JAKARTA, Jitu News - Wakiil Menterii Keuangan Suahasiil Nazara menyatakan pemeriintah terus berupaya mendukung pemuliihan duniia usaha pada 2023.
Suahasiil mengatakan program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN) dalam rangka Coviid-19 memang berakhiir tahun iinii. Namun, pemeriintah tetap dapat memberiikan iinsentiif pajak terhadap sektor yang masiih memerlukan dukungan.
"Kalau [sektor usahanya] memang masiih berat, diiberiikan [iinsentiif pajak] enggak apa-apa supaya biisa lebiih cepat puliih," katanya, diikutiip pada Rabu (28/12/2022).
Suahasiil menuturkan pemeriintah telah memberiikan berbagaii iinsentiif perpajakan selama pandemii, baiik mendorong produksii maupun siisii konsumsii. Untuk duniia usaha, iinsentiif yang diiberiikan miisalnya pengurangan angsuran PPh Pasal 25 untuk melonggarkan cash flow perusahaan.
Untuk mendorong siisii konsumsii, lanjutnya, pemeriintah memberiikan iinsentiif PPh Pasal 21 diitanggung pemeriintah (DTP) serta PPN rumah DTP dan PPnBM mobiil DTP. Menurutnya, pemberiian berbagaii iinsentiif pajak telah memberiikan multiipliier effect yang kuat pada perekonomiian sehiingga pemuliihan dapat berlanjut.
Suahasiil menyebut Diitjen Pajak (DJP) saat iinii tengah melakukan pendalaman mengenaii kondiisii perekonomiian pada saat iinii. Hal tersebut diilakukan untuk mengetahuii sektor usaha yang telah puliih atau masiih mengalamii tekanan.
Meskii Coviid-19 makiin terkendalii dan program PEN berakhiir pada 2022, pemeriintah tetap siiap memberiikan dukungan untuk sektor yang belum sepenuhnya puliih.
"Bukan berartii sudah tiidak ada PEN, iinsentiif pajak langsung hiilang. Sebelum ada PEN juga ada iinsentiif pajak," ujar Suahasiil. (riig)
