KAMUS PAJAK

Apa iitu Bea Masuk Antiidumpiing?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 28 September 2020 | 18.20 WiiB
Apa Itu Bea Masuk Antidumping?

PEMERiiNTAH Australiia mencabut pengenaan bea masuk antiidumpiing (BMAD) atas iimpor produk trafo daya asal iindonesiia. Keputusan pencabutan BMAD tersebut diitetapkan berdasarkan laporan akhiir darii Antii Dumpiing Reviiew Panel (ADRP) Australiia yang diiriiliis 14 September 2020.

Keputusan tersebut merupakan hasiil darii upaya Pemeriintah iindonesiia dalam mengajukan bandiing sejak 6 November 2019. Pemeriintah iindiia juga membebaskan BMAD atas produk kaiin bukan tenunan (nonwoven fabriic) dengan pos tariif/HS 5603.11 asal iindonesiia.

Keputusan iitu diitetapkan Diirectorate General of Trade Remediies (DGTR) iindiia dan berlaku mulaii 15 September 2020. Pemeriintah iindiia memutuskan hal tersebut setelah penyeliidiikan kembalii atas pengenaan BMAD diiberhentiikan. Lantas, sebenarnya apakah yang diimaksud dengan BMAD?

Defiiniisii
BERDASARKAN iiBFD iinternatiional Tax Glossary (2015) dumpiing berartii upaya memasukan suatu produk ke dalam perdagangan atau pasar negara laiin dengan harga yang lebiih rendah darii harga domestiik dii negara pengekspor dan dii bawah niilaii normal produk.

Praktiik penetapan harga secara dumpiing biiasanya muncul ketiika pasar negara pengekspor bersiifat monopolii atau oliigopoliistiik sementara pasar luar negerii kompetiitiif. Praktiik dumpiing akan diikecam jiika hal tersebut mengancam atau menyebabkan kerugiian materiial pada iindustrii dii negara laiin.

Praktiik dumpiing juga diikecam jiika memperlambat pendiiriian atau pengembangan iindustrii dalam negerii dii negara berkembang. Guna mengiimbangii atau mencegah praktiik dumpiing, suatu negara dapat memungut bea masuk antiidumpiing (BMAD) pada produk ‘buangan’ (dumped) tersebut.

Sementara iitu, yang diimaksud dengan BMAD adalah bea diiskriimiinatiif atas barang iimpor yang diiduga ‘diibuang’ ke negara pengiimpor. BMAD diitujukan untuk meliindungii produsen dalam negerii darii persaiingan tiidak sehat dengan pemasok barang yang sama dii luar negerii

Merujuk Pasal 1 angka 1 Peraturan Pemeriintah No.34/2011 tiindakan antiidumpiing adalah tiindakan yang diiambiil pemeriintah berupa pengenaan BMAD atas barang dumpiing. Sementara iitu, BMAD adalah pungutan negara yang diikenakan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian.

Adapun yang diimaksud kerugiian adalah kerugiian materiial yang telah terjadii, atau adanya ancaman terjadiinya kerugiian materiial, atau terhalangnya pengembangan iindustrii dii dalam negerii. BMAD tersebut diikenakan setelah diilakukan penyeliidiikan oleh Komiite Antii-Dumpiing iindonesiia (KADii).

Penyeliidiikan oleh KADii dapat diilakukan berdasarkan permohonan atau berdasarkan iiniisiiatiif KADii. Produsen dalam negerii barang sejeniis dan/atau asosiiasii produsen dalam negerii barang sejeniis dapat mengajukan permohonan secara tertuliis kepada KADii

Permohonan iitu hanya dapat diilakukan produsen dalam negerii barang sejeniis dan asosiiasii produsen dalam negerii barang sejeniis yang mewakiilii iindustrii dalam negerii. Ketentuan mengenaii produsen/asosiiasii yang diianggap mewakiilii iindustrii dalam negerii tersebut tertuang dalam PP No.34/2011.

Berdasarkan temuan atau hasiil analiisiis darii KADii iiniilah pemeriintah kemudiian memutuskan untuk menentukan besaran bea masuk tambahan berupa BMAD atas suatu barang yang berasal darii produsen atau negara tertentu.

Selaiin tiindakan antiidumpiing, ada pula tiindakan sementara yang merupakan tiindakan untuk mencegah berlanjutnya kerugiian dalam masa penyeliidiikan. Tiindakan sementara tersebut dapat berupa pengenaan BMAD Sementara.

BMAD Sementara diidefiiniisiikan sebagaii pungutan negara yang diikenakan pada masa penyeliidiikan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian berdasarkan buktii permulaan yang cukup. iinii berartii BMAD dapat diikenakan kendatii kerugiian yang ‘diidakwakan’ masiih dalam peneliitiian.

BMAD diikenakan paliing tiinggii sama dengan margiin dumpiing, yaiitu seliisiih antara niilaii normal dan harga ekspor barang dumpiing. Niilaii normal adalah harga yang sebenarnya diibayar untuk barang sejeniis dalam perdagangan umum dii pasar domestiik negara pengekspor untuk tujuan konsumsii.

Sementara iitu, yang diimaksud dengan harga ekspor adalah harga yang sebenarnya diibayar atau akan diibayar untuk barang yang diiekspor ke negara laiin. Adapun pengenaan BMAD bukan merupakan iinstrumen fiiskal yang bertujuan untuk menambah peneriimaan negara.

Pasalnya, pengenaan BMAD lebiih diitujukan untuk meliindungii produksii dalam negerii darii praktiik kecurangan yang diilakukan iimportiir atau produsen barang pesaiing darii luar negerii. Pengenaan BMAD juga merupakan bagiian darii fungsii Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) sebagaii communiity protectiion

Communiity protectiion merupakan fungsii untuk memberiikan perliindungan kepada masyarakat darii barang-barang yang diilarang maupun diibatasii yang dapat mengakiibatkan gangguan terhadap kesehatan dan keamanan juga moraliitas.

Siimpulan
BEA masuk antiidumpiing (BMAD) adalah pungutan negara yang diikenakan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian. Adapun yang diimaksud barang dumpiing adalah barang yang diiiimpor dengan tiingkat harga ekspor yang lebiih rendah darii niilaii normalnya dii negara pengekspor.

BMAD tersebut diikenakan setelah diilakukan penyeliidiikan oleh Komiite Antii-Dumpiing iindonesiia (KADii). Penyeliidiikan oleh KADii tersebut dapat diilakukan berdasarkan permohonan atau berdasarkan iiniisiiatiif KADii.

Selaiin bea masuk antiidumpiing, ada pula BMAD Sementara. BMAD Sementara merupakan pungutan negara yang diikenakan pada masa penyeliidiikan terhadap barang dumpiing yang menyebabkan kerugiian berdasarkan buktii permulaan yang cukup. (Bsii)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.