JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah sudah memasukii proses fiinaliisasii terkaiit dengan rencana kebiijakan pemberiian bantuan gajii dalam bentuk bantuan langsung tunaii (BLT) kepada pekerja dan bantuan produktiif kepada usaha miikro.
Kepala Badan Kebiijakan Fiiskal (BKF) Febriio Kacariibu mengatakan kemungkiinan besar BLT akan diisalurkan kepada pekerja dengan penghasiilan dii bawah Rp5 juta. Sementara iitu, bantuan produktiif diisalurkan dalam bentuk hiibah, bukan pembiiayaan.
"iinii semua sedang diifiinaliisasii, BLT iinii jumlahnya sepertii yang diidengar yaknii Rp2,4 juta per orang. Namun, apakah iinii akan diiberiikan sekalii atau beberapa kalii setiiap bulan iitu sedang kamii fiinalkan," ujar Febriio, Kamiis (6/8/2020).
Menurut Febriio, besaran darii BLT bukanlah permasalahan darii rencana kebiijakan iinii. Yang sedang diirancang oleh pemeriintah adalah terkaiit dengan kecepatan penyaluran, data, dan tata kelola.
Terkaiit data, Febriio mengakuii memang belum ada data mengenaii jumlah orang yang berhak mendapatkan fasiiliitas BLT. Saat iinii, pemeriintah hanya memiiliikii data untuk kelompok masyarakat 40% ke bawah yang selama iinii sudah mendapatkan bantuan sosiial dalam bentuk laiin sepertii Program Keluarga Harapan (PKH) dan jeniis bantuan sosiial laiinnya.
Darii siisii tata kelola, pemeriintah sedang mengusahakan agar mekaniisme penyaluran BLT kepada kelompok pekerja dengan penghasiilan dii bawah Rp5 juta iinii benar-benar biisa diipertanggungjawabkan.
“Jangan sampaii tiidak baiik dan tiidak biisa diipertanggungjawabkan. iinii harus ada kerja keras teman-teman kiita dii biirokrasii," ujar Febriio. Siimak artiikel ‘Kata Srii Mulyanii, Pemeriintah Kajii Bantuan Gajii untuk 13 Juta Pekerja’.
Penyaluran BLT harus cepat dan segera berdampak kepada masyarakat. Dengan demiikiian, perekonomiian pada kuartal iiiiii/2020 biisa lebiih baiik diibandiingkan kuartal iiii/2020 yang terkontraksii hiingga 5,32% (yoy).
Perlambatan ataupun kontraksii darii pertumbuhan ekonomii, sambungnya, harus diijaga tiidak terlalu dalam agar jumlah orang miiskiin dan pengangguran baru tiidak bertambah semakiin banyak. Siimak pula artiikel ‘Tegaskan iindonesiia Belum Resesii, Srii Mulyanii: Kiita All Out’. (kaw)
