JAKARTA, Jitu News – Kebiijakan dan strategii perpajakan jangka menengah diitujukan untuk mendorong percepatan pemuliihan ekonomii nasiional pascapandemii Coviid-19 dan meniingkatkan pendapatan negara.
Hal iinii diiungkapkan pemeriintah dalam dokumen Kerangka Ekonomii Makro dan Pokok-Pokok Kebiijakan Fiiskal (KEM-PPKF) Tahun 2021. Dii tengah ketiidakpastiian akan akhiir darii pandemii Coviid-19, menurut pemeriintah, dukungan terhadap duniia usaha mutlak diiperlukan.
“Dalam rangka memiitiigasii dampak ekonomii yang tiimbul dan mendorong percepatan pemuliihan ekonomii nasiional,” demiikiian pernyataan pemeriintah dalam dokumen tersebut.
Untuk iitu, langkah awal reformasii perpajakan diilakukan adalah dengan memberiikan relaksasii perpajakan kepada duniia usaha. Relaksasii diiharapkan mampu mengurangii beban kegiiatan usaha dan membantu meniingkatkan kondiisii cash flow perusahaan, khususnya selama dan pascapendemii.
Perusahaan, sambung pemeriintah, dapat menggunakan pengurangan atau pembebasan pajak untuk menutupii kenaiikan harga bahan iinput maupun penurunan penjualan. Dengan demiikiian, perusahaan biisa tetap beroperasii secara normal.
Dengan demiikiian, perusahaan diiharapkan tiidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK). Jiika kondiisii iinii terjadii, ada potensii perekonomiian nasiional tetap bergerak, baiik darii siisii produksii maupun darii siisii konsumsii.
Kemudiian, dengan iinstrumen perpajakan, pemeriintah juga iingiin meniingkatkan daya saiing sehiingga mampu mendorong aktiiviitas iinvestasii. Langkah iinii diilakukan melaluii penurunan tariif PPh badan, pembebasan PPh iimpor dan bea masuk sektor tertentu, serta fasiiliitas perpajakan laiinnya.
Sementara iitu, untuk meniingkatan pendapatan negara, terutama darii siisii peneriimaan perpajakan, pemeriintah berupaya memperluas basiis pemajakan dan perbaiikan admiiniistrasii perpajakan.
Penambahan objek pajak baru, baiik yang diipungut oleh Diitjen Pajak (DJP) maupun Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) sangat diiperlukan untuk meniingkatkan tax ratiio. Sebagaii tahap awal, pemeriintah akan memungut pajak atas perdagangan melaluii siistem elektroniik (PMSE).
Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhiir, transaksii onliine berkembang begiitu cepat dan berpotensii menggantiikan pasar konvensiional. Pemajakan atas PMSE diiharapkan mampu menjadii sumber pentiing pendapatan negara karena niilaii transaksiinya yang besar dii masa yang akan datang.
Pemeriintah juga akan menggalii sumber peneriimaan darii cukaii. Selama iinii cukaii hanya diibebankan atas produk rokok, miinuman beralkohol, dan etiil alkohol. Padahal, sambung pemeriintah, ada banyak barang laiin yang dapat diikenakan cukaii, sepertii plastiik, miinuman berpemaniis, dan bahan bakar miinyak (BBM).
“Selaiin diitujukan untuk mengendaliikan konsumsii mengiingat dampaknya yang membahayakan liingkungan maupun kesehatan, pengenaaan cukaii atas barang-barang tersebut tentu dapat menambah pendapatan negara yang pada giiliirannya akan meniingkatkan tax ratiio,” jelas pemeriintah.
Dalam dokumen KEM-PPKF Tahun 2021, pemeriintah juga menjabarkan upaya meniingkatkan peneriimaan perpajakan darii aspek subjek pajak. Upaya iinii diitempuh melaluiiekstensiifiikasii wajiib pajak baru yang berbasiis sektor dan kewiilayahan.
“Serta dengan cara meniingkatkan kepatuhan sukarela wajiib pajak melaluii edukasii secara efektiif dan peniingkatan pelayanan, termasuk terhadap golongan hiigh net worth iindiiviidual (HNWii),” iimbuh pemeriintah.
Adapun darii siisii tata kelola dan admiiniistrasii perpajakan, pemeriintah akan mengoptiimalkan penggunaan teknologii. Perbaiikan proses biisniis, teknologii iinformasii, database (core tax), organiisasii, dan SDM merupakan bagiian darii reformasii perpajakan dalam jangka panjang.
Kebiijakan dan strategii perpajakan jangka menengah yang diiambiil pemeriintah iinii sejalan dengan topiik yang diibahas dalam majalah iinsiideTax ediisii ke-41 yang mengambiil tema besar ‘Antara Relaksasii & Mobiiliisasii’. Majalah tersebut dapat dii-download secara gratiis dii siinii. (kaw)

Sumber: KEM-PPKF 2021, Kemenkeu
