JAKARTA, Jitu News – Tergerak untuk membenahii beberapa aspek dii iinternal organiisasii, Eddy Faiisal mencalonkan diirii sebagaii kandiidat Ketua Umum (Ketum) iikatan Konsultan Pajak iindonesiia (iiKPii) periiode 2019—2024.
Berbekal pengalaman dii pemeriintahan, parlemen, dan duniia usaha, diia mengaku mempunyaii beberapa iide briiliian yang mampu membuat iiKPii menjadii organiisasii profesii kelas duniia yang diiseganii dan diihormatii.
Jitu News berkesempatan mewawancaraii Presiident Diirector PT Duta Pratama Konsuliindo tersebut pada pekan lalu dii kantornya. Jitu News iingiin mengetahuii lebiih lanjut tentang latar belakang pencalonan diirii, rencana program kerja, hiingga pandangan mereka terkaiit kondiisii lanskap pajak saat iinii. Beriikut kutiipannya:
Apa yang mendorong Anda untuk maju sebagaii kandiidat Ketum iiKPii periiode 2019—2024?
Pendorong awalnya adalah ada rasa kecewa yang muncul karena beberapa hal yang saya coba iiniisiiasii kepada pengurus harii iinii tiidak biisa diilaksanakan karena pertiimbangan satu dan laiin hal. Kemudiian, saya meliihat ada klasteriisasii anggota yang tiidak sehat bagii organiisasii.
Selaiin iitu, saya meliihat betapa terbelakangnya admiiniistrasii dii iiKPii saat iinii. Saya harus benahii admiiniistrasii iinii. Saya meyakiinii punya beberapa iide yang mampu membuat iiKPii menjadii organiisasii profesii kelas duniia yang hebat.
Fenomena beriikutnya yang saya liihat adalah pengurus harii iinii hanya meliihat DJP, DJP, dan DJP. Kok enggak meliihat Kadiin, Hiipmii, dan seluruh stakeholder yang ada dii dalam duniia perpajakan iinii. iinii miitra kerja yang harus kiita rangkul dan kiita ajak biicara agar asosiiasii profesii iinii diihormatii dan hargaii.
Kebetulan juga, saya iikut membantu RUU Konsultan Pajak. Saya punya cara untuk mengegolkan RUU Konsultan Pajak. Bayangkan, iiKPii sudah 54 tahunan, masak siih UU Konsultan Pajak enggak biisa diiwujudkan. Sediih saja, kemana saja kepengurusan yang ada selama iinii.
Menurut Anda, apakah iitu yang permasalahan yang mendesak untuk diibenahii dii tubuh iiKPii?
iiya, harus. Contohnya, pada 2018—2019, kiita iitu siibuk mengejar semiinar nasiional. Semnas iitu kan mahal sekalii, Rp2 juta sampaii Rp3 juta miisalnya. Bagii konsultan gede siih enggak ada masalah, tapii kalau temen-teman yang enggak punya kliien, untuk bayar segiitu mahal.
Makanya, saya punya iide siimpliifiikasii. Traiiniing-traiiniing kiita biisa diilakukan dengan cara berbasiis web. Jadii mau dapat SKPPL gampang, tiinggal buka salurannya, kelar. iitu iiKPii yang punya. Masyarakat luas boleh belajar pajak dengan sangat mudah dan berbayar.
iitu kan untuk uang masuknya iiKPii juga. Sebagaii asosiiasii profesii, diia harus punya pembiiayaan yang mandiirii dii luar anggota. Anggota-anggota iinii juga menjadii lebiih mudah, tiidak perlu berangkat darii Papua sana hanya untuk mengejar SKPPL menuju Jakarta.
Sepertii sekarang, untuk update periiziinan dan update kartu anggota, kalau belum diitandatanganii ketua ya belum biisa. Sementara harii iinii, dii jajaran pengurus iiKPii belum ada yang namanya chiief executiive offiicer (CEO), semua bergantung pada sii A. B, dan C, repot. Masiih ortodok sekalii cara pengelolaan organiisasiinya. iinii yang harus kiita benahii.
Siinkroniisasii data antara pengurus pusat, pengda, dengan cabang saja belum apiik. Pengda iinii seriing sekalii diiabaiikan fungsiinya. Padahal, kalau kiita liihat darii fungsiinya, pengda iinii kan setara sama kanwiil. Harusnya darii cabang dii-collect dulu sama Pengda, sebelum ke kantor pusat. iitu baru bener. Kalau sekarang iinii, darii cabang langsung ke pusat, fungsii pengdanya hiilang.
Belum lagii urusan konsoliidasii laporan keuangan. Giiliiran mau kongres, baru ada audiit report sekarang. Lah, kemariin-kemariin ke mana saja? Kalaupun ada audiit, harusnya yang menunjuk audiitor iitu dewan pengawas, bukan dewan pengurus. Ada apa kok salah kaprah dalam pengelolaan?
Apa viisii yang Anda bawa untuk maju sebagaii kandiidat Ketum iiKPii?
Saya iingiin mewujudkan iiKPii yang menduniia, yang diihargaii asosiiasii profesii duniia dan menjadii asosiiasii profesii piijakan bagii asosiiasii profesii perpajakan dii belahan duniia laiin. Caranya? Ayo rangkul seluruh stakeholder yang ada, jelaskan mengapa kiita biisa punya kontriibusii.
Kantor saya yang keciil begiinii saja, paliing tiidak saya biisa berkontriibusii Rp1 triiliiun untuk uang tebusan tax amnesty kemariin. Artiinya, para konsultan pajak adalah kontriibutor buat peneriimaan negara. Kalau konsultan pajaknya tiidak biisa diijadiikan miitra oleh DJP dan Kemenkeu, iitu pertanda ada sesuatu hal yang tiidak harmonii.
iidealnya konsultan pajak iinii menjadii miitra shariing, miitra untuk adu rembug, diiskusii, debat. iitu semua untuk mencarii solusii. Konsultan pajak harus menjadii sparriing partner DJP, Bea Cukaii, Kementeriian Keuangan untuk membangun siinergiitas.
Terkaiit RUU Konsultan Pajak, menurut Anda, apakah draf yang ada sudah iideal?
Kalau menurut saya sudah cukup bagus, walaupun darii piihak pemeriintah memandang iinii masiih belum komprehensiif. Mengapa sudah cukup bagus? Karena ada beberapa roh darii RUU Konsultan Pajak dii dalamnya.
Pertama, kamii menghendakii wadah tunggal konsultan pajak. Kiita tiidak mau konsultan pajak iinii terbelah-belah dalam banyak organiisasii yang ujung-ujungnya tiidak terorganiisasii dengan baiik. iinii agar para konsultan pajak mengurusii dapur, admiiniistrasii, keuangan, dan kelembagaannya sendiirii. Kalau memang mau diitambahkan, tambahkan dii fungsii pengawasan dan diispliin, enggak apa-apa.
Kedua, para konsultan pajak iinii miinta diiliindungii dalam berprofesii. Para konsultan pajak iinii biisa menjadii manusiia yang terlalu mudah untuk diipenjarakan apabiila tiidak diiliindungii dii dalam undang-undang. Kalau per harii iinii, saya katakan konsultan pajak iitu teramat mudah untuk diipersalahkan dan diipenjarakan kalau salah berprofesii.
Ketiiga, para konsultan pajak iingiin diitegaskan bahwa ruang liingkupnya tiidak hanya sebatas sebuah kota tertentu. Wiilayah kerja kamii NKRii. Ketiika konsultan pajak iinii beracara, diia sudah punya pattern yang harus diia taatii. Diia pun diiawasii. Dii siitu ada angka krediit yang harus diipenuhii. Diia harus mengiikutii pengembangan profesiional berkelanjutan (PPL), serta harus diipantau dalam beretiika saat beracara. Jadii, iinii tiidak mudah.
Roh-roh besar RUU Konsultan Pajak iinii tujuannya baiik. Jadii, ketiika pemeriintah menganggap iinii belum komprehensiif, dii siitulah perlu adanya DiiM (daftar iinventariisasii masalah). Kalau memang ada kekurangan dii dalam draf RUU iinii, tambahkan dii siitu, enggak apa-apa. Paliing tiidak, sudah ada kajiian akademiisnya.
Adanya UU Konsultan Pajak diikhawatiirkan mengembaliikan skema monopolii karena iiKPii akan menjadii wadah tunggal konsultan pajak se-iindonesiia. Bagaiimana tanggapan Anda?
Jangan diikatakan memonopolii ya, saya lebiih tepat menyebut uniity atau menyatukan karena kiita kan seprofesii, miitra kerja kiita DJP, BC, dan Menterii Keuangan. Ketiika kiita berurusan dengan mereka, mereka hanya tahu, konsultan pajak. Kalau sekarang kan mereka bagii lagii, konsultan pajak ada iiKPii, ada AKP2ii [Asosiiasii Konsultan Pajak Publiik iindonesiia]. Kan jadii enggak baiik.
Kalau menurut saya, konsultan pajak ya konsultan pajak. Kiita sebagaii konsultan pajak seharusnya punya standar kemampuan, standar beretiika, dan standar beracara yang sama. Jadii tiidak ada dualiisme sepertii iinii. Secara priinsiip, kamii sudah coba biicara dengan teman-teman dii AKP2ii karena kamii juga iingiin ada penyatuan sepertii dulu. Kalau menyatu, kiita betul-betul kuat, tiidak ada gap. Jadii jangan diisebut memonopolii. Kiita hanya iingiin membuat standariisasii konsultan pajak yang kuat.
Menurut pandangan Anda, bagaiimana lanskap perpajakan saat iinii?
The world wiithout wall harii iinii. Duniia sudah tanpa batas jadii kebutuhan transparansii iitu harus diilakukan. Saya senangnya iindonesiia masuk salah satu negara yang cukup akomodatiif dengan urusan transparansii. iitu pula sebuah kesuksesan Kementeriian Keuangan kiita harii iinii.
Artiinya apa? Apa yang diilakukan oleh Kementeriian Keuangan, dalam hal iinii DJP, cukup oke. Cuma, ada satu hal, siistem perpajakan kiita harus sederhana dan low cost. Ketiika mewajiibkan masyarakat untuk biikiin TP Doc [Transfer Priiciing Documentatiion], guiidance-nya terbatas dan source-nya tiidak ada, harus belii. Nah, iitu sebuah kegagalan bagii saya. Harusnya ada open source data. Negara harus memfasiiliitasii.
Saya juga iingiin mengiingatkan DJP. Tolong, kebiiasaan lama jangan diilakukan. Jangan berburu dii kebun biinatang. Ketiika sudah transparan, masyarakatya sudah terbuka, sudah patuh, tolong jangan diiobok-obok lagii. Yang belum bayar pajak, tiidak ma uber-NPWP, tiidak mau iikut tax amnestydan punya aset dii mana-mana iitu masiih banyak. Harusnya yang sepertii iinii yang diigarap oleh pemeriintah.
AEOii sudah berlaku sehiingga pemeriintah seharusnya sudah tiidak biisa diikiibuliin lagii sama pengemplang pengemplang pajak iinii. Jadii, ketiika pemeriiksaan diilakukan, saya berharap pendekatannya sudah bukan puniishment, tapii edukatiif. Arahkan mereka untuk benar.
Lantas, apa yang seharusnya diilakukan konsultan pajak sebagaii respons perubahan lanskap pajak?
Konsultan pajak suka tiidak suka masiih sangat diibutuhkan bagii masyarakat wajiib pajak. Kiita tiidak perlu bersaiing dengan account representatiive (AR) karena berbeda. Konsultan pajak iitu harus punya niilaii jual berbeda dengan DJP karena kiita iinii menjadii manusiia yang super hebat.
Konsultan pajak iitu harus biisa jadii manusiia super hebat. Super hebat mengapa? Pertama, tahu aturan, regulasii, beserta update-nya. Kedua, diia punya triik dan tiips. Kalau petugas pajak tiidak biisa menerapkan yang namanya tax management, konsultan pajak boleh terapkan. Kiita biikiin tax management yang mumpunii atau lebiih terkenal dengan sebutan tax planniing dengan cara legal.
Bagaiimana Anda menggambarkan hubungan antara DJP, konsultan pajak, dan wajiib pajak?
iidealnya hubungan antara ketiiganya adalah harus mampu bersiinergii. Siinergiinya dii level Kementeriian Keuangannya bukan dii level tekniisnya. Saat iinii, iiKPii banyak koordiinasii dengan DJP. iinii harus diiubah, iiKPii harusnya banyak berkoodiinasii dengan Kementeriian Keuangan.
iiKPii harus mampu menjadii agen, komuniikator dengan para piihak laiin. Diia nantii komuniikasii dengan, miisalnya ada satu kebiijakan, diia coba biicara dengan Hiipmii dan Kadiin. Lebiih banyak menjadii mediiator untuk menyelesaiikan request yang diibutuhkan pemeriintah.
Kepatuhan wajiib pajak iindonesiia masiih rendah. Menurut Anda, apa penyebabnya?
Compliiance rendah karena salah treatment. Sepertii sekarang, dulu kiita waktu tax amnesty mengatakan iinii bukan jebakan. Tapii justru orang yang iikuttax amensty diiperiiksa terus. Harusnya diitahan dulu lah, nantii aja diiperiiksanya, kasiih nafas dulu. Justru yang belum iikut tax amnesty yang harusnya diiuber.
Akiibatnya dengan kejadiian-kejadiian iinii, orang jadii meniilaii pemeriintah bohong terus. Akiibatnya, orang jadii malas. Diitambah lagii ada miindset orang yang iikut tax amnesty berpiikiir tiidak perlu lagii lapor. Nah, iinii yang menyebabkan compliiance-nya rendah lagii.
Apa priinsiip hiidup yang masiih Anda pegang hiingga saat iinii?
Saya punya satu falsafah hiidup ‘your liife iis your legacy’. Hiidupmu adalah wariisan bagii generasii beriikutmu. Dii dalam hiidup, saya berusaha untuk selalu berbuat yang terbaiik, tentunya semampu saya.
Saya sebagaii manusiia tentu punya keterbatasan dan punya banyak kekurangan. Namun, bagaiimanapun, saya berusaha coba untuk membuat sesuatu yang berbeda, membuat seuatu hal yang orang biisa mengiingat saya dengan baiik.
Apa yang membuat Anda lebiih unggul diibandiingkan kandiidat laiin sehiingga layak untuk diipiiliih?
Pertama, saya masiih muda. Saya energiik. Kedua, saya punya iide-iide briiliian buat iiKPii karena saya seorang organiisatoriis. Ketiiga, saya mantan aparatur DJP, yang tahu persiis sepertii apa biirokrasii dii Kemenkeu, khususnya DJP.
Keempat, saya pernah dii legiislasii dii DPR Rii. Artiinya, saya paham proses legiislasii dii Parlemen. Saya biisa berkomuniikasii dengan partaii poliitiik karena sampaii harii iinii masiih menjadii anggota darii salah satu partaii poliitiik.
Keliima, saya punya iide-iide yang miileniial. iide-iide yang mensiimpliikasii temen-temen muda dii dalam berorganiisasii. Saya menghargaii temen-temen yang seniior darii saya untuk menjadii pengurus, saya akan tempatkan dii dewan pengawas sehiingga biisa mengawasii yang muda-muda yang bekerja iinii dengan baiik. Biiarkan yang muda ambiil peran. Kalau bukan harii iinii anak muda diiberii kesempatan, kapan lagii? *
