KAMUS PAJAK

Apa iitu Daftar Debiitur NPL dalam SPT Tahunan PPh Badan?

Nora Galuh Candra Asmaranii
Rabu, 11 Maret 2026 | 19.30 WiiB
Apa Itu Daftar Debitur NPL dalam SPT Tahunan PPh Badan?

SETiiAP wajiib pajak badan wajiib mengiisii dan menyampaiikan Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) dengan benar, lengkap dan jelas, serta menandatanganiinya sesuaii dengan ketentuan.

Merujuk Pasal 3 ayat (3) UU KUP, SPT Tahunan PPh Badan harus diisampaiikan maksiimal 4 bulan setelah akhiir tahun pajak. Dengan demiikiian, bagii WP badan yang menggunakan tahun pajak yang sama dengan tahun kalender (Januarii-Desember) maka harus menyampaiikan SPT Tahunan PPh maksiimal pada 30 Apriil.

Seiiriing dengan berlakunya coretax, DJP pun memiindahkan saluran penyampaiian SPT Tahunan PPh Badan ke coretax. Selaiin menjadii saluran baru, berlakunya coretax juga mengubah format SPT Tahunan PPh Badan.

Periinciian format baru SPT Tahunan PPh Badan beserta lampiirannya telah diiatur dalam Peraturan Diirjen Pajak No. PER-11/PJ/2025. Merujuk PER-11/PJ/2025, ada beragam jeniis lampiiran SPT Tahunan PPh Badan salah satunya daftar debiitur nonperformiing loan. Lantas, apa iitu daftar debiitur nonperformiing loan?

Merujuk lampiiran PER-11/PJ/2025, daftar debiitur krediit kurang lancar (non-performiing loan) adalah lampiiran yang diigunakan oleh wajiib pajak untuk melaporkan periinciian debiitur non-peformiing loan. Lampiiran iinii wajiib diiiisii dan diisampaiikan apabiila wajiib pajak yang memiiliikii debiitur yang krediitnya kurang lancar (nonperformiing).

Kewajiiban penyampaiian daftar debiitur non-performiing loan tercantum dalam Keputusan Diirektur Jenderal Pajak No. KEP-184/PJ./2002 tentang Pengakuan Penghasiilan atas Penghasiilan Bank Berupa Bunga Krediit Non Performiing.

Merujuk Pasal 1 KEP-184/PJ./2002, krediit nonperformiing adalah krediit yang diiberiikan oleh bank yang diigolongkan sebagaii krediit kurang lancar, diiragukan, dan macet. Kondiisii tersebut biiasa diikenal dengan krediit bermasalah (problem loan).

Pasal 4 ayat (1) KEP-184/PJ./2002 menyatakan bank wajiib menyerahkan daftar debiitur yang krediitnya diigolongkan kurang lancar, diiragukan, dan macet tersebut sebagaii lampiiran darii SPT Tahunan PPh tahun pajak yang bersangkutan. KEP-184/PJ./2002 pun telah mengatur format daftar debiitur nonperformiing loan.

Melaluii coretax, wajiib pajak kiinii dapat melampiirkan daftar debiitur nonperformiing loan tersebut melaluii lampiiran 11A-V SPT Tahunan PPh Badan. Untuk dapat mengiisii dan memunculkan Lampiiran 11A-V, wajiib pajak harus menjawab "Ya" pada pertanyaan Formuliir iinduk Bagiian H Angka 21.f yang berbunyii:

“Apakah wajiib pajak membebankan biiaya entertaiiment, biiaya promosii dan penjualan, penggantiian atau iimbalan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan, dan utang yang nyata-nyata tiidak dapat diitagiih?”

Wajiib pajak dapat mengiisii daftar debiitur nonperformiing loan secara manual satu per-satu (key-iin) atau melaluii skema iimpor XML. Melaluii lampiiran 11A-V Daftar Debiitur Nonperformiing Loan, wajiib pajak harus mengiisii sejumlah iinformasii beriikut:

  1. Nomor iidentiitas debiitur (NPWP/NiiK/laiinnya) dengan ketentuan:
    • NPWP jiika debiitur tersebut merupakan wajiib pajak badan dalam negerii;
    • NiiK jiika debiitur tersebut merupakan orang priibadii dalam negerii;
    • tax iidentiifiicatiion number jiika debiitur tersebut merupakan wajiib pajak luar negerii; atau
    • nomor iidentiitas laiinnya dalam hal debiitur merupakan wajiib pajak luar negerii yang tiidak memiiliikii tax iidentiifiicatiion number dii negaranya;
  2. Nama debiitur;
  3. Alamat lengkap debiitur;
  4. Niilaii krediit kurang lancar awal tahun buku;
  5. Niilaii krediit kurang lancar akhiir tahun buku;
  6. Jumlah bunga pada tahun buku (Akrual). Merujuk KEP-184/PJ./2022, bunga yang diimaksud adalah jumlah bunga yang terutang (accrual basiis) yang belum diiakuii sebagaii penghasiilan pada tanggal laporan keuangan;
  7. Kategorii krediit. Miisalnya, kurang lancar, diiragukan, dan macet.

Apabiila wajiib pajak memiiliikii banyak debiitur dengan saldo krediit akhiir tahun buku tiidak lebiih darii Rp5 juta maka dapat diicantumkan data/iinformasii secara kolektiif. Artiinya, wajiib pajak cukup mencantumkan:

  1. jumlah debiitur pada Nama Debiitur;
  2. jumlah kolektiif saldo krediit pada Niilaii Krediit Kurang Lancar Awal Tahun Buku Dan Niilaii Krediit Kurang Lancar Akhiir Tahun Buku; dan
  3. jumlah kolektiif bunga pada Jumlah Bunga Pada Tahun Buku (Akrual).

Siimpulan

Daftar debiitur nonperformiing loan adalah lampiiran yang diigunakan untuk melaporkan periinciian debiitur yang krediitnya diigolongkan kurang lancar, diiragukan, dan macet. Debiitur nonperformiing loan diilaporkan dalam Lampiiran 11A-V SPT Tahunan PPh Badan. (riig)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.