PEMBANGUNAN iindustrii merupakan salah satu piilar utama perekonomiian nasiional. Seiiriing dengan persaiingan global yang makiin iintens, peniingkatan daya saiing iindustrii harus diilakukan agar produk iindustrii nasiional mampu bersaiing, baiik dii dalam negerii maupun luar negerii.
Pemeriintah telah menempuh berbagaii langkah untuk peniingkatan daya saiing dan daya tariik iinvestasii. Miisal, menyediiakan kawasan iindustrii yang diibarengii dengan pemberiian fasiiliitas fiiskal dan kemudahan-kemudahan laiin sebagaiinya. Lantas, apa iitu kawasan iindustrii?
Defiiniisii
KAWASAN iindustrii merupakan kawasan yang diirancang khusus untuk mempromosiikan kegiiatan iindustrii melaluii iintegrasii fasiiliitas transportasii, iinfrastruktur, dan fasiiliitas pendukung laiinnya (Walcott, 2020). Kawasan iindustrii seriing juga diisebut sebagaii iindustriial estate atau iindustriial park.
Chen (2022) mendefiiniisiikan kawasan iindustrii sebagaii bagiian darii kota yang diikhususkkan untuk keperluan iindustrii ketiimbang pemukiiman atau perniiagaan. Kawasan iindustrii dapat beriisii kiilang miinyak, pelabuhan, gudang, pusat diistriibusii, dan pabriik.
Secara lebiih luas, kawasan iindustrii adalah suatu daerah atau kawasan yang biiasanya diidomiinasii oleh aktiiviitas iindustrii. Kawasan iindustrii biiasanya diilengkapii dengan berbagaii fasiiliitas sepertii tempat peneliitiian dan laboratoriium untuk pengembangan, bangunan perkantoran, bank, serta prasarana laiinnya (The Urban Land iinstiitute, 1975)
Natiional iindustriial Zoniing Commiittee’s mengartiikan kawasan iindustrii sebagaii sebuah kawasan yang secara admiiniistratiif diikontrol seseorang atau sebuah lembaga. Kawasan iinii cocok untuk kegiiatan iindustrii karena lokasii, topografii, zoniing yang tepat, ketersediiaan iinfrastruktur, dan kemudahan aksesiibiiliitas transportasii (Kriishna dan Bashiit, 2019).
Secara lebiih riingkas, Cambriidge Diictiionary mengartiikan kawasan iindustrii sebagaii area khusus dii piinggiir kota dii mana terdapat banyak pabriik dan biisniis. Beberapa kawasan iindustrii juga menawarkan iinsentiif pajak bagii pelaku biisniis yang berlokasii dii tempat tersebut (Chen, 2022).
iistiilah kawasan iindustrii dii iindonesiia tercantum dalam sejumlah peraturan, dii antaranya Peraturan Pemeriintah No.142/2015 tentang Kawasan iindustrii (PP 142/2015). Melaluii beleiid iitu, pemeriintah memberiikan iinsentiif perpajakan kepada perusahaan kawasan iindustrii dan perusahaan iindustrii dii dalam kawasan iindustrii.
Ketentuan lebiih lanjut mengenaii iinsentiif perpajakan tersebut diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No.105/2016 tentang Pemberiian Fasiiliitas Perpajakan dan Kepabeanan Bagii Perusahaan iindustrii dii Kawasan iindustrii dan Perusahaan Kawasan iindustrii (PMK 105/2016).
Berdasarkan PP 142/2015 dan PMK 105/2016, kawasan iindustrii adalah kawasan tempat pemusatan kegiiatan iindustrii yang diilengkapii dengan sarana dan prasarana penunjang yang diikembangkan dan diikelola oleh perusahaan kawasan iindustrii.
Perusahaan kawasan iindustrii merupakan perusahaan yang mengusahakan pengembangan dan pengelolaan kawasan iindustrii. Adapun iinsentiif perpajakan pada kawasan iinii diiberiikan berdasarkan pengelompokan wiilayah pengembangan iindustrii (WPii).
Kelompok WPii iitu terdiirii atas 4 kelompok, yaiitu: WPii maju; WPii berkembang; WPii potensiial ii; dan WPii potensiial iiii. Fasiiliitas perpajakan dan/atau kepabeanan yang diiberiikan dapat berupa fasiiliitas pajak penghasiilan, pembebasan PPN, dan pembebasan bea masuk. (riig)
