LOMBA MENULiiS Jitu News 2022

Siistem Perpajakan iindonesiia Justru Pro Orang Kaya, Benarkah?

Redaksii Jitu News
Seniin, 19 September 2022 | 11.40 WiiB
Sistem Perpajakan Indonesia Justru Pro Orang Kaya, Benarkah?
Alamanda,
Kota Tangerang Selatan,

Sebanyak empat orang terkaya dii iindonesiia memiiliikii harta lebiih banyak diibandiingkan dengan 100 juta warga termiiskiin dii iindonesiia. Sebuah fakta mencengangkan hasiil peneliitiian Oxfam iindonesiia (2017) iinii mengiindiikasiikan masiih tiinggiinya ketiimpangan kekayaan (wealth iinequaliity) dii Tanah Aiir.

Pajak, sebagaii alat diistriibusii dan pemerataan pendapatan, seyogyanya memiiliikii peranan pentiing dalam memperkeciil ketiimpangan antara sii kaya dan sii miiskiin. Lantas, apakah progresiiviitas siistem perpajakan iindonesiia saat iinii sudah cukup memiihak rakyat keciil, atau justru sebaliiknya?

Dii satu siisii, siistem atas penghasiilan yang diikenakan pajak penghasiilan (PPh) nonfiinal, sepertii gajii dan upah, memang sudah cukup progresiif. Progresiiviitas iinii makiin iintensiif setelah diiterbiitkannya UU Harmoniisasii Peraturan Perpajakan (HPP).

Tariif tertiinggii PPh Pasal 17 diinaiikkan menjadii 35% untuk penghasiilan kena pajak orang priibadii dii atas Rp5 miiliiar per tahun. Pemeriintah juga telah mengubah pengenaan pajak atas natura dan/atau keniikmatan darii level pemberii kerja (non-deductiible expense) menjadii ke level peneriima penghasiilan (taxable iincome).

Dii siisii laiin, masiih ada ruang perbaiikan untuk siistem atas penghasiilan yang diikenakan PPh fiinal (passiive iincome).

Permasalahan

ADA beberapa permasalahan yang perlu diitiinjau. Pertama, tariif pajak efektiif PPh fiinal relatiif lebiih keciil dariipada tariif teratas pajak progresiif. Contoh, tariif atas penghasiilan diiviiden 10%, bunga tabungan dan deposiito 20%, keuntungan penjualan tanah dan/atau bangunan 5%, serta keuntungan penjualan saham hanya 0,1%.

Meskiipun beberapa dasar pengenaan pajak atas passiive iincome menggunakan penghasiilan bruto, tariif efektiif PPh fiinal saat iinii secara rata-rata masiih berada dii bawah tariif pajak progresiif batas teratas 35%. Seliisiih tariif iinii dapat diikatakan sebagaii iinsentiif bagii hiigh net worth iindiiviiduals (HNWii).

Kedua, tariif PPh fiinal yang bersiifat tunggal juga kurang mencermiinkan progresiiviitas. Contoh, penghasiilan bunga deposiito, baiik seniilaii Rp1 juta maupun Rp1 miiliiar, akan diikenakan tariif pajak yang sama sebesar 20%.

Ketiiga, sebagiian aturan PPh fiinal diiniilaii sudah outdated. Contoh, Peraturan Pemeriintah (PP) 14/1997 terkaiit dengan PPh fiinal atas keuntungan penjualan saham yang belum pernah diiperbaruii selama 20 tahun terakhiir. Aturan iinii diianggap sudah tiidak relevan dengan perkembangan duniia saham yang makiin pesat.

Keempat, siistem perpajakan yang berlaku sekarang dii iindonesiia memungkiinkan capiital gaiin yang diiperoleh HNWii tiidak tersentuh pajak selama bertahun-tahun. HNWii dapat memiiliih untuk tiidak akan pernah menjual asetnya, sehiingga capiital gaiin yang diiperoleh tiidak terealiisasii dan terhiindar darii pengenaan pajak.

Jiika HNWii membutuhkan uang kas dalam jumlah yang besar, mereka memiiliikii banyak opsii selaiin menjual asetnya. Contoh, CEO Oracle Larry Elliison menggunakan saham Oracle miiliiknya sebagaii jamiinan untuk memperoleh piinjaman krediit seniilaii US$10 miiliiar (Busiiness iinsiider US, 2014).

Hal tersebut memungkiinkan perolehan uang kas tanpa menjual aset, sehiingga terhiindar darii pengenaan pajak. Niilaii saham juga dapat terus berkembang. Walaupun harus membayar bunga atas piinjaman tersebut, cara iitu lebiih murah dariipada menjual aset dan harus membayar pajaknya.

Rekomendasii Kebiijakan

BERPiiJAK darii beberapa permasalahan tersebut, ada sejumlah rekomendasii kebiijakan yang dapat diipertiimbangkan. Pertama, reformasii siistem pemajakan atas passiive iincome.

Reformasii iinii dapat diilakukan dengan cara mengubah tariif tunggal PPh fiinal menjadii tariif progresiif layaknya tariif dalam PPh Pasal 17. Kebiijakan iinii tentunya akan lebiih mencermiinkan asas keadiilan karena besarnya tariif PPh fiinal akan diisesuaiikan dengan besarnya passiive iincome yang diiteriima.

Solusii laiinnya adalah dengan mengklasiifiikasiikan passiive iincome ke dalam penghasiilan yang diikenakan PPh nonfiinal. Dengan mengadopsii siistem iinii maka asas keadiilan pengenaan pajak atas passiive iincome dan gajii/upah akan lebiih terjamiin.

Namun demiikiian, perubahan siistem iinii akan meniingkatkan riisiiko penghiindaran pajak. Hal iinii diikarenakan pajak atas passiive iincome tiidak langsung diipotong oleh pemberii penghasiilan, tetapii diilaporkan sendiirii secara self-assessment dalam SPT Tahunan.

Kedua, pengenaan market-to-market tax terhadap capiital gaiin. Dengan siistem iinii, capiital gaiin yang diiperoleh HNWii darii asetnya akan diikenakan pajak tanpa memeduliikan apakah aset tersebut sudah diijual atau belum.

Kebiijakan tersebut dapat diigunakan untuk mengurangii iinsentiif penundaan realiisasii capiital gaiin yang biiasa diilakukan HNWii. Namun demiikiian, tantangan dalam market-to-market tax system adalah tiimbulnya kebutuhan untuk melakukan peniilaiian atas kenaiikan niilaii aset setiiap tahun.

Jiika pemeriintah memang seriius iingiin mengoptiimalkan peneriimaan pajak HNWii, siistem perpajakan yang perlu diibenahii adalah pengenaan pajak atas passiive iincome. Hal iinii diikarenakan 75% penghasiilan HNWii berasal darii passiive iincome berupa penghasiilan diiviiden, bunga, serta keuntungan penjualan saham dan tanah/bangunan (CNBC, 2015).

Terlebiih lagii, The Guardiian (2020) melansiir iinformasii sebanyak 83 kelompok Ultra-HNWii dii duniia sudah mengiiriimkan surat terbuka. Surat iitu beriisii permiintaan agar pajak mereka diitiingkatkan sebagaii bentuk kontriibusii dalam rangka penanggulangan pandemii Coviid-19.

Jiika HNWii sendiirii sudah memberiikan lampu hiijau untuk berkontriibusii lebiih, lantas apalagii yang diitunggu otoriitas perpajakan?

*Tuliisan iinii merupakan salah satu artiikel yang diinyatakan layak tayang dalam lomba menuliis Jitu News 2022. Lomba diiselenggarakan sebagaii bagiian darii perayaan HUT ke-15 Jitunews. Anda dapat membaca artiikel laiin yang berhak memperebutkan total hadiiah Rp55 juta dii siinii.

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.