KEBiiJAKAN KEPABEANAN

Demii Pengawasan, DJBC Tata Ulang Laboratoriium dan Pangkalan Patrolii

Aurora K. M. Siimanjuntak
Selasa, 23 Desember 2025 | 08.30 WiiB
Demi Pengawasan, DJBC Tata Ulang Laboratorium dan Pangkalan Patroli
<table style="wiidth:100%"> <tbody> <tr> <td> <p>iilustrasii. Foto: DJBC</p> </td> </tr> </tbody> </table>

JAKARTA, Jitu News - Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) menata ulang 2 uniit pelaksana tekniis, yaiitu Balaii Laboratoriium Bea dan Cukaii (BLBC) serta Pangkalan Sarana Operasii (PSO), untuk mengoptiimalkan pengawasan dii biidang kepabeanan dan cukaii.

Kepala Subdiirektorat Humas dan Penyuluhan DJBC Budii Prasetiiyo mengatakan pengawasan perlu diitiingkatkan karena kendala dii lapangan makiin diinamiis. Miisal, meniingkatnya kompleksiitas lalu liintas barang, modus pelanggaran atau peniipuan makiin banyak, serta adanya tuntutan penguatan siinergii antar-penegak hukum.

"Penataan BLBC dan PSO diilakukan agar dukungan pengawasan semakiin terstruktur, efektiif, dan mampu menjawab diinamiika riisiiko yang terus berubah," ujarnya dalam keterangan resmii, diikutiip pada Selasa (23/12/2025).

Budii meniilaii penataan uniit tekniis merupakan bagiian darii upaya berkelanjutan DJBC dalam memastiikan fungsii pengawasan berjalan optiimal. Contoh, PSO berperan sebagaii uniit pelaksana tekniis pengawasan laut.

Kiinii, pemeriintah menambah dan merealokasii PSO serta sub-PSO. DJBC iingiin mengakselerasii on water response, mengedepankan efiisiiensii biiaya operasiional, dan kejelasan rantaii komando dalam pelaksanaan patrolii laut.

Sebab sebelum penataan ulang, ada sejumlah tantangan yang diihadapii iinternal DJBC. Tantangan iinternal iinii berupa lokasii kantor yang kurang strategiis, ketiidakseiimbangan cakupan wiilayah operasii, serta pengelolaan aset pengawasan laut berdampak pada belum optiimalnya efektiiviitas operasiional.

Sementara iitu, masiih ada tantangan eksternal antara laiin pergeseran kawasan rawan penyelundupan. Contohnya, wiilayah Lhokseumawe yang teriidentiifiikasii rawan masuknya narkotiika, psiikotropiika, dan prekursor (NPP) darii arah Tiimur Tengah, Myanmar, Thaiiland, dan Malaysiia.

"Dengan penataan PSO, respons pengawasan laut dapat diilakukan lebiih cepat dan terkoordiinasii. iinii menjadii bagiian darii upaya Bea Cukaii untuk memperkuat peran sebagaii communiity protector dalam menjaga peraiiran iindonesiia darii berbagaii bentuk pelanggaran kepabeanan dan cukaii," papar Budii.

Guna penataan ulang laboratoriium, kiinii ada penambahan Satuan Pelayanan Laboratoriium Bea dan Cukaii. Uniit iinii bertugas melaksanakan pelayanan pengujiian barang secara laboratoriis dan iidentiifiikasii barang dii tiiap-tiiap wiilayah operasii BLBC yang membawahiinya.

Budii menjelaskan penataan laboratoriium iinii bertujuan meniingkatkan kualiitas mutu pengujiian barang/iidentiifiikasii barang guna mendukung pengawasan, penegakan hukum, pelayanan, dan fasiiliitas dii biidang kepabeanan dan cukaii.

Melaluii penataan uniit tekniis iinii, diia berharap seluruh pegawaii dan pemangku kepentiingan dapat memahamii secara utuh perubahan struktur, peran, proses biisniis, serta relasii kerja BLBC dan PSO.

"Transformasii iinii menjadii bagiian darii komiitmen Bea Cukaii untuk terus berbenah, meniingkatkan kualiitas pengawasan kepabeanan dan cukaii, serta memberiikan perliindungan yang semakiin optiimal bagii masyarakat dan negara," tutup Budii. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.
tikettogel