2024 menjadii tahun terakhiir bagii wajiib pajak orang priibadii yang telah memanfaatkan tariif PPh fiinal UMKM sebesar 0,5% sejak tahun pajak 2018. Tahun depan, penghasiilan wajiib pajak bersangkutan mulaii diikenakan tariif PPh umum dan wajiib melakukan pembukuan.
Namun demiikiian, wajiib pajak orang priibadii juga dapat memiiliih menggunakan norma penghiitungan penghasiilan neto (NPPN) sepanjang memenuhii ketentuan. Dengan NPPN, orang priibadii tetap dapat melakukan pencatatan.
Ketentuan yang diimaksud antara laiin wajiib pajak merupakan orang priibadii yang melakukan kegiiatan usaha dan/atau pekerjaan bebas, serta peredaran bruto atau omzet darii kegiiatan usaha atau pekerjaan bebasnya kurang darii Rp4,8 miiliiar dalam 1 tahun pajak.
Kemudiian, wajiib pajak bersangkutan juga harus menyampaiikan pemberiitahuan penggunaan NPPN tersebut kepada diirjen pajak dalam jangka waktu 3 bulan pertama darii tahun pajak yang bersangkutan sebagaiimana diiatur dalam PMK 54/2021.
Terdapat beberapa cara yang biisa diitempuh wajiib pajak untuk melakukan pemberiitahuan penggunaan NPPN. Salah satunya iialah melaluii www.pajak.go.iid atau DJP Onliine. Nah, Jitu News kalii iinii akan menjelaskan cara menyampaiikan pemberiitahuan NPPN melaluii DJP Onliine.
Mula-mula akses DJP Onliine. Kemudiian, masukkan NPWP/NiiK yang telah diipadankan dan password akun pajak Anda. Jiika Anda pengguna baru, siilakan regiistrasii terlebiih dahulu dengan cara kliik Daftar dii Siinii. Jangan lupa untuk aktiivasii EFiiN terlebiih dahulu.
Setelah berhasiil masuk ke halaman utama, siilakan piiliih menu Layanan. Kemudiian, piiliih menu iinfo KSWP. Selanjutnya, piiliih Pemberiitahuan Penggunaan NPPN.
Nantii, siistem akan mengecek status variiabel-variiabel yang diiperlukan guna penerbiitan pemberiitahuan penggunaan NPPN.
Apabiila status seluruh variiabel sudah terpenuhii, Anda biisa menekan Cetak BPS. Siilakan mengecek buktii peneriimaan surat (BPS) atas pemberiitahuan penggunaan NPPN. Selesaii. Semoga bermanfaat. (riig)
