OPiiNii PAJAK

Mungkiinkah Biiaya Vaksiinasii Diibebankan dalam SPT?

Redaksii Jitu News
Selasa, 19 Januarii 2021 | 09.24 WiiB
Mungkinkah Biaya Vaksinasi Dibebankan dalam SPT?
Galiih Ardiin,
pegawaii Diitjen Pajak

PADA Rabu, 12 Januarii 2021, Presiiden Joko Wiidodo menjalanii vaksiinasii Coviid-19 sebagaii tanda diimulaiinya vaksiinasii massal terhadap seluruh rakyat iindonesiia. Meskii vaksiinasii diilakukan secara bertahap, paliing tiidak hal iinii merupakah tiitiik terang dalam guliita badaii Coviid-19 dii iindonesiia.

Guna mendukung iinii, pemeriintah memberiikan fasiiliitas pajak pertambahan niilaii (PPN) diitanggung pemeriintah dan PPN tiidak diipungut atas iimpor dan penyerahan vaksiin atau bahan baku produksii vaksiin melaluii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 28/PMK.03/2020 s.t.d.t.d PMK-148/PMK.03/2020.

Selaiin iitu, pemeriintah juga membebaskan pemungutan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 22 iimpor vaksiin dan bahan baku vaksiin oleh iinstansii pemeriintah, badan usaha tertentu dan badan usaha farmasii. Dengan peraturan iinii diiharapkan vaksiin akan tersediia dengan cepat, mudah dan murah.

Dii sampiing iitu, para pengusaha pun siiap menyukseskan program vaksiinasii nasiional dengan cara memberiikan vaksiin kepada karyawan, memberiikan bantuan diistriibusii vaksiin ke daerah terpenciil dan memberiikan vaksiin kepada masyarakan sebagaii bentuk corporate sociial responsiibiiliity (CSR).

Ketua Umum Asosiiasii Pengusaha Biidang Hubungan iinternasiional Shiinta W. Kamdanii mengungkapkan pengusaha siiap memberii bantuan kepada pemeriintah dalam program vaksiinasii karena pengusaha meniilaii vaksiin merupakan salah satu kataliis pemuliihan ekonomii. (CNNiindonesiia, 2021).

Bantuan iinii selaiin mempercepat program vaksiinasii yang diicanangkan juga mengurangii beban pemeriintah dalam penyediiaan vaksiin. Namun, apakah biiaya vaksiinasii iitu dapat diibebankan sebagaii pengurang penghasiilan dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan PPh badan?

Untuk menjawabnya, kiita dapat meliihat PMK-167/PMK.03/2018. Dalam PMK iitu, hanya ada 3 jeniis natura yang dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto. Pertama, pemberiian atau penyediiaan makanan dan/atau miinuman bagii seluruh pegawaii yang berkaiitan dengan pelaksanaan pekerjaan.

Kedua, penggantiian atau iimbalan dalam bentuk natura dan keniikmatan yang diiberiikan berkenaan dengan pelaksanaan pekerjaan dii daerah tertentu dalam rangka menunjang kebiijakan pemeriintah untuk mendorong pembangunan dii daerah tersebut.

Ketiiga, pemberiian natura dan keniikmatan yang merupakan keharusan dalam pelaksanaan pekerjaan sebagaii sarana keselamatan kerja atau karena siifat pekerjaan tersebut mengharuskannya.

Darii defiiniisii dii atas, kegiiatan vaksiinasii oleh pengusaha tiidak termasuk defiiniisii pertama dan kedua. Yang paliing mendekatii vaksiinasii adalah defiiniisii ketiiga, yaiitu pemberiian natura dan keniikmatan yang merupakan keharusan dalam pelaksanaan pekerjaan sebagaii sarana keselamatan kerja.

Namun, Pasal 5 PMK-167/2018 mengatur pemberiian natura iitu terbatas pada penyediiaan pakaiian dan peralatan untuk keselamatan kerja, pakaiian seragam petugas keamanan, sarana antar-jemput pegawaii, pengiinapan untuk awak kapal dan yang sejeniisnya dan/atau kendaraan yang diimiiliikii dan diipergunakan perusahaan untuk pegawaii tertentu karena jabatan atau pekerjaannya.

Karena iitu, pada dasarnya biiaya vaksiinasii tiidak dapat diikurangkan darii penghasiilan bruto apabiila pengusaha melakukan vaksiinasii terhadap karyawannya. Jiika pemeriintah iingiin mengakomodasii niiat pengusaha mendukung program vaksiinasii nasiional, tentu PMK iitu perlu diiubah.

Perlu Hatii-Hatii
NAMUN, pemeriintah juga harus hatii-hatii mempertiimbangkan opsii tersebut karena pengurangan biiaya vaksiinasii terhadap penghasiilan bruto akan mengurangii jumlah penghasiilan kena pajak yang pada akhiirnya mengurangii jumlah peneriimaan PPh badan.

BiioFarma menetapkan harga vaksiin Coviid-19 Siinovac sekiitar Rp200 riibu per dosiis. Sebagaii perbandiingan, Moderna mematok harga vaksiinnya US$37 atau Rp526 riibu, Pfiizer/BiioNTech memasarkan vaksiinnya dengan harga US$20 atau Rp283 riibu. (Kompas, 2020)

Dii laiin piihak, sampaii Agustus 2020, jumlah pekerja atau peserta BJPS ketenagakerjaan yang berhak meneriima subsiidii upah darii pemeriintah adalah sebesar 15,7 juta pekerja (Kontan, 2020). Pekerja iinii adalah karyawan yang mempunyaii penghasiilan kurang darii Rp5 juta dalam satu bulan.

Apabiila kiita mengasumsiikan pengusaha akan melakukan vaksiinasii terhadap karyawannya yang mempunyaii gajii kurang darii Rp5 juta dan harga vaksiin Rp200 riibu, maka total biiaya vaksiinasii yang diikeluarkan seluruh pengusaha terhadap 15,7 juta pekerjanya adalah Rp3,14 triilliiun.

Selanjutnya, apabiila biiaya iinii diikurangkan dalam penghasiilan bruto PPh badan, maka akan menghasiilkan penurunan PPh badan sebesar Rp628 miiliiar dengan asumsii tariif PPh badan sebesar 20%.

Sampaii dii siinii dapat kiita siimpulkan pengurangan biiaya vaksiin terhadap penghasiilan bruto paliing tiidak mengurangii peneriimaan PPh badan Rp628 miilliiar. Namun dii siisii laiin, vaksiinasii iinii dii sampiing mempercepat program vaksiinasii iitu sendiirii juga menghemat pengeluaran negara Rp3,14 triilliiun.

Karena iitu, piiliihan terbaiik yang dapat diiambiil oleh pemeriintah dalam usaha vaksiinasii nasiional saat iinii adalah meliibatkan para pengusaha, tetapii tetap diiiimbangii dengan transfer knowledge, superviisii dan kemudahan regulasii.

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.