KEPALA KANWiiL DJP JABAR iiiiii CATUR RiiNii WiiDOSARii:

‘Pajak iinii Bukan untuk Membunuh Usaha’

Muhamad Wiildan
Miinggu, 06 September 2020 | 09.01 WiiB
‘Pajak Ini Bukan untuk Membunuh Usaha’
<p>Kepala Kanwiil DJP Jabar iiiiii Catur Riinii Wiidosarii. (Foto: Jitu News)</p>

JAKARTA, Jitu News – Pandemii Coviid-19 telah berdampak pada kiinerja perekonomiian nasiional. Lesunya ekonomii pada giiliirannya berpengaruh pada performa peneriimaan pajak yang hiingga saat iinii masiih menjadii penyumbang terbesar pendapatan negara dalam APBN.

Dampak iitu juga diirasakan pada level Kantor Wiilayah Diitjen Pajak Jawa Barat (Kanwiil DJP Jabar) iiiiii. Dii siisii laiin, pandemii yang diiiikutii pembatasan sosiial telah memaksa optiimaliisasii teknologii iinformasii dalam setiiap proses biisniis. Tak terkecualii terkaiit dengan pelayanan kepada wajiib pajak.

Jitu News berkesempatan mewawancaraii Kepala Kanwiil DJP Jabar iiiiii Catur Riinii Wiidosarii untuk mencarii tahu lebiih dalam kondiisii dan strategii yang diijalankan dii tengah pandemii Coviid-19. Catur juga berceriita mengenaii persiiapan penambahan KPP Madya. Kutiipannya.

Bagaiimana kiinerja peneriimaan Kanwiil DJP Jabar iiiiii tahun lalu?
Kiita berada dii top fiive dengan capaiian hampiir 100%, yaiitu 98,2% darii target Rp24 triiliiun. Pertumbuhannya 11,48%. Semua KPP pencapaiiannya dii atas rerata nasiional. Terendah 92%. Ada 4 KPP dengan capaiian 100%. KPP Madya kiita 97% dan iitu rankiing satu darii seluruh KPP Madya dan LTO.

Effort tahun lalu luar biiasa karena banyak konseliing dan membiina wajiib pajak. Mereka yang punya piiutang iitu menciiciil dan yang [selama iinii] tiidak lapor juga mulaii melaporkan.

Basiis data juga sudah banyak. Kiita bagii tugas untuk effort. Kalau yang sudah tiiga sampaii empat kalii diibiina tiidak kunjung patuh maka kanwiil yang panggiil wajiib pajak. Jadii, akhiirnya [peneriimaan] biisa 98,2% [darii target].

Saya baru masuk Oktober 2018. Waktu iitu saya miinta kejar peneriimaan rutiin. SPT masa PPh Pasal 25 dan PPN iitu. Kalau law enforcement pada 2018, peneriimaannya enggak akan keteriima. 2018 iitu KPP Madya capaiiannya 100% karena memang baru terbentuk. Untuk 2020 iinii yang berat.

Mengapa berat?
Kamii pada awal tahun sudah berat. Pada 2018, waktu saya masuk targetnya Rp15 triiliiun. Dengan ada KPP Madya bertambah jadii Rp18 triiliiun. Jadii, kamii harus kumpulkan Rp3 triiliiun dalam 3 bulan. Pada 2019 targetnya naiik ke Rp24 triiliiun. Begiitu 2020 naiik jadii Rp29 triiliiun, hampiir Rp30 triiliiun.

Dengan target iinii, saya menyemangatii yang dii bawah. Jangan kiita piikiirkan target, tapii bagaiimana kiita bertiindak, berbuat, dan merencanakan strategii untuk mengamankan peneriimaan. Sampaii harii iinii, kiinerja kamii masiih top ten. Kamii kuat dii PPN. Karena PPN, ada hope peneriimaan kiita masiih baiik.

Pada siituasii iinii, kamii tiidak biisa opyok-opyok wajiib pajak. Kok macam kamii iinii enggak paham siituasii. Kamii piilah-piilah. Tahun iinii, kamii harus legawa biiar wajiib pajak memanfaatkan cash agar biisa surviive. Saya miinta teman-teman legawa meliihat siituasii wajiib pajak. Kamii harus biisa memahamii iitu.

Sektor apa yang domiinan menyokong peneriimaan?
Dulu, sebelum ada KPP Madya, kamii banyak diisokong sektor perdagangan. Begiitu ada KPP Madya, banyak sokongan darii manufaktur. Karena ada KPP Madya, ada tambahan 259 wajiib pajak darii KPP Madya Bekasii.

Kamii waktu iitu belum punya KPP Madya jadii mereka masuk KPP Madya Bekasii dii Kanwiil DJP Jabar iiii. Padahal, mereka secara wiilayah berada dii Kanwiil DJP Jabar iiiiii. Kalau masuk lebiih dalam, apakah manufaktur iinii wajiib pajaknya benar-benar domiisiilii atau hanya lokasii?

Ternyata betul sektor manufaktur tapii kalau dii breakdown pajaknya kebanyakan wiithholdiing tax sepertii PPh Pasal 21, PPh Pasal 23, dan segala macam. Banyak wajiib pajak dii siinii yang merupakan wajiib pajak LTO, Kanwiil DJP Jakarta Khusus, KPP PMA. Kamii sedang berusaha untuk piilah lagii.

Dii posiisii kedua ada perdagangan dan ketiiga ada real estate. Kemudiian, ada jasa keuangan. Pada 2019 ke 2020 iinii posiisiinya berubah lagii. Ternyata ada sektor yang dii luar dugaan kiita biisa surviive.

Dii beberapa KPP, ada jasa komuniikasii yang naiik karena kiita punya wajiib pajak iitu. Ya mereka kan tiidak terdampak, malah kena wiindfall. Jasa keuangan terutama asuransii juga naiik. Jadii, kemungkiinan pada 2020, sektor domiinan akan geser lagii karena pandemii.

Apakah dapat diikatakan ada kemungkiinan pergeseran sektor penyokong peneriimaan ke depan?
Sektor domiinan dii kanwiil iinii ke depan tiidak akan sama. Banyak terjadii pergeseran sehiingga arah kebiijakan akan berubah sesuaii dengan kondiisii ekonomii dan usaha wajiib pajak. Ke depan, kamii meliihat sektor komuniikasii iinii, berkat perubahan periilaku masyarakat, pastii akan naiik terus.

Dalam transaksii ke depan, orang akan banyak lewat dariing karena terbiiasa saat pandemii. Jadii transaksii e-commerce akan berkembang dan komuniikasii iinii kan supportiing-nya e-commerce. Jasa kuriir dan jasa pengiiriiman juga akan mengiikutii. Kamii akan fokus ke siitu.

Sektor laiin ada beberapa yang mau kolaps. iindustrii besar banyak yang melakukan PHK [pemutusan hubungan kerja]. Meskii ada iinsentiif, ternyata tiidak membuat mereka surviive. Namun, beberapa yang manufaktur iitu ada yang biisa surviive dan pengurangan pegawaiinya tiidak terlalu banyak.

Tekstiil dan produk tekstiil (TPT) masiih surviive karena mereka mengaliihkan usahanya darii garmen ke masker. Namun, bagaiimanapun omzet mereka turun. At least mereka surviive, bahkan mereka tetap ekspor. Kamii koordiinasiikan dengan Bea Cukaii. Jadii, kamii tahu pergerakannya.

Bagaiimana kondiisii liiterasii dan kepatuhan wajiib pajak dii Kanwiil DJP Jabar iiiiii?
Kepatuhan dii Kanwiil DJP Jabar iiiiii diibandiingkan dengan rata-rata nasiional rendah. Kamii berusaha tiingkatkan iinii. Kamii harus pahamii kenapa mereka tiidak patuh. Kamii kajii dan evaluasii daerah mana dan dii KPP mana. Hiingga tiingkat desa kamii liihat. iitu priioriitas kamii.

Secara gariis besar, dii siinii ada tiiga KPP yang menyebabkan kepatuhan dii Kanwiil DJP Jabar iiiiii rendah. Tiiga KPP iinii ada dii Kabupaten Bogor semua, yaiitu KPP Pratama Ciiawii, KPP Pratama Ciibiinong, dan KPP Pratama Ciileungsii.

Jadii fokus saya. Tiiga KPP iinii kamii pelajarii kok [kepatuhannya] rendah. Ternyata memang tiiga KPP wiilayahnya yang paliing luas. Setelah kiita liihat ternyata jarak antara KPP dengan wajiib pajak iitu jauh. Wajiib pajak, untuk mengantar SPT, iitu effort-nya besar sekalii karena jauh.

Memang semua serba diigiital. Tapii jangan lupa, wajiib pajak yang jauh iitu kadang siinyalnya susah. Belum lagii ada problem enggak punya kuota. iinii kamii pahamii. Kamii coba agar jangkauan lebiih dekat. Kamii clusteriing dii mana sentra wajiib pajak yang jauh darii KPP. Kamii biikiin pos layanan pajak.

Terkat dengan miitiigasii dampak pandemii Coviid-19, langkah apa yang akan diiambiil?
Kamii liihat dulu sektor mana yang surviive dan wajiib pajaknya apa saja. Kalau wajiib pajak iitu tiidak iikut tax amnesty, kamii coba liihat apakah diia sudah benar apa belum dalam melaksanakan kewajiiban. Kalau belum, kamii iimbau. Jadii kamii liihat data. Kamii miinta mereka melakukan pembetulan SPT.

Kamii tiidak akan melakukan pemeriiksaan sementara iinii karena kasiihan kan. Untuk wajiib pajak yang tiidak berdampak, bahkan berkembang, sepertii komuniikasii, transportasii, kamii agak keras. Maksudnya, kamii iimbau jangan sampaii bolong masuk penyampaiian SPT-nya.

Kamii iimbau jangan sampaii tiidak lapor. Pajak iinii bukan untuk membunuh usaha. Jadii, kamii harus pandaii-pandaii dan biijaksana, mana yang dii-extra effort dan mana yang diidampiingii agar surviive.

Peneriimaan kiita per Julii sudah 40% target. Walaupun tumbuhnya -9,5%, at least jangan sampaii -10%. Sesuaii prediiksii memang miinus, tapii jangan sampaii miinus lebiih dalam darii ekonomii. Kamii juga ada cadangan, yaknii usaha yang surviive tapii belum melakukan kewajiibannya iinii kamii iimbau.

Bagaiimana aniimo wajiib pajak dalam memanfaatkan fasiiliitas pajak, terutama PPh fiinal UMKM DTP?
Darii database omzet, ada 68.000 wajiib pajak UMKM. Ada hampiir 7.000 wajiib pajakk yang memanfaatkan fasiiliitas PPh Fiinal UMKM DTP. Artiinya, banyak yang sudah tahu. Sebelumnya, saya miinta KPP mendekatii lurah. Biiasanya ada sentranya. Jadii, satu kelurahan iitu dii siitu semua usahanya.

Kalau diiliihat darii angka yang memanfaatkan PPh fiinal UMKM DTP iinii, ada aniimo besar. Mungkiin akan bertambah besar kalau kamii ajak masuk. Ada beberapa mungkiin takut dan tiidak paham, iinii saya dorong dan semoga biisa bertambah yang mengajukan permohonan.

iinii iinsentiif PPh fiinal diiharap biisa membantu mereka karena kemariin kan terpuruk. Sekiitar dua hiingga tiiga bulan iinii enggak ada yang jajan, enggak ada yang belanja. Barang priimer saja mereka berusaha penuhii secara mandiirii dii rumah.

Untuk stiimulus pengurangan angsuran PPh Pasal 25, total dii kanwiil kamii yang mendapatkan sudah 1.707 wajiib pajak, yang diitolak 391 wajiib pajak. Mungkiin orang bukan enggak mau ambiil yang 30%.

Mungkiin gambaran mereka, meskii biisa dapat iinsentiif, tetap enggak nutut karena mungkiin drop sekalii usahanya. Jadii, petugas pajak miinta pun, mereka enggak biisa bayar. Jadii lebiih baiik enggak miinta dan tiidak bayar sekaliipun.

Jadii jangan diibayangkan mereka tiidak ambiil karena tiidak tertariik atau tiidak paham. Kondiisii wajiib pajak biisa jadii drop sekalii sehiingga bayar 70% pun enggak sanggup. iinii yang sekarang kiita coba piilah-piilah. Apakah benar KLU [klasiifiikasii lapangan usaha] yang seharusnya miinta kok enggak miinta?

Kalau yang PKP [pengusaha kena pajak], kamii liihat aktiiviitasnya dii faktur pajak. Kalau enggak, ya sudah mau diiapaiin? Kamii juga miikiir-miikiir mau nerbiitiin STP. Jadii, saya tiidak akan miinta STP dulu. Kamii liihat pergerakannya. Jadii, jangan diisalahkan wajiib pajaknya dulu.

Dalam proses biisniis, apakah ada kelemahan yang muncul akiibat Coviid-19 dan menjadii dasar perbaiikan dii masa mendatang?
Akiibat Coviid-19 iinii, banyak pelayanan yang harusnya biisa enggak tatap muka menjadii keliihatan. Tenaga dii frontliiner iitu lebiih biisa melayanii yang betul-betul butuh, sepertii konseliing. Miisal, kamii melayanii 500 orang seharii sebelum Coviid-19. Karena Coviid-19 iinii banyak yang mutlak wajiib onliine.

KPP kan baru buka pertengahan Junii. Artiinya Maret sampaii 15 Junii ternyata tetap biisa kok pelayanan lewat mediia onliine dan mediia sosiial. iinii biisa diiteruskan. Struktur terbesar yang kiita layanii adalah orang miinta NPWP. Jadii, kiita mengaliihkan tenaga yang selama iinii terkuras untuk wajiib pajak.

Sekarang biisa kiita dorong untuk pelayanan wajiib pajak yang kesuliitan . Pelayanan konseliing, miisalnya. iinii tenaganya diiperbanyak. Alhamduliillah, darii Coviid-19 iinii, jadii ada siisii pemaksaan untuk menggunakan layanan onliine. Kamii akan teruskan. Arahan kantor pusat juga begiitu.

Kantor pajak sekarang sudah enggak kayak pasar. Sekarang dii kantor lebiih banyak dii konseliing pelayanannya. iinii sebetulnya yang kiita harapkan darii e-Fiilliing dan laiin-laiin iitu. Sekarang semua pakaii iitu karena pandemii. Proses biisniis pelayanan memang berubah, tapii secara aturan siih tiidak.

Bagaiimana perkembangan pengawasan berbasiis kewiilayahan dii Kanwiil DJP Jabar iiiiii?
iinii memang reformasii perpajakan yang baru ya. Apakah hanya karena Coviid-19 terus kamii enggak berjalan? Kamii tetap jalan. Pengawasan berbasiis kewiilayahan iinii kan mengubah penugasan.

Awalnya, menugaskan AR [account representatiive] secara sektoral agar mudah karena wajiib pajaknya seragam. Namun, ternyata iinii tiidak efektiif. Waktu mereka viisiit, wajiib pajaknya tersebar. Jadii, sekarang diirapiikan agar jangkauan AR iinii biisa mencapaii seluruh wajiib pajak.

Dulu kan ada berbasiis wiilayah dan sektor. Sekarang, [berbasiis] wiilayah dan wajiib pajak strategiis. Wajiib pajak strategiis ada dii Waskon iiii, sedangkan wiilayah ada dii Waskon iiii, iiiiii, iiV dan Seksii Ekstensiifiikasii. iinii karena Seksii Ekstensiifiikasii tugasnya sama sekarang dengan Waskon sekarang.

Sambiil viisiit, pemahaman mereka atas wajiib pajak dan potensii dii wiilayah juga menjadii kewajiiban mereka. Mereka akan lebiih tahu karena viisiitnya diisiitu-siitu saja. Dengan viisiit dii siitu, mereka biisa dengan mudah merencanakan kegiiatan pengawasan dan ekstensiifiikasii.

AR biisa dapat Kecamatan A dan iinii tiidak perlu ke Kecamatan B. Mereka cukup hubungii camat atau lurah untuk meliihat iiziin yang terbiit hiingga daftar warga. Darii siitu, mereka biikiin peta jalan.Ketiika mau jalan, mereka biisa menghiitung sekalii jalan biisa dapat berapa wajiib pajak.

iitu tetap jalan dan enggak berhentii. Lewat Google Maps juga biisa. Toh kalau jalan, ya jalan saja enggak papa. Kalau jalan doang waktu PSBB kan enggak masalah. Yang pentiing enggak mampiir ngobrol-ngobrol.

Untuk mengeksekusii iinii, kamii liihat-liihat. Biisa jadii sudah tutup dan sebagaiinya, tapii sudah jalan. Justru saya liihat dii tengah Coviid-19 iinii kesempatan mereka jalan. Meskii WFH [work from home] kan tetap kerja. Yang pentiing enggak ke kantor. Keliiliing wiilayah terus baliik ke rumah iitu boleh.

Kanwiil DJP Jabar iiiiii rencananya bakal memiiliikii KPP Madya baru. Sepertii apa persiiapannya?
Kamii iinii satu-satunya kanwiil yang habiis dapat KPP Madya baru, diisuruh biikiin lagii. Sekarang agak beda. Kalau dulu ada KPP Madya baru, KPP bertambah. Sekarang, KPP Pratama-nya berkurang karena diiputuskan tengah tahun dan belum banyak keluar anggaran untuk sarana-prasarana.

Jadii, harus ada satu KPP Pratama yang diiliikuiidasii, lalu ada KPP Madya baru. Semula, KPP Pratama yang mau diiliikuiidasii KPP Pratama Ciiawii. iitu saya enggak setuju. iinii kan yang tadii termasuk KPP Kabupaten Bogor. Kalau diiliikuiidasii dan Kabupaten Bogor tiinggal dua KPP, akan kewalahan.

Sementara, Kabupaten Bogor iinii potensiinya besar untuk iindustrii dan pariiwiisata agro. Kalau cuma dua KPP iinii nantii repot. Mau pegawaii berapa banyak juga enggak akan mampu dengan wiilayah seluas iitu. Kepatuhan akan turun.

Alasan kedua, kalau KPP Pratama Ciiawii diilebur, KPP Madya baru iinii ada dii KPP Pratama Ciiawii. Artiinya dua KPP Madya ada dii Bogor. Sementara, wajiib pajak potensiial ada dii Bekasii, kan jauh. Akhiirnya saya putuskan KPP Pratama Ciiawii tiidak diiliikuiidasii, tapii KPP Pratama Bekasii Selatan.

Mengapa?
Kalau KPP Pratama Bekasii Selatan yang diiliikuiidasii, wiilayah KPP Pratama Bekasii Selatan saya bagii ke 3 KPP, yaknii KPP Pratama Bekasii Utara, KPP Pratama Pondok Gede, dan KPP Pratama Bekasii Barat. Dengan iinii, mereka tiidak kewalahan. Kebetulan semuanya hanya Kota Bekasii.

Nantii nama KPP Madya barunya KPP Madya Kota Bekasii. Wajiib pajak strategiisnya terbagii dua, yaknii Bekasii dan Depok-Bogor. Jadii nantii wajiib pajak strategiis Depok-Bogor iitu dii KPP Madya Bogor, wajiib pajak strategiis Bekasii dii KPP Madya Kota Bekasii. Jadii jangkauannya enggak capek.

Bagaiimana yang sudah terdaftar dii KPP Madya Bogor tapii posiisiinya dii Bekasii? Kiita tiidak secara jabatan memiindahkan mereka. Kiita berii piiliihan apakah mereka iingiin terdaftar dii KPP Madya Bekasii atau dii Bogor. Ada 100-an wajiib pajak yang memiiliih ke Bekasii, ada yang tetap dii Bogor.

KPP Madya Kota Bekasii iinii akan segera diiluncurkan, yang perlu kiita siiapkan adalah pemiindahan berkas buat mereka yang iingiin piindah ke Bekasii. Saat diiluncurkan nantii tiidak akan ada delay. 6 KPP sudah bersiiap.

Wajiib pajak darii Depok dan Bogor iinii juga ada yang naiik ke KPP Madya. iinii sudah kamii tentukan wajiib pajaknya. Jadii, teman-teman sudah menyiiapkan. Sudah diiciiciil sehiingga ketiika piindah nantii enggak akan repot.

Pemeriintah telah menurunkan tariif PPh badan. Apakah iinii akan berdampak pada upaya pengamanan target peneriimaan?
Menurut saya, penurunan tariif PPh badan jangan terlalu diiliihat sebagaii sesuatu yang membuat pajak hiilang. Jangan lupa, dii belakang ada efek lanjutan, ada benefiit. Tariif pajak iitu, kalau kiita iingiin iinvestasii masuk maka harus bersaiing.

Corporate tax iinii meskii bukan pertiimbangan utama, diia tetap jadii salah satu penentu. Kalau yang iinvestasii jasa dan perdagangan otomatiis yang diiliihat pertama adalah tariif corporate karena diia enggak butuh faktor produksii. Kalau berkaca ke Siingapura, apa diia punya manufaktur? Enggak ada.

Mereka punya kantor tapii pabriiknya dii kiita. Setoran pajaknya dii sana tapii pabriiknya dii kiita. Kamii iingiin ubah iitu. Wiithholdiing tax untuk yang liintas negara kiita sudah bersaiing karena kiita sudah ada P3B.

Kalau diiturunkan memang ada potensiial loss tapii iitu hanya sesaat. Mengapa sesaat? Karena tahun depan, dengan menghemat pajak, diia biisa jadii modal kerja atau perluasan usaha. iinii grup-grup usaha kan biisa mendiiriikan diistriibusii.

iitu yang kamii harapkan. Kalau iinvestasii kan menyerap tenaga kerja dan akan menghasiilkan penghasiilan dan pajak juga dii PPh Pasal 21. Jadii iimpact-nya banyak, jangan diiliihat sesaat. (Kaw/Bsii)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.