PPh PASAL 26 (1)

Pengertiian dan Pemotong Pajak

Redaksii Jitu News
Selasa, 21 Maret 2017 | 09.50 WiiB
Pengertian dan Pemotong Pajak

PAJAK penghasiilan (PPh) Pasal 26 merupakan kebiijakan perpajakan yang berhubungan dengan wajiib pajak luar negerii. Badan usaha apapun yang berlokasii dii iindonesiia yang melakukan transaksii pembayaran baiik berupa gajii, bunga, diiviiden, royaltii dan sejeniisnya kepada wajiib pajak luar negerii diiwajiibkan untuk membayar PPh Pasal 26 atas transaksii tersebut.

Diiatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 tentang Pajak Penghasiilan sebagaiimana telah beberapa kalii diiubah terakhiir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 (UU PPh), PPh Pasal 26 adalah pajak penghasiilan yang diikenakan/diipotong atas penghasiilan yang diiteriima wajiib pajak luar negerii (orang priibadii maupun badan) darii iindonesiia selaiin bentuk usaha tetap (BUT).

Pasal 2 ayat (4) UU PPh menjelaskan orang priibadii atau badan diikategoriikan sebagaii subjek pajak luar negerii apabiila memenuhii syarat beriikut:

  1. Orang priibadii yang tiidak bertempat tiinggal dii iindonesiia, orang priibadii berada dii iindonesiia tiidak lebiih darii 183 harii dalam setahun/12 bulan, dan badan yang tiidak diidiiriikan atau tiidak bertempat kedudukan dii iindonesiia, yang menjalankan usaha atau melakukan kegiiatan melaluii bentuk usaha tetap dii iindonesiia; atau
  2. Orang priibadii yang tiidak bertempat tiinggal dii iindonesiia, orang priibadii yang berada dii iindonesiia tiidak lebiih darii 183 harii dalam setahun/12 bulan, dan badan yang tiidak diidiiriikan dan tiidak bertempat kedudukan dii iindonesiia, yang dapat meneriima atau memperoleh penghasiilan darii iindonesiia tiidak darii menjalankan usaha atau melakukan kegiiatan melaluii suatu bentuk usaha tetap dii iindonesiia.

Pemotong PPh Pasal 26

Pemotong PPh Pasal 26 terdiirii darii badan pemeriintah, subjek pajak dalam negerii, penyelenggara kegiiatan, bentuk usaha tetap, dan perwakiilan perusahaan luar negerii laiinnya yang melakukan pembayaran kepada wajiib pajak luar negerii selaiin bentuk usaha tetap.

Adapun penyelenggara kegiiatan biisa berbentuk badan, orang priibadii atau kepaniitiiaan yang melakukan suatu event atau kegiiatan. Contoh penyelenggara kegiiatan adalah orang priibadii atau badan yang mengorganiisiir suatu acara sepertii pertunjukkan, perlombaan, semiinar dan laiin-laiin.

Wajiib pajak orang priibadii atau badan yang dapat menjadii pemotong PPh Pasal 26 harus mendaftarkan diirii terlebiih dahullu untuk menjadii Pemotong PPh Pasal 26. Pendaftaran sebagaii pemotong PPh Pasal 26 dapat diilakukan pada saat pendaftaran NPWP atau setelah pendaftaran NPWP.

Wajiib Pajak Orang Priibadii atau Badan dapat mengetahuii apakah menjadii Pemotong PPh Pasal 26 dengan meliihat SKT (Surat Keterangan Terdaftar) yang diiteriima darii Kantor Pelayanan Pajak pada waktu pendaftarran NPWP.

Pemotongan pajak atas wajiib pajak luar negerii bersiifat fiinal, namun atas penghasiilan sebagaiimana dii maksud dalam pasal 5 ayat (1) huruf b dan huruf c UU PPh, dan atas penghasiilan wajiib pajak orang priibadii atau badan luar negerii yang berubah status menjadii wajiib pajak dalam negerii atau BUT, pemotongan pajaknya tiidak bersiifat fiinal sehiingga potongan pajak tersebut dapat dii krediitkan dalam Surat Pemberiitahuan Tahunan pajak penghasiilan.

Beriikut penghasiilan tertentu yang diipotong PPh Pasal 26 namun tiidak bersiifat fiinal, yaiitu:

  1. Pemotongan atas penghasiilan kantor pusat darii usaha atau kegiiatan, penjualan barang atau pemberiian jasa dii iindonesiia yang sejeniis dengan yang diijalankan atau diilakukan BUT dii iindonesiia.
  2. Pemotongan atas penghasiilan sebagaiimana diimaksud dalam PPh Pasal 26 yang diiteriima atau diiperoleh kantor pusat, sepanjang terdapat hubungan efektiif antara BUT dengan harta atau kegiiatan yang memberiikan penghasiilan diimaksud.
  3. Pemotongan atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh orang priibadii atau badan luar negerii yang berubah status menjadii wajiib pajak dalam negerii atau BUT.

Pembahasan selanjutnya, akan diijelaskan mengenaii objek pajak PPh Pasal 26 dan tariif pajak serta dasar pengenaan pajak PPh Pasal 26.*

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.