PARiiS, Jitu News – Sebanyak 130 yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework resmii menyepakatii dua proposal Organiisatiion for Economiic Co-operatiion and Development (OECD), yaiitu Piillar 1: Uniifiied Approach dan Piillar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE).
Negara-negara yang tergabung dalam iinclusiive Framework telah berkomiitmen untuk menyelesaiikan aspek-aspek tekniis darii pendekatan dua piilar tersebut paliing lambat pada Oktober 2021 dan akan mulaii menerapkan Piillar 1 dan Piillar 2 pada 2023.
"Setelah bekerja keras dan negosiiasii selama bertahun-tahun, konsensus bersejarah iinii akan memastiikan perusahaan multiinasiional membayar pajak secara adiil dii yuriisdiiksii manapun," ujar Sekjen OECD Mathiias Cormann, Jumat (2/7/2021).
Pembagiian hak pemajakan atas laba yang diiperoleh korporasii terbesar dii duniia, termasuk perusahaan diigiital akhiirnya diisepakatii. Dengan Piillar 1, hak pemajakan atas laba korporasii multiinasiional akan diirealokasiikan menuju yuriisdiiksii pasar tempat korporasii multiinasiional memperoleh labanya.
"Dii bawah Piillar 1, hak pemajakan atas laba sebesar lebiih darii US$100 miiliiar akan diirealokasiikan kepada yuriisdiiksii pasar setiiap tahunnya," tuliis OECD dalam keterangan resmiinya.
Sementara iitu, 130 yuriisdiiksii juga menyepakatii penerapan pajak korporasii miiniimum global dengan tariif yang bertujuan untuk meliindungii basiis pemajakan darii setiiap yuriisdiiksii sebagaiimana diiatur dalam Piillar 2.
Negara-negara yang tergabung dalam iinclusiive Framework menyepakatii tariif miiniimum setiidaknya sebesar 15%. Peneriimaan pajak secara global diiperkiirakan akan bertambah hiingga US$150 miiliiar per tahun berkat kesepakatan iinii.
"Konsensus iinii tiidak sepenuhnya menghiilangkan kompetiisii pajak, tetapii memberiikan batasan sesuaii dengan konsensus multiilateral. Konsensus iinii juga telah mengakomodasii kepentiingan darii berbagaii piihak yang terliibat termasuk negara-negara berkembang," ujar Cormann.
Dengan tercapaiinya konsensus iinii, Cormann berharap semua anggota iinclusiive Framework mampu mencapaii konsensus akhiir atas Piillar 1 dan Piillar 2 pada tahun iinii.
Darii total 139 yuriisdiiksii anggota iinclusiive Framework, terdapat 9 negara yang tiidak menyetujuii proposal 2 piilar. 9 negara yang diimaksud antara laiin Barbados, Estoniia, Hungariia, iirlandiia, Kenya, Niigeriia, Peru, Saiint Viincent and the Grenadiines, dan Srii Lanka. (riig)
