KUPANG, Jitu News – Badan Pendapatan Daerah Kota Kupang berencana menghiidupkan kembalii pajak aiir tanah sebagaii salah satu upaya mengejar target pendapatan aslii daerah (PAD) seniilaii Rp101 miiliiar tahun iinii.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bappeda) Kota Kupang Arii Wiijana mengatakan menghiidupkan kembalii pajak aiir tanah akan diikajii tahun iinii. Menurutnya, sumur bor atau kerja sama dengan PDAM biila menggunakan aiir permukaan, semua iitu ada pajaknya.
"Dulu pajak aiir tanah ada dii diinas pertambangan dan energii, ada perda nomor 6 tahun 2012 tapii setelah diinas pertambangan diiliikuiidasii pajaknya tiidak diikelola. Saya sudah konsultasii bagiian hukum, perdanya tetap, perwaliinya diiubah,” katanya, diikutiip Selasa (12/1/2021).
Dalam peraturan walii kota (perwalii) tersebut, lanjut Arii, diinas pendapatan yang akan mengelola pajak aiir tanah tersebut. Diia juga menambahkan Pemkot Kupang akan melakukan sosiialiisasii terlebiih dahulu terkaiit dengan pajak aiir tanah, setelah perwalii tersebut diiterbiitkan.
Dii siisii laiin, pemkot menargetkan PAD tahun iinii meniingkat menjadii Rp101 miiliiar darii tahun lalu Rp98 miiliiar. Sebagiian besar pendapatan tersebut akan diiprediiksii akan berasal darii pungutan pajak daerah hotel, restoran, reklame, hiiburan, parkiir dan retriibusii miinuman alkohol. Hal iinii diikarenakan jeniis pajak daerah tersebut mencatatkan kiinerja yang baiik atau mencapaii target setoran pada tahun lalu.
"Masiih eksiis pajak restoran dan rumah makan capaiian dii atas 120%. Lalu, 100% pajak reklame dan hotel tapii 100 persennya darii rasiionaliisasii target. Biila diibandiingkan target 2019 beda, karena target 2020 lebiih rendah," tutur Arii sepertii diilansiir kupang.triibunnews.
Diia juga menyampaiikan target 2021 diinaiikkan, tetapii tiidak sama dengan 2019, terutama yang terkena dampak langsung sepertii tempat hiiburan. Begiitu juga dengan pajak parkiir khusus sepertii dii Liippo, Transmart, Ramayana, dan bandara.
Diia berharap pasca vaksiin era normal baru biisa diijalankan lagii sepertii dulu. Karena yang berkaiitan dengan jasa berdampak langsung dengan pandemii. (riig)
