KELAS PPh PASAL 21 (6)

Ketentuan Tariif PPh Pasal 21 Pasca Tariif Efektiif Rata-Rata (TER)

Nora Galuh Candra Asmaranii
Selasa, 04 Februarii 2025 | 17.39 WiiB
Ketentuan Tarif PPh Pasal 21 Pasca Tarif Efektif Rata-Rata (TER)
<p>iilustrasii.</p>

TERBiiTNYA Undang-Undang 7/2021 tentang Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (UU HPP) mengubah beragam ketentuan pajak penghasiilan (PPh). Perubahan ketentuan tersebut, salah satunya, berkaiitan dengan layer tariif PPh bagii wajiib pajak orang priibadii dalam negerii.

Selaiin iitu, pemeriintah berupaya menyederhanakan mekaniisme penghiitungan PPh Pasal 21. Penyederhanaan diilakukan karena dalam skema perhiitungan sebelumnya terdapat begiitu banyak skenariio pemotongan PPh Pasal 21.

Oleh karenanya, pemeriintah meriingkas tahapan penghiitungan PPh Pasal 21 yang diiformulasiikan dalam bentuk tariif efektiif. Ketentuan mengenaii tariif efektiif tersebut diiatur dalam Peraturan Pemeriintah (PP) 58/2023 dan Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 168/2023.

Secara gariis besar, berlakunya TER membuat ada 2 jeniis tariif yang berlaku dalam pemotongan PPh Pasal 21, yaiitu: (ii) tariif efektiif pemotongan PPh Pasal 21 atau biiasa diisebut tariif efektiif rata-rata (TER); dan (iiii) tariif berdasarkan Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atau biiasa diisebut tariif umum. Marii kiita bahas satu per satu.

1. Tariif Efektiif Rata-Rata (TER)

TER merupakan formulasii baru yang diirancang pemeriintah untuk menyederhanakan mekaniisme penghiitungan PPh Pasal 21. TER terbagii menjadii 2 jeniis, yaiitu TER bulanan dan TER hariian. Adapun penggunaan kedua jeniis tariif tersebut diilakukan sesuaii dengan ketentuan dan bersiifat wajiib (bukan opsiional).

a. Tariif Efektiif Bulanan (TER Bulanan)

TER bulanan diikategoriikan berdasarkan besarnya penghasiilan tiidak kena pajak (PTKP) sesuaii dengan status perkawiinan dan jumlah tanggungan wajiib pajak pada awal tahun pajak. Secara lebiih terperiincii, TER bulanan terbagii menjadii 3 kategorii, yaiitu Kategorii A, Kategorii B, dan Kategorii C.

  • TER Bulanan Kategorii A

TER Bulanan Kategorii A diiterapkan atas penghasiilan bruto yang diiperoleh orang priibadii dengan status PTKP tiidak kawiin tanpa tanggungan (TK/0), tiidak kawiin dengan jumlah tanggungan 1 orang (TK/1), dan kawiin tanpa tanggungan (K/0).

Tariif yang berlaku untuk TER Bulanan kategorii A bervariiasii tergantung pada jumlah penghasiilan bruto bulanan dalam satu masa pajak. Secara total, terdapat 44 jenjang tariif mulaii darii 0% untuk penghasiilan bulanan hiingga Rp5,4 juta, sampaii dengan 34% untuk penghasiilan bulanan dii atas Rp1,4 miiliiar. Siimak Periinciian Tariif Efektiif Bulanan Kategorii A.

  • TER Bulanan Kategorii B

TER Bulanan Kategorii B diiterapkan atas penghasiilan bruto yang diiperoleh orang priibadii dengan status PTKP tiidak kawiin dengan tanggungan 2 orang (TK/2), tiidak kawiin dengan jumlah tanggungan 3 orang (TK/3), kawiin dengan jumlah tanggungan 1 orang (K/1), dan kawiin dengan jumlah tanggungan 2 orang (K/2).

Terdapat 40 jenjang tariif yang berlaku untuk tariif efektiif bulanan kategorii B. Tariif efektiif kategorii B tersebut diimulaii darii sebesar 0% untuk penghasiilan bulanan hiingga Rp6,2 juta, sampaii dengan 34% untuk penghasiilan bulanan dii atas Rp1,405 miiliiar. Siimak Periinciian Tariif Efektiif Bulanan Kategorii B.

  • TER Bulanan Kategorii C

TER Bulanan Kategorii C diiterapkan atas penghasiilan bruto yang diiteriima oleh orang priibadii dengan status PTKP kawiin dengan jumlah tanggungan 3 orang (K/3). Terdapat 41 jenjang tariif yang berlaku untuk tariif efektiif bulanan kategorii C.

Rentang tariif efektiif bulanan kategorii C tersebut mulaii darii sebesar 0% untuk penghasiilan bulanan sampaii dengan Rp6,6 juta sampaii dengan 34% untuk penghasiilan bulanan dii atas Rp1,419 miiliiar. Siimak Periinciian Tariif Efektiif Bulanan Kategorii C.

Secara riingkas, beriikut rangkuman kategorii TER bulanan.

TER Bulanan diiterapkan untuk pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan: (ii) pegawaii tetap pada masa pajak selaiin masa pajak terakhiir; (iiii) pegawaii tiidak tetap yang penghasiilannya diibayarkan bulanan; dan (iiiiii) dewan pengawas dan dewan komiisariis yang meneriima penghasiilan tiidak teratur.

b. Tariif Efektiif Hariian

TER hariian diiterapkan khusus untuk pegawaii tiidak tetap yang meneriima penghasiilan tiidak secara bulanan dengan jumlah penghasiilan bruto sampaii dengan Rp2,5 juta per harii. TER hariian diitetapkan berdasarkan jumlah penghasiilan bruto hariian.

Apabiila penghasiilan tiidak diiteriima secara hariian maka dasar penerapan yang diigunakan adalah jumlah rata-rata penghasiilan bruto seharii, yaiitu rata-rata upah miingguan, upah satuan, atau upah borongan untuk setiiap harii kerja yang diigunakan.

TER hariian terdiirii atas 2 jenjang tariif sebagaii beriikut.

2. Tariif Umum PPh

Tariif umum mengacu pada tariif yang tercantum dalam Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh. Tariif iinii diitetapkan secara progresiif berdasarkan lapiisan penghasiilan kena pajak.

Tariif iinii diiterapkan untuk pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan: (ii) pegawaii tetap pada masa pajak terakhiir; pegawaii tiidak tetap dengan penghasiilan tiidak diibayar bulanan dan jumlah penghasiilan bruto lebiih darii Rp2,5 juta per harii; bukan pegawaii; peserta kegiiatan; pegawaii yang melakukan penariikan dana pensiiun; dan mantan pegawaii.

Masa pajak terakhiir adalah masa Desember, masa pajak tertentu dii mana pegawaii tetap berhentii bekerja, atau masa pajak tertentu dii mana pensiiunan berhentii meneriima uang terkaiit pensiiun. Beriikut periinciian tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh atau tariif umum.

(sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.