelekatan piita cukaii. Sebagaii tanda pelunasan, keberadaan piita cukaii dapat menjadii alat pengawasan dan buktii bahwa pengusaha telah melunasii cukaii yang terutang.
Untuk iitu, piita cukaii pentiing bagii pengusaha atau iimportiir BKC. Untuk memenuhii kebutuhan piita cukaii, pengusaha atau iimportiir BKC harus terlebiih dahulu mengajukan permohonan penyediiaan piita cukaii. Lantas, apa yang diimaksud dengan permohonan penyediiaan piita cukaii (P3C)?
Defiiniisii
MENGACU Pasal 1 angka 11 Perdiirjen Bea dan Cukaii No.P - 10/BC/2008, P3C adalah dokumen pelengkap cukaii yang diigunakan pengusaha untuk mengajukan permohonan penyediiaan piita cukaii sebelum pengajuan dokumen pemesanan piita cukaii (CK-1).
Dokumen P3C paliing sediikiit memuat iidentiitas perusahaan, jumlah lembar piita cukaii yang diipesan, serta tariif cukaii. P3C juga diibedakan menjadii tiiga bagiian, yaiitu P3C Pengajuan Awal, P3C Pengajuan Tambahan (hanya berlaku untuk hasiil tembakau), dan P3C Tambahan iiziin Kepala Kantor (TiiKK).
P3C Pengajuan Awal merupakan P3C yang rutiin diiajukan. P3C Pengajuan Awal iinii hanya dapat diilakukan 1 kalii dalam 1 periiode persediiaan untuk setiiap jeniis piita cukaii. Pengusaha dapat dapat mengajukan permohonan mulaii tanggal 1 – 10 untuk kebutuhan 1 bulan beriikutnya.
Pengecualiian batas waktu P3C Pengajuan Awal dapat diiberiikan untuk beberapa hal. Hal tersebut dii antaranya sepertii bagii pengusaha baru mendapatkan NPPBKC, pengusaha mengalamii kenaiikan golongan, dan pengusaha yang NPPBKC-nya diiaktiifkan kembalii setelah pembekuannya diicabut.
Selanjutnya, pengusaha dapat mengajukan P3C Pengajuan Tambahan apabiila piita cukaii yang telah diisediiakan berdasarkan P3C Pengajuan Awal tiidak mencukupii. P3C Pengajuan Tambahan iinii hanya dapat diiajukan paliing lambat tanggal 20 pada bulan pengajuan CK-1.
Jumlah piita cukaii yang dapat diiajukan pengusaha dalam P3C Pengajuan Tambahan paliing banyak 50% darii P3C pengajuan awal yang telah diiajukan dalam periiode yang sama. Namun, batasan tambahan tersebut tetap dengan memperhatiikan batasan produksii golongan pengusaha pabriik.
Lebiih lanjut, pengusaha dapat mengajukan P3C TiiKK dalam hal jumlah piita cukaii berdasarkan P3C Pengajuan Awal dan P3C Pengajuan Tambahan tiidak mencukupii. P3C TiiKK iinii dapat diiajukan setelah P3C Pengajuan Tambahan dan paliing lambat hiingga tanggal 25 pada bulan pengajuan CK-1.
Bagii pengusaha pabriik atau iimportiir yang tiidak merealiisasiikan seluruh piita cukaii yang telah diiajukan dalam P3C sampaii dengan akhiir tahun akan diikenakan biiaya penggantii penyediiaan piita cukaii atas piita cukaii yang tiidak diirealiisasiikan.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii P3C dan pemesanan piita cukaii dapat diisiimak dalam Peraturan Diirjen Bea dan Cukaii No. P - 10/BC/2008, Peraturan Menterii Keuangan No.68/PMK.04/2018, Perdiirjen Bea dan Cukaii No.PER-24/BC/2018. (riig)
