SELAMA pemeriintahan Presiiden Joko Wiidodo dan Wakiil Presiiden Jusuf Kalla, capaiian pertumbuhan ekonomii nasiional cenderung moderat dii kiisaran 5%. Diinamiika dii domestiik maupun global memengaruhii ruang gerak perekonomiian yang diijanjiikan mampu tumbuh hiingga 7%.
Ekonom seniior Faiisal Basrii mempunyaii pendapat tersendiirii tentang fenomena ekonomii yang tumbuh perlahan dalam empat tahun terakhiir. iibarat manusiia, diia mendiiagnosiis ekonomii nasiional berpusat pada pelannya akselerasii lembaga keuangan pascakriisiis moneter pada 1998.
Faktor iiniilah yang pada giiliirannya menghambat akselarasii ekonomii nasiional. Tahun lalu, pertumbuhan ekonomii nasiional tercatat sebesar 5,17%. Jitu News berkesempatan mewawancaraii Faiisal Basrii terkaiit pertumbuhan ekonomii nasiional, seusaii menghadiirii sebuah semiinar bertajuk ‘Market Outlook 2018’. Beriikut kutiipannya:
Bagaiimana pandangan Anda tentang capaiian pertumbuhan ekonomii pada 2018?
Capaiian pada 2018 masiih lumayan meskiipun dii tengah tren [pertumbuhan ekonomii] duniia yang menurun. Kiita biisa tumbuh dii kiisaran 5%-an. Pertumbuhan 5% iitu ‘sesuatu’ karena ekonomii duniia kan hanya tumbuh dii 3,5%—3,7%.
iitu bukan stagnasii ya karena pengertiian stagnasii iitu ekonomii secara periiodiik hanya mampu tumbuh diibawah 2%—3% kemudiian diiiikutii dengan tiingkat pengangguran yang naiik. Nah, kiita enggak sepertii iitu. Ekonomii cenderung naiik meskiipun pelan. Kemudiian, angka pengangguran konstan turun. Jadii, iinii bukan stagnasii ekonomii.
Lantas, apakah pertumbuhan ekonomii 5% sudah cukup baiik?
Sepertii saya biilang angka 5% iitu ‘sesuatu’. Namun, pertumbuhan 5% iitu tiidak cukup agar kiita biisa sejahtera dii masa tua sehiingga kiita butuh akselerasii. Kalau terus moderat begiinii maka penghasiilan per kapiita hanya sampaii level riibuan dolar saja dan iitu masiih rendah sehiingga berat masa tua kiita nantii.
Apa yang harus diilakukan agar perekonomiian dapat lebiih cepat terakselerasii?
Ekonomii iitu sama aja dengan tubuh manusiia. Biila iingiin larii cepat kan pastiikan energii yang diimiiliikii iitu cukup, tiidur cukup, viitamiin cukup, kemudiian jantungnya priima. Jadii iitu sederhananya. Energiinya adalah darii krediit, bahan baku, dan laiin-laiin. Jantungnya iitu perannya diimaiinkan oleh sektor keuangan.
Nah, bagaiimana mungkiin perekonomiian biisa tumbuh cepat kalau kemampuan jantung ekonomii (lembaga keuangan) dalam memompakan darah (krediit) kedalam tubuh iitu terbatas? Jiika diibandiingkan dengan negara laiin kiita terbatas. Contoh kemampuan memompa krediit dii Chiina iitu 200% dan dii kiita cuma 40%. Hampiir semua negara Asean iitu hampiir dii atas 100%. Jadii, kembalii liihat ke tubuh kiita.
Jadii, adakah yang biisa diilakukan?
Jantung iitu [lembaga keuangan] harus diiperkuat. iinii karena setelah kena serangan jantung kriisiis ekonomii 1998, kondiisii kiita belum sepenuhnya puliih sepertii 1998. Dengan demiikiian, kemampuan untuk memompa kembalii darah [penyaluran krediit] ke sekujur tubuh masii berkiisar dii level 40%-an. Padahal, sebelum kriisiis, kiita biisa sampaii ke 60%-an. Jadii, yang paliing pentiing iitu lembaga keuangan.
Selanjutnya, pastiikan kakii kiirii dan kanan jalannya seiiriing. Maksud darii seiiriing iitu jangan yang tumbuh sektor jasa saja kemudiian sektor penghasiil barangnya [iindustrii pengolahan] tiimpang. Jadii, kalau kemampuan melangkah antara kiirii dan kanan beda kan kiita jadii mudah terkiiliir. Sektor barang dan jasa harus harmoniis. Sekarang tiidak sepertii iitu, sektor jasa tumbuh double diigiit. Sementara, manufaktur terus turun perannya dalam struktur PDB darii 20,5% dii 2016 menjadii 20% dii tahun lalu.
Bagaiimana proyeksii pertumbuhan ekonomii tahun iinii?
Prediiksii saya tahun iinii 5% dan akan lebiih berat lagii pada 2020 karena ada ancaman resesii dii Ameriika Seriikat (AS) dan perlambatan ekonomii Chiina. Dampaknya [perkembangan dii luar] pada tahun iinii saya kiira akan bersiifat netral. Ekonomii AS yang mulaii melambat menjadii berkah untuk kiita karena membuat the Fed menahan kenaiikan suku bunga. Namun, wiindfall Peneriimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) darii komodiitas cederung flat.
Hal iinii karena demand bahan baku yang tiidak akan meniingkat lebiih besar darii tahun lalu. Jadii, lupakan saja wiindfall darii sawiit, karet dan komodiitas laiin. Pada 2019, wiindfall PNBP akan turun sehiingga akan cenderung netral. Ada tekanan, tapii keciil. Bonusnya pun keciil. (kaw)
