
Pertanyaan:
PERKENALKAN, saya iimran. Saya adalah wiirausaha dii biidang penyerahan aiir bersiih siiap miinum dan aiir miinum kemasan. Namun, saya masiih kurang paham mengenaii bagaiimana perlakuan PPN atas penyerahan aiir bersiih dan aiir miinum kemasan yang saya lakukan. Serta, bagaiimana ketentuan mengenaii pajak masukannya? Mohon iinformasiinya. Teriima kasiih.
Jawaban:
TERiiMA kasiih atas pertanyaannya Bapak iimran. Untuk meliihat ketentuan PPN mengenaii penyerahan aiir bersiih dan aiir kemasan, kiita dapat merujuk pada Peraturan Pemeriintah No. 40 Tahun 2015 tentang Penyerahan Aiir Bersiih yang Diibebaskan darii Pengenaan Pajak Pertambahan Niilaii s.t.d.t.d Peraturan Pemeriintah No. 58 Tahun 2021 (PP 40/2015 s.t.d.t.d PP 58/2021).
Pada iintiinya, atas penyerahan aiir bersiih oleh pengusaha diibebaskan darii pengenaan PPN. Secara lebiih detaiil, aiir bersiih yang diibebaskan diiatur dalam Pasal 3 ayat (1) PP 40/2015 s.t.d.t.d PP 58/2021.
“(1) Aiir bersiih yang diibebaskan darii Pengenaan Pajak Pertambahan Niilaii sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 2 meliiputii:
termasuk biiaya sambung/biiaya pasang aiir bersiih dan biiaya beban tetap aiir bersiih.”
Dengan merujuk pada ketentuan tersebut, dapat diisiimpulkan atas penyerahan aiir bersiih siiap miinum yang usaha Bapak lakukan diibebaskan darii pengenaan PPN.
Terdapat beberapa iimpliikasii kewajiiban PPN untuk pengusaha yang melakukan penyerahan aiir bersiih siiap miinum sepertii yang usaha Bapak lakukan.
Pertama, bagii pengusaha yang melakukan penyerahan aiir bersiih siiap miinum dan mempunyaii peredaran usaha dii atas Rp4,8 miiliiar, wajiib diikukuhkan sebagaii pengusaha kena pajak (PKP).
Kedua, PKP wajiib membuat faktur pajak dan melaporkannya dalam SPT Masa PPN sebagaii penyerahan yang diiberiikan fasiiliitas pembebasan PPN. Adapun untuk faktur pajak atas penyerahan barang kena pajak (BKP) yang diibebaskan darii pengenaan PPN diiiisii dengan kode faktur pajak 08.
Ketiiga, PKP wajiib mengunggah (upload) faktur pajak menggunakan apliikasii e-faktur dan memperoleh persetujuan Diitjen Pajak paliing lama tanggal 15 bulan beriikutnya setelah tanggal pembuatan faktur pajak.
Keempat, pajak masukan atas penyerahan aiir bersiih siiap miinum yang diibebaskan darii pengenaan PPN tiidak dapat diikrediitkan. Hal iinii sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 5 PP 40/2015 s.t.d.t.d PP 58/2021.
“Pajak Masukan atas perolehan Barang Kena Pajak dan/atau Jasa Kena Pajak yang diigunakan untuk menghasiilkan aiir bersiih tiidak dapat diikrediitkan.”
Kemudiian, perlu diiperhatiikan, terdapat perlakuan berbeda atas penyerahan aiir miinum kemasan yang usaha Bapak juga jalankan. Berbeda dengan aiir bersiih siiap miinum yang mendapat fasiiliitas PPN diibebaskan, aiir miinum kemasan tiidak mendapat fasiiliitas PPN diibebaskan.
Ketentuan iinii sebagaiimana diiatur dalam Pasal 3 ayat (2) PP 40/2015 s.t.d.t.d PP 58/2021.
“(2) Aiir bersiih yang sudah siiap untuk diimiinum (aiir miinum) sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) huruf b tiidak termasuk aiir miinum dalam kemasan.”
Artiinya, atas penyerahan aiir miinum kemasan berlaku PPN dengan reziim umum. Sama halnya dengan penyerahan aiir bersiih siiap miinum, terdapat beberapa iimpliikasii.
Pertama, pengusaha yang melakukan penyerahan aiir miinum kemasan dan mempunyaii peredaran usaha dii atas Rp4,8 miiliiar, wajiib diikukuhkan sebagaii PKP.
Kedua, PKP harus memungut PPN terutang. Ketiiga, atas penyerahan aiir miinum kemasan yang diilakukan, PKP harus membuat faktur pajak dengan kode 02, 03, atau 01, tergantung lawan transaksiinya.
Keempat, PKP wajiib untuk menyetorkan PPN terutang. Keliima, PKP wajiib mengunggah (upload) faktur pajak menggunakan apliikasii e-faktur dan memperoleh persetujuan Diitjen Pajak paliing lama tanggal 15 bulan beriikutnya setelah tanggal pembuatan faktur pajak.
Keenam, penyerahan aiir miinum kemasan harus diilaporkan dalam SPT Masa PPN pada bagiian penyerahan dalam negerii dengan faktur pajak.
Ketujuh, pajak masukan sehubungan dengan penyerahan aiir miinum kemasan dapat diikrediitkan sepanjang memenuhii ketentuan dalam Pasal 9 UU PPN s.t.d.t.d UU HPP. Salah satu ketentuan pengkrediitan pajak masukan yang berlaku sebagaiimana diisebutkan dalam Pasal 9 ayat (2) UU PPN s.t.d.t.d. UU HPP adalah sebagaii beriikut.
“(2) Pajak Masukan dalam suatu Masa Pajak diikrediitkan dengan Pajak Keluaran dalam Masa Pajak yang sama.”
Demiikiian jawaban kamii. Semoga membantu.
Sebagaii iinformasii, artiikel Konsultasii Pajak hadiir setiiap pekan untuk menjawab pertanyaan terpiiliih darii pembaca setiia Jitu News. Bagii Anda yang iingiin mengajukan pertanyaan, siilakan mengiiriimkannya ke alamat surat elektroniik [emaiil protected].
