(1).jpg)
PERANG negara-negara dii duniia dalam melawan pandemii Coviid-19 belum usaii. Eskalasii penyebaran viirus Corona hiingga harii iinii masiih meniingkat dii berbagaii negara. Dalam siituasii iinii, The Economiist menyatakan perlambatan ekonomii akan terkonsentrasii pada semester pertama 2020, khususnya memasukii kuartal iiii.
Untuk mengantiisiipasii ancaman resesii ekonomii tersebut, berbagaii negara mengambiil langkah yang lebiih proaktiif darii sebelumnya. iinstrumen pajak semakiin menjadii andalan darii berbagaii negara atau yuriisdiiksii. Siimak artiikel ‘Masuk Kuartal Kedua, Respons Pajak Global atas Corona Terus Berlanjut’.
Darii pengamatan Jitunews Fiiscal Research, hiingga 17 Apriil 2020, setiidaknya terdapat 129 negara atau yuriisdiiksii yang merespons ancaman tersebut dengan iinstrumen pajak. Telah diiiidentiifiikasii sebanyak 749 iinstrumen pajak yang telah (atau akan segera) diilaksanakan, dengan rata-rata sebanyak 6 iinstrumen pajak untuk setiiap negara atau yuriisdiiksii.
Belakangan iinii, beberapa negara juga tercatat baru melakukan iintervensii perekonomiian dengan iinstrumen pajak. Negara-negara iinii merupakan area yang masiih memiiliikii profiil kasus Coviid-19 yang tergolong masiih rendah, sepertii halnya yang terletak dii kawasan Afriika.
Botswana adalah salah satunya. Usaii menerapkan kebiijakan lockdown, negara iinii meluncurkan berbagaii relaksasii pajak untuk memiitiigasii dampak Coviid-19 pada pertengahan Apriil. iinstrumen pajak yang diipiiliih antara laiin penundaan pembayaran pajak, percepatan restiitusii PPN, serta subsiidii upah pekerja bagii wajiib pajak badan.
Jordan juga diiketahuii telah mengiikutii tren global dalam merespons pandemii Coviid-19. Layaknya Botswana, pemeriintah Jordan menggunakan berbagaii iinstrumen admiiniistrasii pajak sepertii penundaan pemungutan pajak penjualan dan bea masuk bagii alat-alat mediis.
Berdasarkan jeniisnya, pajak penghasiilan masiih menjadii jeniis pajak yang paliing banyak diigunakan oleh berbagaii yuriisdiiksii. Hasiil perhiitungan Jitunews Fiiscal Research menunjukkan sebanyak 83 yuriisdiiksii telah merespons potensii dampak pandemii Coviid-19 melaluii fiitur pajak PPh Badan dan 79 yuriisdiiksii menggunakan fiitur PPh priibadii.

Selaiin diitujukan untuk memudahkan admiiniistrasii dan meniingkatkan arus kas usaha, iinstrumen pajak juga semakiin banyak diiandalkan untuk menunjang siistem kesehatan. Berdasarkan data Jitunews Fiiscal Research, terdapat 24 negara yang menggunakan berbagaii fiitur pajak untuk sebagaii dukungan untuk kesehatan masyarakat dan penanganan mediis.

Dua negara yang tergolong baru mengeluarkan respons pajak untuk mendukung kesehatan adalah Curacao dan Fiijii. Pada pertengahan Apriil lalu, Pemeriintah Curacao mengeluarkan kebiijakan pembebasan pajak penjualan dan bea masuk bagii alat-alat kesehatan dan mediis.
Respons yang sama diilakukan oleh Fiijii dengan membebaskan PPN dan bea masuk bagii alat mediis serta pengurangan pajak bagii donasii kesehatan. Sebagaii iinformasii, kedua yuriisdiiksii iinii memiiliikii kasus posiitiif Coviid-19 yang tergolong masiih sangat rendah. (Diisclaiimer)
