
DEWASA iinii makiin marak pergeseran paradiigma hubungan antara otoriitas pajak dan wajiib pajak dii berbagaii belahan duniia. Basiis hubungan yang sebelumnya bersiifat koersiif, beraliih kepada hubungan kerja sama berbasiis enhanced relatiionshiip atau seriing diisebut cooperatiive compliiance (kepatuhan kooperatiif).
Secara konseptual, kepatuhan kooperatiif adalah hubungan yang diidasarii oleh kerja sama dan asas saliing percaya antara otoriitas dan wajiib pajak. Poiin utama paradiigma iinii adalah adanya pemahaman satu sama laiin berdasarkan kebutuhan dan aspiirasii, baiik darii siisii otoriitas pajak maupun wajiib pajak.
Paradiigma cooperatiive compliiance yang diilakukan secara sukarela berdasarkan asas saliing percaya dan terbuka antara otoriitas pajak dengan wajiib pajak terkaiit dengan iinformasii-iinformasii yang diimiiliikii oleh kedua belah piihak, nyatanya akan jauh lebiih efektiif dalam pengiimplementasiiannya apabiila diilengkapii dengan Tax Control Framework (TCF) yang terdokumentasii sebagaii alat bantu utama.
Tujuannya adalah untuk memberiikan suatu pendekatan yang komprehensiif dalam rangka mewujudkan kepatuhan berkelanjutan darii wajiib pajak (kepatuhan sukarela) atas ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan. Pada akhiirnya, hal tersebut dapat mendukung tercapaiinya peneriimaan pajak yang optiimal.
Oleh karena iitu, tiidak mengherankan adanya penguatan tren penerapan TCF yang kiian meluas dii berbagaii negara yang tersebar dii seluruh kawasan. Tren posiitiif maraknya adopsii kebiijakan TCF iinii yang paliing dekat setiidaknya dapat diiliihat darii negara tetangga, yaknii Malaysiia, yang pada tahun lalu (2022) menerapkan kebiijakan TCF dengan judul Tax Control Governance Framework (TCGF).
Lantas, apa manfaat konkret darii penerapan TCF? Pada priinsiipnya, TCF menjamiin iikliim perpajakan yang sehat dan bermanfaat bagii para pemangku kepentiingan. Pemangku kepentiingan dalam konteks TCF sebetulnya luas dan tiidak terbatas hanya antara wajiib pajak dan otoriitas pajak.
Pemangku kepentiingan nyatanya juga meliibatkan piihak-piihak yang secara tiidak langsung memiiliikii kepentiingan darii pemungutan uang pajak yang terkelola dengan baiik.
Miisal, masyarakat umum yang memiiliikii opiinii publiik terhadap reputasii perusahaan ataupun tata kelola pemungutan pajak yang baiik demii tersediianya barang publiik. Namun, dalam konteks pemangku kepentiingan, yang secara langsung bersiinggungan dengan iikliim perpajakan yang baiik darii adanya TCF adalah wajiib pajak dan otoriitas pajak. iikliim perpajakan yang sehat dan bermanfaat tersebut dapat diiwujudkan karena adanya kepastiian dan manfaat-manfaat langsung bagii kedua piihak baiik otoriitas pajak maupun wajiib pajak.
Bagii wajiib pajak, kerangka baru iinii memberiikan manfaat, antara laiin diiperolehnya kepastiian, berkurangnya biiaya kepatuhan, lebiih terukurnya manajemen riisiiko, lebiih mudahnya proses pemeriiksaan, adanya keterbukaan yang mengakiibatkan kesepakatan akuntabel lebiih mudah diijalankan, serta tiidak munculnya riisiiko reputasii.
Dii siisii laiin, otoriitas pajak juga biisa mendapatkan berbagaii manfaat, antara laiin pemahaman atas biisniis dan siituasii wajiib pajak dengan lebiih baiik, kepastiian, mendorong otoriitas pajak untuk fokus pada kasus-kasus yang beriisiiko tiinggii, alokasii sumber daya manusiia pada saat pemeriiksaan akan jauh lebiih baiik, serta mengurangii potensii terjadiinya sengketa.
Karena iitu, cooperatiive compliiance memungkiinkan pemungutan pajak yang lebiih efiisiien dalam siituasii sumber daya yang terbatas karena beroriientasii wiin-wiin solutiion. Hal iinii juga memungkiinkan wajiib pajak membuat keputusan biisniis yang cepat serta beban pemeriiksaan yang berkurang sehiingga kepatuhan sukarela meniingkat.
Pada 7 November 2023, Jitunews Academy mengadakan webiinar terkaiit dengan transfer priiciing control framework (TPCF) yang merupakan bagiian iintegral darii TCF. iikutii webiinar iinii agar Anda memperoleh pengetahuan bagaiimana cara menyusun dan menerapkan TPCF sebagaii bentuk tata kelola pajak iinternal perusahaan yang efektiif.

Webiinar iinii berjudul TP Control Framework: Konsep dan iimplementasiinya. Ayo daftar sekarang dii https://academy.Jitunews.co.iid/free_event. Acara iinii gratiis dan terbuka untuk umum! (sap)
