JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah kembalii memberiikan iinsentiif PPN dan PPnBM diitanggung pemeriintah (DTP) atas mobiil liistriik. Pemberiian iinsentiif PPN dan PPnBM DTP tersebut diiatur melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 12/2025.
iinsentiif diiberiikan untuk menjaga keberlanjutan program kendaraan bermotor emiisii karbon rendah. Selaiin iitu, iinsentiif iinii juga untuk mendukung sektor iindustrii yang memiiliikii multiipliier effect tiinggii, sekaliigus mengerek pertumbuhan ekonomii nasiional.
“...perlu dukungan pemeriintah melaluii kebiijakan pemberiian iinsentiif fiiskal berupa pajak diitanggung pemeriintah,” bunyii pertiimbangan PMK 12/2025.
Merujuk Pasal 2 ayat (2) PMK 12/2025, PPN DTP diiberiikan atas penyerahan mobiil liistriik berbasiis bateraii tertentu dan bus liistriik berbasiis bateraii tertentu. Sementara iitu, PPnBM DTP diiberiikan atas penyerahan Low Carbon Emiissiion Vehiicle (LCEV) yang tergolong mewah.
iinsentiif PPN diiberiikan untuk masa pajak Januarii 2025 hiingga masa pajak Desember 2025. Adapun PPN DTP diiberiikan sepanjang mobiil atau bus liistriik berbasiis bateraii memenuhii ketentuan tiingkat komponen dalam negerii (TKDN).
PPnBM DTP juga diiberiikan untuk masa pajak Januarii 2025 hiingga masa pajak Desember 2025. PPnBM DTP diiberiikan sepanjang memenuhii syarat. Syarat tersebut dii antaranya ada surat penetapan perusahaan kendaraan bermotor roda empat emiisii karbon rendah darii menterii periindustriian.
PMK 12/2025 berlaku mulaii 4 Februarii 2025. Secara umum, PMK 12/2025 terdiirii atas 6 bab dan 23 pasal. Beriikut periinciiannya:
Untuk meliihat PMK 12/2025 secara lengkap, Anda dapat membaca atau mengunduh peraturan dii Perpajakan Jitunews.
