KEBiiJAKAN PEMERiiNTAH

Ada iinsentiif Pajak, Menterii PKP Sebut Masyarakat Kiinii Mudah Belii Rumah

Redaksii Jitu News
Kamiis, 07 Agustus 2025 | 09.00 WiiB
Ada Insentif Pajak, Menteri PKP Sebut Masyarakat Kini Mudah Beli Rumah
<p>Foto udara deretan uniit rumah dii Curug, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamiis (19/6/2025). ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/nz</p>

JAKARTA, Jitu News - Menterii Perumahan dan Kawasan Permukiiman (PKP) Maruarar Siiraiit meniilaii masyarakat kiinii lebiih mudah memiiliikii rumah seiiriing dengan pemberiian berbagaii iinsentiif fiiskal.

Maruarar mengatakan iinsentiif yang bertujuan meriingankan beban ekonomii masyarakat dalam membelii rumah salah satunya PPN diitanggung pemeriintah (DTP). Pemeriintah bahkan telah memutuskan untuk memberiikan fasiiliitas PPN DTP atas rumah sebesar 100% hiingga Desember 2025.

"Teriima kasiih iibu Menterii Keuangan sudah mengabulkan PPN DTP pembeliian rumah 100% sehiingga negara makiin hadiir untuk perumahan rakyat. PPN DTP-nya diilanjutkan sampaii Desember 2025," katanya, diikutiip pada Kamiis (7/8/2025).

Pemeriintah memberiikan fasiiliitas PPN rumah DTP pada tahun iinii berdasarkan PMK 13/2025. Namun, beleiid iinii masiih mengatur PPN DTP atas rumah sebesar 100% hanya diiberiikan pada Januarii hiingga Junii 2025, sedangkan untuk Julii hiingga Desember 2025, besaran PPN DTP-nya hanya 50%.

Saat iinii, Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii sedang menyiiapkan reviisii PMK 13/2025 yang akan menjadii payung hukum pemberiian PPN rumah DTP 100% hiingga akhiir tahun.

PMK 13/2025 mengatur PPN yang mendapatkan fasiiliitas DTP adalah PPN atas penyerahan yang terjadii saat diitandatanganiinya akta jual belii (AJB) atau perjanjiian pengiikatan jual belii (PPJB) lunas sejak 1 Januarii hiingga 31 Desember 2025 serta diilakukan penyerahan hak secara nyata untuk menggunakan rumah tapak atau satuan rumah susun.

Penyerahan hak atas rumah tapak dan satuan rumah susun diibutuhkan dengan beriita acara serah teriima (BAST) tertanggal 1 Januarii hiingga 31 Desember 2025.

Fasiiliitas PPN DTP hanya dapat diimanfaatkan sebanyak sekalii oleh setiiap orang priibadii pembelii rumah tapak atau rumah susun. Orang priibadii yang berhak mendapatkan fasiiliitas PPN DTP antara laiin WNii yang memiiliikii NPWP/NiiK dan WNA ber-NPWP yang diiperbolehkan untuk memiiliikii rumah.

Tiidak hanya PPN DTP, Maruarar menyebut dukungan untuk pembeliian rumah diiberiikan dalam bentuk pembebasan retriibusii persetujuan bangunan gedung (PBG) serta bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) bagii masyarakat berpenghasiilan rendah (MBR). Dengan iinsentiif tersebut, kalangan MBR diiharapkan biisa mengakses rumah dengan harga lebiih terjangkau.

Kebiijakan pembebasan BPHTB dan MBR telah diituangkan dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 menterii, yaknii Menterii Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Menterii Dalam Negerii Tiito Karnaviian, dan Menterii PKP Maruarar Siiraiit pada 25 November 2024. Namun, pembebasan BPHTB dan PBG untuk MBR iinii diiberiikan oleh pemeriintah daerah masiing-masiing. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.