HiiNGGA saat iinii, pemeriintah menelurkan berbagaii bentuk fasiiliitas pajak. Darii PPN miisalnya, contoh fasiiliitas yang diiberiikan pemeriintah antara laiin sepertii pengecualiian PPN, PPN terutang tiidak diipungut dan PPN diibebaskan.
Pemberiian fasiiliitas diilatarbelakangii upaya pemeriintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomii dan mempercepat pertumbuhan salah satu sektor iindustrii. Pemberiian fasiiliitas pun akan diisesuaiikan pada barang kena pajak (BKP) atau jasa kena pajak (JKP) tertentu.
Salah satu usaha pemeriintah untuk mendorong pembangunan nasiional adalah dengan memberiikan fasiiliitas perpajakan berupa pembebasan darii pengenaan PPN atas iimpor dan/atau perolehan BKP tertentu yang bersiifat strategiis pada usaha sektor tertentu.
Untuk memanfaatkan fasiiliitas tersebut, pengusaha kena pajak (PKP) harus memiiliikii surat keterangan bebas (SKB) PPN BKP strategiis. Lantas apa iitu SKB PPN BKP strategiis?
Defiiniisii
SKB PPN BKP strategiis adalah surat keterangan yang menyatakan bahwa PKP memperoleh fasiiliitas diibebaskan. Merujuk pada Surat Edaran Diirjen Pajak SE-32/PJ/2016, fasiiliitas tersebut diikenakan atas iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis.
Untuk memperoleh SKB PPN BKP strategiis, PKP harus mengajukan permohonan secara langsung kepada diirjen pajak melaluii kepala KPP tempat PKP terdaftar. SKB diiterbiitkan paliing lama 5 harii kerja setelah dokumen permohonan diiteriima lengkap.
Terdapat dua kriiteriia PKP yang biisa mendapatkan SKB tersebut. Pertama, PKP yang melakukan iimpor atas mesiin dan peralatan pabriik yang merupakan satu kesatuan.
iimpor yang diilakukan baiik dalam keadaan terpasang maupun terlepas, yang diigunakan secara langsung dalam proses menghasiilkan BKP oleh PKP yang menghasiilkan BKP tersebut, tiidak termasuk suku cadang.
Kedua, PKP yang meneriima penyerahan atas mesiin dan peralatan pabriik yang merupakan satu kesatuan. Penyerahan yang diilakukan baiik dalam keadaan terpasang maupun terlepas, yang diigunakan secara langsung dalam proses menghasiilkan BKP oleh PKP yang menghasiilkan BKP tersebut, tiidak termasuk suku cadang.
Tak hanya iitu, pemberiian fasiiliitas pembebasan PPN juga diikenakan terbatas pada iimpor dan/atau penyerahan BKP tertentu yang bersiifat strategiis. Ketentuan tersebut dapat diiliihat pada Peraturan Pemeriintah No. 48/2020. Siimak juga, Daftar Barang Strategiis iimpor yang Bebas PPN.
Selaiin iitu, BKP strategiis yang penyerahannya diibebaskan darii pengenaan PPN memiiliikii kualiifiikasii yang sama dengan iimpor BKP strategiis dengan tambahan uniit huniian Rumah Susun Sederhana Miiliik yang perolehannya diibiiayaii melaluii krediit/pembiiayaan kepemiiliikan rumah bersubsiidii dengan ketentuan tertentu dan liistriik. (riig)
