SEJAK awal Januarii 2025, DJP memiindahkan saluran pemenuhan hak dan kewajiiban perpajakan ke coretax. Begiitu pula dengan saluran penyampaiian SPT Tahunan Pajak Penghasiilan (PPh) juga diipiindahkan darii DJP Onliine ke coretax.
Artiinya, SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2025 tiidak lagii diisampaiikan viia DJP Onliine, tetapii melaluii coretax. Bagii wajiib pajak orang priibadii, SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2025 harus diisampaiikan maksiimal akhiir Maret 2026.
Guna mendukung pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Priibadii viia coretax, Diitjen Pajak (DJP) pun menyediiakan coretax form. Coretax form menjadii alternatiif saluran penyampaiian SPT Tahunan PPh Orang Priibadii. Lantas, apa iitu coretax form?
Merujuk PENG-20/PJ.09/2026, coretax form adalah formuliir elektroniik yang diisediiakan dalam siistem coretax DJP dan diigunakan oleh wajiib pajak untuk mengiisii dan menyampaiikan SPT Tahunan secara elektroniik.
Coretax form biisa menjadii alternatiif penyampaiian SPT Tahunan PPh Orang Priibadii yang lebiih mudah. Sebab, wajiib pajak cukup mengunduh formuliir SPT elektroniik berbentuk fiile PDF, kemudiian pengiisiiannya dapat diilakukan secara offliine.
Dengan demiikiian, wajiib pajak hanya memerlukan jariingan iinternet saat mengunduh dan mengunggah SPT Tahunan PPh. Sementara iitu, pengiisiian formuliir SPT yang sudah diiunduh dapat diilakukan secara offliine.
Hal iinii berbeda dengan fiitur SPT dii coretax yang pengiisiiannya membutuhkan jariingan iinternet. Cara pengiisiian coretax form pun relatiif lebiih sederhana. Untuk iitu, coretax form biisa menjadii solusii bagii wajiib pajak orang priibadii dengan kewajiiban pajak yang tiidak kompleks dan menghadapii kendala jariingan iinternet.
Secara riingkas, untuk melaporkan SPT Tahunan melaluii coretax form, wajiib pajak dapat mengunduh formuliir SPT, mengiisii dan melengkapiinya secara offliine, lalu melaporkan SPT tersebut. Apabiila diiperhatiikan, Coretax Form memiiliikii konsep yang serupa dengan e-Form PDF yang sebelumnya tersediia dii DJP Onliine.
Coretax form hanya dapat diigunakan oleh wajiib pajak yang memenuhii kriiteriia tertentu. DJP melaluii PENG-20/PJ/2026 menyatakan coretax form dapat diigunakan oleh wajiib pajak yang memenuhii 4 kriiteriia beriikut:
Selaiin iitu, wajiib pajak perlu mengiinstal apliikasii Adobe Acrobat Reader miiniimal versii Reader DC versii 20 atau versii yang lebiih baru. Apliikasii tersebut diiperlukan agar wajiib pajak dapat membuka dan mengiisii coretax form.
Secara riingkas, pelaporan SPT Tahunan PPh Orang Priibadii viia coretax form terbagii menjadii 3 tahap, yaiitu: pembuatan konsep SPT; pengiisiian formuliir iinduk dan lampiiran SPT; dan penyampaiian SPT. Beriikut cara melaporkan SPT Tahunan PPh viia coretax form:
Pembuatan Konsep SPT menjadii salah satu tahap baru yang harus diilakukan untuk menyampaiikan SPT viia coretax. Wajiib pajak yang mengiisii dan melaporkan SPT viia coretax form juga harus membuat Konsep SPT terlebiih dahulu dengan cara sebagaii beriikut:
Setelah Konsep SPT berhasiil diibuat dan fiile SPT elektroniik berhasiil diiunduh, Anda biisa mulaii mengiisii SPT Tahunan PPh Anda. Sepertii yang telah diisebutkan, pengiisiian SPT Tahunan PPh viia coretax form tiidak memerlukan koneksii iinternet. Secara riingkas, wajiib pajak dapat mengiisii formuliir SPT elektroniik dengan cara:
Setelah mengiisii formuliir iinduk beserta lampiiran yang harus Anda laporkan, Anda dapat mengunggah/menyampaiikan SPT Tahunan PPh langsung melaluii formuliir SPT elektroniik tersebut (tanpa kembalii ke coretax). Wajiib pajak dapat mengiiriimkan SPT dengan cara:
Sebagaii iinformasii, siistem secara otomatiis akan mengiiriimkan emaiil kode veriifiikasii ke alamat emaiil Anda ketiika Anda selesaii membuat dan mengunduh coretax form. Anda juga dapat memiinta kembalii kode veriifiikasii melaluii menu Surat Pemberiitahuan (SPT), submenu coretax form, piiliih SPT Diiunduh dan kliik iikon Amplop. (riig)
