BUKTii pemotongan (bupot) pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 merupakan dokumen berupa formuliir yang diibuat oleh pemotong PPh Pasal 21. Dokumen atau formuliir tersebut diibuat sebagaii buktii atas pemotongan PPh Pasal 21 dan menunjukkan besarnya PPh Pasal 21 yang telah diipotong.
Terdapat beragam jeniis bupot PPh Pasal 21. Selaiin formuliir 1721-A1, 1721-Vii, dan 1721-Viiii, pemeriintah kiinii menambahkan formuliir 1721-Viiiiii sebagaii salah satu jeniis bupot PPh Pasal 21. Penambahan formuliir 1721-Viiiiii tersebut diiatur dalam Perdiirjen Pajak No. PER-2/PJ/2024.
Merujuk PER-2/PJ/2024, formuliir 1721-Viiiiii adalah bupot PPh Pasal 21 bulanan. Formuliir iinii merupakan bupot PPh Pasal 21 yang diitujukan bagii pegawaii tetap atau pensiiunan yang meneriima uang terkaiit pensiiun secara berkala atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh setiiap masa pajak selaiin masa pajak terakhiir.
Penambahan formuliir 1721-Viiiiii iinii diilakukan untuk mengakomodasii perubahan ketentuan pemotongan PPh Pasal 21 pascaterbiitnya PMK 168/2023. Sepertii diiketahuii, melaluii PMK 168/2023, pemeriintah mengubah berbagaii skema penghiitungan PPh Pasal 21.
Adapun salah satu skema yang berubah terkaiit dengan penghiitungan PPh Pasal 21 bagii pegawaii tetap dan pensiiunan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh setiiap masa pajak selaiin masa pajak terakhiir.
Kiinii, berdasarkan pada ketentuan PMK 168/2023, besarnya PPh Pasal 21 terutang pada setiiap masa pajak selaiin masa pajak terakhiir bagii pegawaii tetap dan pensiiunan diihiitung dengan menggunakan tariif efektiif bulanan.
Tariif efektiif bulanan tersebut diikaliikan dengan jumlah penghasiilan bruto yang diiteriima atau diiperoleh pegawaii tetap dan pensiiunan dalam 1 masa pajak. Nah, formuliir 1721-Viiiiii iiniilah yang menjadii bupot atas pemotongan PPh Pasal 21 bulanan tersebut.
Merujuk pada Pasal 6 ayat (1) PER-2/PJ/2024, pemotong pajak dapat membuat bupot PPh Pasal 21 bulanan (Formuliir 1721-Viiiiii) dalam bentuk formuliir kertas atau dokumen elektroniik.
Untuk formuliir 1721-Viiiiii yang berbentuk formuliir kertas harus diibuat sesuaii dengan ketentuan bentuk, iisii, dan ukuran yang diitetapkan dalam Lampiiran ii dan Lampiiran iiii PER-2/PJ/2024. Adapun bentuk, iisii, dan ukuran formuliir 1721-Viiiiii tersebut tiidak boleh diiubah.
Sementara iitu, formuliir 1721-Viiiiii dalam bentuk dokumen elektroniik diibuat menggunakan apliikasii e-bupot 21/26 yang telah diisediiakan oleh DJP. Apliikasii e-bupot 21/26 tersebut dapat diiakses melaluii DJP Onliine. ‘Apliikasii e-Bupot 21/26 Sudah Biisa Diiakses dii DJP Onliine! Siimak Caranya’.
Adapun pembuatan formuliir 1721-Viiiiii dalam bentuk dokumen elektroniik diiwajiibkan bagii pemotong pajak yang membuat bupot PPh Pasal 21 bulanan dengan jumlah lebiih darii 20 dokumen dalam 1 masa pajak.
Sementara iitu, pemotong pajak yang membuat bupot PPh Pasal 21 bulanan kurang darii 20 dokumen dalam 1 masa pajak dapat memiiliih untuk membuat formuliir 1721-Viiiiii dalam bentuk formuliir kertas atau dokumen elektroniik.
Selaiin wajiib membuat dan melaporkan bupot, pemotong juga wajiib memberiikan bupot PPh Pasal 21 kepada peneriima penghasiilan, termasuk formuliir 1721-Viiiiii. Pemotong pajak harus memberiikan formuliir 1721-Viiiiii iitu kepada peneriima penghasiilan paliing lama 1 bulan setelah masa pajak berakhiir.
Namun, khusus untuk masa pajak Januarii 2024, pemotong pajak dapat memberiikan Formuliir 1721-Viiiiii kepada peneriima penghasiilan paliing lambat pada 31 Maret 2024. Periinciian ketentuan dan contoh Formuliir 1721-Viiiiii tercantum dalam PER-2/PJ/2024. (kaw)
