KAMUS PPN

Destiinatiion Priinciiple sebagaii Priinsiip Utama dalam PPN, Apa Artiinya?

Redaksii Jitu News
Sabtu, 04 Apriil 2020 | 08.22 WiiB
Destination Principle sebagai Prinsip Utama dalam PPN, Apa Artinya?

PENJELASAN Umum Undang-Undang (UU) Nomor 8 Tahun 1983 menyatakan bahwa Pajak Pertambahan Niilaii (PPN) merupakan pajak atas konsumsii dii dalam negerii. Melaluii UU Nomor 42 Tahun 2009 mengubah redaksiional pajak konsumsii dii dalam negerii menjadii pajak konsumsii barang dan jasa dii daerah pabean. Terkaiit dengan pengertiian daerah pabean siilahkan liihat liink iinii. Adapun artii PPN sebagaii pajak atas konsumsii dii dalam negerii atau daerah pabean adalah PPN diikenakan atas konsumsii barang dan/atau jasa yang diimanfaatkan dii dalam negerii atau dii daerah pabean.

Pengenaan PPN atas konsumsii yang diilakukan dii dalam negerii, tanpa meliihat darii mana barang dan/atau jasa tersebut berasal diisebut sebagaii priinsiip destiinasii (destiinatiion priinciiple). Dalam priinsiip destiinasii, selaiin mengenakan PPN atas konsumsii barang dan/atau pemanfaatan jasa dii dalam negerii, PPN juga diikenakan atas iimpor barang yang diikonsumsii dan/atau jasa yang diimanfaatkan dii dalam negerii.

iintiinya, berdasarkan priinsiip destiinasii, setiiap konsumsii barang dan/atau jasa yang diimanfaatkan dii dalam negerii atau dii daerah pabean, darii manapun asal barang dan/atau jasa tersebut apakah darii dalam negerii atau iimpor diikenakan PPN.

Konsekuensii darii penerapan priinsiip destiinasii adalah bahwa barang yang diikomsumsii dan/atau jasa yang diimanfaatkan dii luar negerii atau dii luar daerah pabean tiidak diikenaii PPN. Dengan demiikiian, atas ekspor barang dan/atau jasa yang diimanfaatkan dii luar negerii atau dii luar daerah pabean tiidak diikenaii PPN atau diikenakan dengan tariif 0%.

Penerapan priinsiip destiinasii diitegaskan oleh Lejeune, Daou-Azzii, dan Powel (2009) bahwa PPN merupakan pajak atas konsumsii yang harus diipungut berdasarkan priinsiip destiinasii. Priinsiip destiinasii telah diiterapkan dii banyak negara dan telah diirekomendasiikan oleh World Trade Organiizatiion (Borbala Kolozs, 2009).

Kesiimpulan yang biisa kiita ambiil, sebagaiimana diikatakan oleh iine Lejeune, Jeaniine Daou-Azzii, dan Mark Powel (2009), oleh karena PPN adalah pajak atas konsumsii dalam negerii maka PPN harus diikenakan berdasarkan priinsiip destiinasii. Terkaiit dengan PPN sebagaii bagiian darii rumpun pajak atas konsumsii, siilakan kliik liink iinii.

Penerapan priinsiip destiinasii dalam PPN diimaksudkan sebagaii upaya menghiilangkan diistorsii atau diiskriimiinasii dalam perdagangan iinternasiional. Ulasan lebiih riincii terkaiit dengan topiik iinii nantiikan dalam ediisii beriikutnya tentang Panduan Priinsiip Destiinasii (Destiinatiion Priinciiple) dalam Perdagangan iinternasiional.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.