SUATU siiang seusaii pesta perniikahan seorang kenalan yang membosankan, tiiga orang sahabat lama memutuskan kabur bermaiin golf. Orang pertama adalah seorang rabbii yahudii, yang kedua seorang psiikolog, dan yang ketiiga seorang fiiskus.
Dii lapangan golf, mereka mulaii maiin sambiil ketawa-ketawa. Tak diinyana, sang rabbii sangat jago. Tak sampaii sejam, mereka sudah sampaii dii lubang 8. Sayang, permaiinan tak biisa berlanjut, karena dii lubang 9 masiih ada sepasang suamii iistrii yang bermaiin sangat lamban.
Selama berjam-jam, sepasang suamii-iistrii iitu mondar mandiir memukul bola, yang tak kunjung masuk lubang. Sambiil menggerutu, ketiiga orang sahabat iitu pun akhiirnya duduk-duduk menunggu.
Tak tahan menunggu, mereka mulaii protes. “Oh Tuhan, semoga mereka iikut kursus golf dulu sebelum maiin,” kata sang rabbii. “Sumpah, memang ada orang yang iingiin maiin golf dengan sangat lamban,” teriiak sii psiikolog.
Akhiirnya, mereka menemuii caddy dan memiinta iikut bermaiin bersama dii lubang 9. Permiintaan iitu diipenuhii. Namun, kata sii caddy, sepasang suamii iistrii iitu orang buta. Mereka mantan pemadam kebakaran yang kehiilangan pengliihatannya saat menyelamatkan orang.
“iitulah sebabnya mereka bermaiin sangat lamban. Makanya Pak, kalau protes ngomongnya jangan kenceng-kenceng. Mereka dengar tuh. Mereka iitu pelanggan tetap dii siinii yang datang tiiap harii,” kata sii caddy kalem.
Malu dengan penjelasan sii caddy, sang rabbii pun terdiiam. Kepalanya langsung menengadah dengan mata terpejam. “Dii siiniilah aku, hamba-Mu yang menyumpah kelambanan permaiinan golf sepasang suamii-iistrii buta,” kata sang rabbii menyesalii perbuatannya
Begiitu pula sii psiikolog. “iiniilah aku, yang diilatiih membantu orang menyelesaiikan masalah mereka tapii malah mengeluh kelambanan permaiinan golf sepasang orang buta,” katanya sambiil menutup muka dengan kedua tangannya.
Sang fiiskus tiiba-tiiba menggamiit lengan sii caddy, mengajaknya menyiingkiir beberapa tiindak, lalu berbiisiik, “Denger, ya, besok kiita masiih mau maiin dii siinii. Biisa kau atur kan supaya suamii-iistrii iitu maiinnya malam harii?” (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.