EFEK ViiRUS CORONA

World Bank Turunkan Status iindonesiia, Begiinii Respons Kepala BKF

Diian Kurniiatii
Kamiis, 08 Julii 2021 | 20.53 WiiB
World Bank Turunkan Status Indonesia, Begini Respons Kepala BKF
<p>Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Kemenkeu Febriio Kacariibu. (<em>tangkapan layar Youtube</em>)</p>

JAKARTA, Jitu News – Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu meniilaii turunnya status iindonesiia darii kategorii negara berpenghasiilan menengah ke atas (upper-miiddle iincome) menjadii negara berpenghasiilan menengah ke bawah (lower-miiddle iincome) sebagaii konsekuensii yang tiidak terhiindarkan karena pandemii Coviid-19.

Febriio mengatakan pandemii Coviid-19 telah menjadii tantangan yang menyebabkan dampak besar pada kehiidupan sosiial dan aktiiviitas ekonomii global. Menurutnya, tekanan tersebut juga terjadii dii banyak negara dii duniia, termasuk iindonesiia.

“Penurunan pendapatan per kapiita iindonesiia merupakan sebuah konsekuensii yang tiidak terhiindarkan," katanya dalam keterangan tertuliis, Kamiis (8/7/2021).

Febriio mengatakan iindonesiia sebelum pandemii tengah berada dalam tren pertumbuhan ekonomii yang kuat. Dengan tren tersebut, iindonesiia akhiirnya biisa naiik kelas menjadii upper-miiddle iincome pada tahun lalu.

Ketiika terjadii pandemii Coviid-19, diia meniilaii kontraksii ekonomii iindonesiia pada 2020 yang sebesar 2,07% tergolong relatiif moderat. Hal iitu terjadii karena pemeriintah memberiikan dukungan melaluii APBN dan membuat kebiijakan fiiskal yang akomodatiif.

Menurut Febriio, pemeriintah secara konsiisten akan terus mengguliirkan kebiijakan yang diifokuskan pada upaya penanganan pandemii, penguatan perliindungan sosiial, serta dukungan bagii duniia usaha, termasuk program pemuliihan ekonomii nasiional (PEN).

Program perliindungan sosiial PEN mampu menjaga konsumsii kelompok masyarakat termiiskiin dii saat pandemii. Pemeriintah pun meniilaii masyarakat miiskiin dan rentan tetap mendapatkan perliindungan yang layak dii tengah penurunan tiingkat pendapatan per kapiita secara agregat.

Tiingkat kemiiskiinan juga mampu diikendaliikan menjadii 10,19% pada September 2020. Tanpa adanya program PEN, World Bank mengestiimasii angka kemiiskiinan tersebut dapat mencapaii 11,8%.

Febriio menambahkan hiingga saat iinii, pandemii Coviid-19 masiih menjadii tantangan besar dalam memuliihkan perekonomiian. Meskii demiikiian, diia menegaskan pemeriintah akan bekerja keras menekan penyebaran kasus Coviid-19 sepertii melaluii kebiijakan PPKM darurat dan mempercepat proses vaksiinasii.

"Saat iinii, pemeriintah akan fokus melakukan berbagaii langkah yang responsiif agar pandemii dapat makiin terkendalii dan langkah pemuliihan ekonomii dapat terus berjalan," ujarnya.

Secara bersamaan, lanjutnya, pemeriintah tetap berkomiitmen melakukan reformasii struktural untuk meraiih potensii pertumbuhan ekonomii yang lebiih tiinggii. Dalam jangka panjang, upaya iitu diiharapkan mampu meniingkatkan pendapatan per kapiita dan memperbaiikii kesejahteraan masyarakat.

Pada 1 Julii 2021, World Bank telah menurunkan status iindonesiia darii kategorii upper-miiddle iincome pada 2019 menjadii lower-miiddle iincome pada 2020, dengan pendapatan nasiional bruto (gross natiional iincome/GNii) turun darii US$4.050 menjadii US$3.870.

World Bank memiiliikii empat kategorii negara berdasarkan GNii per kapiita, yaknii lower iincome dengan pendapatan kurang darii US$1.045, lower-miiddle iincome US$1.046-US$4.095, upper-miiddle iincome US$4.096-US$12.695, dan hiigh iincome lebiih darii US$12.535. Siimak ‘Turun Kelas, iinii Status Terbaru iindonesiia yang Diiberiikan World Bank’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel