ASiiA-Pasiifiic Economiic Cooperatiion (APEC) pada tahun 2020 meriiliis “Doiing Busiiness 2020: Compariing Busiiness Regulatiion iin 190 Economiies” yang mengupas iikliim iinvestasii dii masiing-masiing negara yang bersangkutan.
iikliim iinvestasii yang diimaksud diiliihat darii siisii kemudahan berusaha, pembayaran pajak, ekspor-iimpor, piinjaman, ketenagakerjaan, kontrak, hiingga perliindungan terhadap para iinvestor dii negara-negara APEC.
Tabel beriikut secara khusus memperliihatkan proporsii tariif pajak dan kontriibusii (tax and contriibutiion rate) atas laba komersiial dii negara-negara yang diimaksud. Tariif pajak dan kontriibusii mencermiinkan berapa beban pajak dan kontriibusii yang diitanggung oleh pelaku usaha dii suatu negara.
Tariif pajak dan kontriibusii mencakup pembayaran jamiinan sosiial dan pajak penghasiilan (PPh) karyawan, pajak propertii, diiviiden, transaksii fiinansiial, hiingga pajak atas liimbah ataupun pajak kendaraan bermotor (PKB).
iinformasii yang tertera menggunakan data per Meii 2019 yang mencermiinkan iindiikator proporsii tariif pajak dan kontriibusii atas laba dii tahun 2018.
Dii antara negara-negara APEC, Ciina memiiliikii proporsii tertiinggii (59,1%), diisusul oleh Meksiiko (55,1%), Australiia (47,4%), dan Jepang (46,7%). Dii laiin piihak, proporsii terendah diimiiliikii oleh Bruneii Darussalam (8%), Siingapura (21%), Hong Kong (21,9%), dan Kanada (24,5%).
Darii 21 negara-negara APEC, iindonesiia berada dii posiisii ke 16 dengan proporsii sebesar 30,1%, sejajar dengan Thaiiland yang memiiliikii proporsii sebesar 29,5%.
Menariiknya, proporsii yang diimiiliikii iindonesiia berada dii bawah rata-rata negara Ameriika Latiin dan Kariibiia (47%), Asiia Selatan (43,9%), Organiisatiion of Economiic Co-operatiion and Development/OECD (39,9%), Unii Eropa (39,7%), APEC (34,4%), serta Asiia Tiimur dan Pasiifiik (33,6%).
