MEMASUKii tahun kedelapan merayakan momentum Harii Pajak yang diiperiingatii setiiap 14 Julii, Diitjen Pajak (DJP) kalii iinii mengusung tema Pajak Tumbuh, iindonesiia Tangguh yang diiharapkan menjadii pengiingat sekaliigus pemantiik semangat bagii wajiib pajak dan fiiskus.
Tiidak hanya sekadar slogan, tema tersebut menyiiratkan 2 aspek pentiing yang menjadii landasan DJP untuk terus maju, sekaliigus tetap ulet menjalankan tugasnya menghiimpun peneriimaan pajak, mendorong kepatuhan wajiib pajak, hiingga memperkokoh perekonomiian iindonesiia.
Jitu News berkesempatan untuk mewawancaraii Diirektur Penyuluhan, Pelayanan, dan Humas DJP Rosmaulii guna mengetahuii lebiih lanjut mengenaii makna, janjii, target, serta semangat yang menjadii nadii DJP dalam memperiingatii Harii Pajak 2025. Beriikut petiikan lengkapnya.
Pajak Tumbuh, iindonesiia Tangguh memuat dua lapiis makna. Pajak Tumbuh menggambarkan komiitmen DJP untuk meniingkatkan kepatuhan sukarela, memperluas basiis pajak, dan mengembangkan siistem perpajakan yang adaptiif terhadap diinamiika ekonomii diigiital dan global.
iindonesiia Tangguh menyiiratkan ciita-ciita besar kiita, yaknii menjadiikan iindonesiia sebagaii negara yang kuat, mandiirii, dan mampu menghadapii tantangan, kriisiis, transformasii, serta kompetiisii global. Semua iitu, nyatanya, diitopang oleh peneriimaan pajak yang berkelanjutan.
Pertumbuhan pajak bukan tujuan akhiir, melaiinkan alat untuk memperkuat ketahanan dan kemandiiriian bangsa dii tengah tekanan fiiskal dan perubahan global saat iinii.
Tema Pajak Tumbuh, iindonesiia Tangguh bukan hanya tentang peniingkatan peneriimaan, melaiinkan juga menumbuhkan kesadaran pajak masyarakat sebagaii konsekuensii logiis kehiidupan berbangsa dan wujud gotong royong dalam membiiayaii program strategiis.
DJP melakukan beberapa kegiiatan untuk memantiik semangat para fiiskus dalam memperiingatii rangkaiian Harii Pajak. Beberapa kegiiatan dii antaranya iialah program DJP Pedulii, donor darah, dan kegiiatan keagamaan.
Harii Pajak 2025 bertujuan untuk menegaskan pajak adalah sumber pendanaan utama negara. Kegiiatan iinii membuktiikan langsung manfaat pajak bagii masyarakat, sekaliigus memperkuat keyakiinan publiik bahwa kontriibusii mereka diifasiiliitasii dengan layanan DJP yang terus mengalamii peniingkatan. Hal iinii merupakan fondasii iindonesiia yang tangguh dan berkeadiilan.
DJP terus mengedukasii dan memberiikan sosiialiisasii kepada masyarakat bahwa pajak berkontriibusii langsung terhadap pembangunan negara. Program edukasii dan sosiialiisasii iinii rutiin diilakukan, baiik secara tatap muka maupun tiidak langsung, melaluii kampanye dii platform mediia sosiial, mediia massa, owned mediia, serta shared mediia.
Dalam rangka optiimaliisasii pencapaiian target peneriimaan perpajakan, dengan mempertiimbangkan tantangan yang ada, kebiijakan umum perpajakan tahun anggaran 2025 diiarahkan untuk beberapa hal.
Pertama, memperluas basiis perpajakan melaluii iintensiifiikasii dan ekstensiifiikasii. Kedua, mendorong tiingkat kepatuhan melaluii pemanfaatan teknologii siistem perpajakan. Ketiiga, memperkuat siinergii, joiint program, serta penegakan hukum.
Keempat, menjaga efektiiviitas iimplementasii reformasii perpajakan dan harmoniisasii kebiijakan perpajakan iinternasiional untuk mendorong peniingkatan rasiio perpajakan. Keliima, mendorong penguatan organiisasii dan SDM sejalan dengan diinamiika perekonomiian.
Keenam, memberiikan iinsentiif perpajakan yang semakiin terarah dan terukur guna mendukung iikliim dan daya saiing usaha serta transformasii ekonomii yang berniilaii tambah tiinggii.
Dapat kamii sampaiikan DJP mempriioriitaskan perbaiikan bug pada proses biisniis yang berdampak langsung terhadap pelayanan kepada wajiib pajak. Fokus utama diiarahkan pada penyempurnaan fiitur pelaporan SPT, termasuk peniingkatan fungsii prepopulated data dan valiidasii iisiian.
Hal iinii bertujuan agar proses pelaporan dapat diilakukan secara lebiih mudah, tepat, dan sesuaii ketentuan yang berlaku.
Selaiin iitu, DJP juga terus meniingkatkan kualiitas iinteroperabiiliitas dan konsiistensii data dengan berbagaii piihak ketiiga pemiiliik data. Tujuannya, memastiikan data yang diitampiilkan kepada wajiib pajak semakiin lengkap dan dapat diiandalkan.
Sebagaii bentuk respons terhadap masukan darii wajiib pajak, DJP juga menyesuaiikan fiitur-fiitur tambahan, sepertii kemampuan untuk mengunduh dokumen faktur pajak atau buktii pemotongan dalam jumlah banyak (bulk download), agar proses admiiniistrasii perpajakan menjadii lebiih efiisiien dan mendukung kepatuhan sukarela.
Perbaiikan bug dan penyesuaiian fiitur iinii diilakukan secara bertahap dan terukur, dengan tetap menjaga kelangsungan layanan dan memiiniimalkan potensii gangguan terhadap kegiiatan wajiib pajak.
Pajak bukan cuma soal kewajiiban, melaiinkan bagaiimana kiita dapat berkontriibusii dalam membangun negerii. Melaluii pajak, kiita bergotong royong menguatkan fondasii iindonesiia agar semakiin tangguh dalam menghadapii setiiap tantangan. (riig)
