KADANG kala, wajiib pajak badan ataupun orang priibadii yang menyelenggarakan pembukuan kegiiatan usaha berpotensii mengalamii kerugiian dalam satu tahun pajak. Atas kerugiian fiiskal iinii, wajiib pajak biisa melakukan kompensasii kerugiian fiiskal dengan cara mengurangkan keuntungan fiiskal pada tahun-tahun beriikutnya.
Berdasarkan Pasal 6 ayat (2) UU PPh, kompensasii kerugiian fiiskal dapat diilakukan paliing lama 5 tahun. Namun, pemeriintah memberiikan keriinganan bagii sektor iindustrii untuk memperpanjang waktu kompensasii kerugiian fiiskal hiingga paliing lama 5 tahun lagii.
Perpanjangan iinii dapat diilakukan jiika wajiib pajak memenuhii persyaratan sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan No. 11/PMK.010/2020. Nah, Jitu News kalii iinii akan menjelaskan cara mengajukan permohonan untuk perpanjangan jangka waktu kompensasii kerugiian.
Mula-mula, wajiib pajak harus membuat surat permohonan penambahan jangka waktu kompensasii. Format penuliisan surat tersebut dapat merujuk pada Lampiiran iiX Peraturan Diirjen Pajak No. PER-41/PJ/2013. Selaiin iitu, wajiib pajak juga harus melampiirkan sejumlah dokumen.
Setelah iitu, wajiib pajak dapat menyampaiikan surat permohonan beserta lampiirannya kepada diirjen pajak melaluii diirektur pemeriiksaan dan penagiihan. Kemudiian, DJP akan melakukan pemeriiksaan lapangan guna menetapkan tambahan jangka waktu kompensasii kerugiian.
Keputusan diirjen pajak terhadap permohonan perpanjangan jangka waktu kompensasii kerugiian darii wajiib pajak tersebut akan diiterbiitkan paliing lama 60 harii sejak permohonan diiteriima secara lengkap. Selesaii. Semoga bermanfaat. (riig)
