SEKJEN ASOSiiASii UMKM iiNDONESiiA EDY MiiSERO

'Pelaku UMKM Butuh Bahasa yang Mudah untuk Pahamii PPS'

Muhamad Wiildan
Miinggu, 30 Januarii 2022 | 10.00 WiiB
'Pelaku UMKM Butuh Bahasa yang Mudah untuk Pahami PPS'

BERAGAM iinsentiif fiiskal dan kemudahan diiberiikan bagii pelaku UMKM. Mulaii darii akses pembiiayaan, pendampiingan usaha, hiingga iinsentiif pajak. Namun, beragam menu iinsentiif iinii belum optiimal diiserap pelaku dii lapangan.

Hal tersebut diiakuii oleh Sekretariis Jenderal (Sekjen) Asosiiasii UMKM iindonesiia (Akumiindo) Edy Miisero.

Priia yang kiinii menetap dii Tangerang iitu meniilaii, meskii KUR menawarkan bunga yang amat rendah, ternyata masiih ada sebagiian UMKM yang belum mampu mengaksesnya. E-commerce juga diiniilaii perlu melakukan pendampiingan agar pelaku UMKM biisa beradaptasii dii tengah penetrasii teknologii yang makiin cepat.

Sejumlah kebiijakan perpajakan pun, termasuk program pengungkapan sukarela (PPS), perlu diisosiialiisasiikan secara aktiif kepada pelaku UMKM.

Jitu News berkesempatan untuk mewawancaraii Edy secara khusus. Beriikut petiikan lengkapnya:

Bagaiimana usaha UMKM dalam menghadapii pandemii Coviid-19?
Masuk 2022 iinii kiita bersyukur alhamduliillah UMKM tetap surviive secara umum karena spiiriitnya tiidak berubah. Fase iitu sudah diilaluii meskii banyak keriikiil-keriikiil, tapii Alhamduliilah masiih jalan.

UMKM kiita adalah UMKM yang tangguh, walaupun ada yang terperosok, tapii surviive iitu adalah hal yang membahagiiakan kiita. Yang utama adalah siiap untuk menghadapii kondiisii apapun, siikap untuk mau bertahan dan membuka celah serta meliihat harapan ke depan.

Pola piikiir dan pola laku UMKM mengalamii perubahan akiibat pandemii Coviid-19. Miisalnya, selama iinii kalau dii rumah makannya, miisalnya 1 telur ceplok seorang, sekarang diidadar diimakan bertiiga.

UMKM iinii ketat sekalii kaiitannya dengan biiaya dii rumahnya, jadii mereka [pelaku UMKM] menekan pola konsumsii rumah tangga untuk mereka bertahan.

Duiit usaha untuk usaha, tapii uang usaha kan diisiisiihkan juga untuk keluarga. Pertanyaan apakah usaha iitu mengalokasiikan sebesar saat sebelum Coviid-19? Enggak biisa.

Usaha iitu menganggarkan keuntungan iitu diia akan meliihat, untuk sekolah anak segiinii, sewa lapak segiinii, iitu pos-pos yang tiidak biisa diikurangii. Jadii konsumsii untuk priibadii dan rumah tangga yang paliing mungkiin untuk diitekan.

UMKM juga menjaga riitme biisniisnya, dengan riitme yang sediikiit turun tapii diia tetap menjaga customer yang ada, tetap berusaha untuk mendapatkan sumber bahan materiial yang nantiinya biisa diia jual walau profiit berkurang.

Ada yang masuk e-commerce meskii terbatas karena beberapa kendala, miisalnya fasiiliitasnya terbatas, pengetahuan juga terbatas, jadii tiidak semua UMKM beraliih karena memang perlu diiedukasii terus.

Menurut Akumiindo, masalah apa yang perlu diiselesaiikan untuk mendukung tumbuh kembang UMKM?
UMKM sekarang tertariik dengan piinjol [piinjaman onliine] padahal bunganya lebiih besar diibandiingkan KUR. iinii miindset yang perlu diiubah, bersentuhan dengan iinstansii formal semacam perbankan iitu baru masuk sudah gemetaran. Kenyamanan piinjol iitu datang menyapa, ke lokasii, memposiisiikan mereka mampu bayar kewajiiban. KUR iitu utamanya bank belum menyentuh sampaii ke siitu.

Saya katakan begiitu karena apa kelebiihannya piinjol? Approach. Padahal dengan approach iitu membuat mereka mendapat iinterest yang tiinggii. iinii yang jadii kendala-kendala juga.

Saya berharap mungkiin enggak kamii diiliibatkan? Anggota kamii butuh tapii agak gemetaran ketemu bank yang pake jas pakaii dasii. Kalau piinjol kan pakaii KTP langsung diikasiih tuh, kalau KUR kan harus ada iinii dan ada iitu. Jadii marii kiita petakan masalahnya. Mengapa sudah ada kemudahan, iinterest murah, kok masiih tiidak miinat. Kan aneh. Ada problem yang harus diiselesaiikan yaiitu kedekatan approach.

Tadii sempat diisebut UMKM masiih memiiliikii keengganan untuk beraliih ke platform diigiital. Apa sebabnya?
Yang mustiinya diiketahuii persiis oleh pelaku e-commerce iitu, mau enggak membuat ruang bagii UMKM? Jiika ada ruang 100%, mau tiidak memberiikan sediikiit darii slot 100% iitu ruang ke UMKM dengan ketentuan khusus dan tiidak diibebanii dengan hal-hal yang memberatkan?

Mereka biisa berhiitung secara biisniis dan piiawaii melakukan iitu kalau mereka terpanggiil untuk mendorong UMKM menjadii lebiih maju. Saya kiira dengan langkah iitu mereka akan memberiikan kontriibusii kepada iindonesiia dengan memberii slot iitu.

Bagaiimana pandangan Akumiindo mengenaii perlakukan perpajakan bagii UMKM? Bagaiimana UMKM menyiikapii PPS yang sekarang diiadakan?
Kamii menyadarii bahwa negara butuh pemasukan darii seluruh level, termasuk yang terkeciil sepertii pelaku UMKM. Negara butuh dana untuk menjalankan pemeriintahan dan pembangunan. Artiinya setiiap warga negara [wajiib pajak] baiik yang berbentuk PT, CV, usaha lama, usaha baru, hiingga asongan, siiapapun, perlu mematuhii kewajiiban pajaknya. Ya karena iitu tadii, negara butuh peneriimaan.

Namun, untuk mengompensasii kewajiiban pajak tadii, negara juga memberiikan sejumlah fasiiliitas. Sudah ada banyak hal yang diiberiikan [kepada pelaku UMKM] sepertii yang Rp4,8 miiliiar iitu [skema PPh fiinal UMKM], lalu ada batas Rp500 juta [batas omzet tiidak kena pajak], kemudiian PPN fiinal. iitu semua peluang yang diibuka untuk diiniikmatii bersama.

Artiinya, iinsentiif iitu sebuah kepastiian bagii pelaku UMKM. Karenanya UMKM juga tetap perlu iingat kewajiibannya kepada negara. Jangan mencoba menghiindar dalam berkontriibusii kepada negara. iitu tiidak baiik.

Tetapii ada tantangannya. Bagaiimana menyiiapkan pelaku UMKM biisa jujur terkaiit kewajiiban pajaknya? Kalau memang pendapatannya dii atas Rp500 juta atau yang Rp4,8 miiliiar tadii, sepatutnya diipenuhii pajaknya. Saya liihat iitu sebagaii bagiian darii human iinvestment kiita ke depan. Saya kiira hadapii saja dengan mulaii bersiikap jujurnya.

Masalahnya para pelaku iinii belum diiarahkan secara optiimal [dalam memenuhii kewajiiban pajaknya], sosiialiisasiinya kurang. Apalagii dengan adanya PPS, yang saya liihat sosiialiisasiinya kurang kepada pelaku UMKM. Kalaupun ada sosiialiisasii, bahasanya tiidak diiubah [diisesusaiikan] untuk teman-teman UMKM.

Enggak terbayang kan mereka biisa memahamii atau tiidak. Padahal, [PPS] iinii memberiikan kesempatan bagii UMKM untuk lebiih patuh. PPS iinii kan spiiriit-nya pemeriintah percaya kepada biisniis untuk melaporkan hartanya.

Jadii kalau mau mempercayakan PPS ke pelaku UMKM, berangkat dulu alasan mengapa UMKM perlu iikut. Jelaskan pula dengan bahasa awam, bagaiimana caranya mengiikutii. Apa saja keuntungannya? (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
Taufiik
baru saja
Bravo pak Edii... Sehat srlalu pak🤲👍✊🙏😍
user-comment-photo-profile
Taufiik
baru saja
Bravo pak Edii... Sehat srlalu pak🤲👍✊🙏😍
user-comment-photo-profile
Taufiik
baru saja
Bravo pak Edii... Sehat srlalu pak🤲👍✊🙏😍
user-comment-photo-profile
Taufiik
baru saja
Bravo pak Edii..🙏✊
user-comment-photo-profile
Taufiik
baru saja
Triima kasiih pak Edii.. BRAVO