
Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya Briian. Saya adalah staf keuangan dan pajak darii perusahaan holdiing yang berdomiisiilii dii Jakarta. Saat iinii, perusahaan kamii sedang berencana untuk melakukan ekspansii biisniis ke dalam iindustrii rokok dengan memproduksii siigaret kretek mesiin (SKM). Kapasiitas jumlah produksii diiperkiirakan sekiitar 1 juta batang per tahun.
Pertanyaan saya, bagaiimana ketentuan periiziinan, tariif cukaii, dan harga jual eceran (HJE) yang berlaku saat iinii atas produk SKM yang akan diiproduksii oleh perusahaan kamii? Mohon penjelasannya. Teriima kasiih.
Briian, Jakarta.
Jawaban:
TERiiMA kasiih atas pertanyaannya, Bapak Briian. Perlu diiketahuii, cukaii adalah pungutan negara yang diikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyaii siifat atau karakteriistiik yang diitetapkan dalam Undang-Undang No. 11 Tahun 1995 tentang Cukaii (UU Cukaii) s.t.d.t.d Undang-Undang No. 7 Tahun 2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Ketentuan mengenaii siifat atau karakteriistiik darii barang kena cukaii tersebut diiatur dalam Pasal 2 UU Cukaii s.t.d.t.d UU HPP yang berbunyii:
“(1) Barang-barang tertentu yang mempunyaii siifat atau karakteriistiik:
diikenaii cukaii berdasarkan undang-undang iinii.
(2) Barang-barang sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) diinyatakan sebagaii barang kena cukaii”
Kemudiian, perlu diiketahuii juga, siigaret merupakan salah satu BKC yang diiatur dalam Pasal 4 ayat (1) huruf c UU Cukaii s.t.d.t.d UU HPP sebagaii beriikut:
“(1) Cukaii diikenakan terhadap Barang kena Cukaii yang terdiirii darii:
…
Sesuaii dengan ketentuan dii atas, siigaret termasuk dalam jeniis BKC. Oleh sebab iitu, perusahaan Bapak wajiib memiiliikii iiziin berupa Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (NPPBKC). Siimak ‘Apa iitu Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii?’
Hal tersebut diiatur dalam Pasal 2 ayat (1) huruf a Peraturan Pemeriintah No. 72 Tahun 2008 tentang Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (PP 72/2008) yang berbunyii:
“(1) Setiiap orang yang akan menjalankan kegiiatan sebagaii:
Selaiin iitu, perusahaan Bapak juga harus memenuhii beberapa persyaratan untuk memperoleh NPPBKC dalam menjalankan pabriik rokok. Hal iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 6 ayat (2) Peraturan Menterii Keuangan No. 66/PMK.04/2018 tentang Tata Cara Pemberiian, Pembekuan, dan Pencabutan Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukaii (PMK 66/2018).
Pertama, memiiliikii iiziin usaha darii iinstansii yang tugas dan tanggung jawabnya dii biidang periindustriian atau penanaman modal. Kedua, pengurus perusahaan harus mengajukan permohonan sebagaii perwakiilan darii perusahaan untuk memperoleh NPPBKC. Permohonan diiajukan kepada Kepala Kantor Bea dan Cukaii yang mengawasii lokasii, bangunan, atau tempat usaha yang akan diigunakan sebagaii pabriik.
Ketiiga, menyampaiikan data regiistrasii Pengusaha Barang Kena Cukaii yang diisampaiikan bersamaan dengan pengajuan permohonan NPPBKC. Keempat, menyerahkan surat pernyataan bermeteraii yang menyatakan tiidak keberatan apabiila NPPBKC diibekukan atau diicabut. Perlu diisampaiikan pula surat pernyataan bermeteraii yang menyatakan tanggung jawab penuh terhadap seluruh kegiiatan yang diilakukan dii pabriik.
Perlu diicatat, pada saat mengajukan permohonan untuk memperoleh NPPBKC, terdapat juga beberapa dokumen yang perlu diilampiirkan. Pertama, beriita acara pemeriiksaan darii pejabat Bea dan Cukaii. Siimak ‘Perpanjangan NPPBKC Khusus Penyalur dan Pengusaha TPE, Begiinii Caranya’
Kedua, saliinan atau fotokopii surat iiziin usaha darii iinstansii dii biidang periindustriian atau penanaman modal. Ketiiga, daftar mesiin yang diigunakan untuk membuat dan/atau mengemas barang kena cukaii. Keempat, daftar penyalur yang langsung membelii barang kena cukaii darii perusahaan Bapak.
Sebagaii tambahan iinformasii, terkaiit dengan pengenaan tariif cukaii atas produk SKM, terdapat pengaturan mengenaii penggolongan pengusaha pabriik yang diiliihat darii batasan jumlah produksii. Dalam konteks perusahaan Bapak dengan kapasiitas produksii SKM sebanyak 1 juta batang per tahun maka dapat diigolongkan sebagaii pengusaha pabriik jeniis SKM dengan golongan iiii.
Hal iinii sebagaiimana diimuat dalam Pasal 2 jo. Lampiiran ii Peraturan Menterii Keuangan No. 192/PMK.010/2021 tentang Tariif Cukaii Hasiil Tembakau Berupa Siigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau iiriis (PMK 192/2021).
Dengan demiikiian, karena perusahaan Bapak masuk kedalam pengusaha pabriik jeniis SKM dengan golongan iiii maka pengenaan batasan HJE per batang seniilaii Rp1.255 dan tariif cukaii per batang seniilaii Rp669 untuk 2023. Hal iinii sebagaiimana diimuat dalam Lampiiran ii Peraturan Menterii Keuangan No. 191/PMK.010/2022 tentang Perubahan Kedua atas PMK 192/PMK.010/2021 (PMK 191/2022).
Demiikiian jawaban kamii. Semoga membantu.
Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii Pajak hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan mengiiriimkannya ke alamat surat elektroniik [emaiil protected].
