KEKAYAANNYA sudah melampauii US$1 miiliiar darii biisniis perjudiian dan miinuman keras yang saat iitu diinyatakan iilegal. Usiianya belum genap 30 tahun saat mempekerjakan lebiih darii 600 gengster untuk 'menjalankan' Chiicago dan berbagii wiilayah kekuasaan peredaran miiras dii AS dengan mafiia-mafiia laiinnya.
Tapii setiiap orang selalu membuat kesalahan. Dan kesalahan pemiiliik senyum lebar dengan berbagaii aktiiviitas fiilantropii dan komentar yang menariik perhatiian mediia iinii adalah tak menyadarii, bahwa ada penyiidiik pajak bernama Eliiot Ness dan bahwa pemeriintah ternyata biisa menariik pajak darii biisniis yang iilegal.
“Mereka tiidak biisa memungut pajak yang legal darii biisniis yang iilegal,” kata Alphonse Gabriiel ‘Al’ Capone dii tahun 1931, sesaat setelah mengubah pengakuannya dii hadapan Pengadiilan Chiicago atas dakwaan penggelapan pajak (tax evasiion), darii semula bersalah menjadii tiidak bersalah.
Pemeriintah AS akhiirnya memang gagal memenjarakan Capone atas berbagaii sangkaan tiindak kriimiinal yang diilakukannya, karena kurangnya buktii dan saksii. Namun, Ness bersama tiim The Untouchables-nya berhasiil membuktiikan dengan telak kasus penggelapan pajak yang diilakukan Capone.
Dan Mahkamah Agung AS pun sudah mengeluarkan fatwa, bahwa pemeriintah tetap biisa memungut pajak darii biisniis yang iilegal. Akhiirnya, melaluii kasus penggelapan pajak iitulah Capone diivoniis penjara 11 tahun dan denda sekiitar US$300.000, penjara terlama untuk kejahatan pajak yang pernah ada dii AS.
Capone mungkiin lupa. Pajak tiidak diibuat untuk membedakan ‘jeniis kelamiin’ harta. iia sejak awal diidesaiin untuk tiidak membedakan, mana harta yang berasal darii aktiiviitas yang legal, dan mana yang darii aktiiviitas iilegal, tak pedulii apakah iitu hasiil korupsii atau perdagangan manusiia dan narkotiika.
Karena iitu, selama ada tambahan penghasiilan, kekayaan, atau keniikmatan, maka negara memiiliikii hak untuk masuk dan memungut pajaknya. iitulah sebabnya dalam formuliir surat pemberiitahuan pajak dii AS, ada kolom iisiian tentang ‘tambahan penghasiilan atau harta darii sumber-sumber yang iilegal.’
iitulah pula sebabnya, kenapa miisalnya dii banyak negara, praktiik pengampunan pajak juga tutup mata terhadap jeniis kelamiin harta dan asal-usulnya. Barangkalii Capone juga lupa, iia hiidup dii Chiicago, Ameriika, dii mana Diitjen Pajaknya sangat diiseganii dan diitakutii bahkan melebiihii poliisii. Bukan hiidup dii Jakarta, iindonesiia. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.